Jump to content


- - - - -

Artikel Pilihan 2


198 replies to this topic

#101 ladybird_she

    Sarjan Mejar

  • Ahli Professional
  • 213 posts
  • Location:kEy eLL
  • Interests:reading, surfing

Posted 15 September 2003 - 02:10 PM

A very meaningful article indeed, to share......


Adultery happens when you start looking for what you don't have.
"Wow, this girl in my office is a real looker. I'm crazy about her because she's also understanding, intelligent, tender - so many
things that my spouse is not."

Somewhere along the way, you'll find a woman or a man who will be more charming or sensitive. More alluring. More thoughtful.
Richer. Have greater sex appeal. And you will find a woman or man who will need you and pursue you and go loco over you more than your spouse ever did.

Because no wife or husband is perfect.

Because a spouse will only have 90% of what you're looking for.
So adultery takes place when a husband or wife looks for the missing 10%.

Let's say your wife is melancholic by nature. You may find yourself
drawn to the pretty clerk who has a cherry daughter.

Or because your wife is a homebody in slippers and pyjamas, smelling of garlic and fish oil, you may fall for a fresh-smelling
young sales representative that visits your office in a sharp black blazer, high heels, and a red pencil-cut skirt.

Or because your husband is the quiet type, your heart may skip a beat when you meet an old college flame who has the makings of a talk show host.

But wait! That's only 10% of what you don't have.

Don't throw away the 90% that you already have!
Add to your spouse's 90% the 100% that represents all the
years that you have been with each other.

The storms you have weathered together.
The unforgettable moments of sadness and joy as a couple.
The many adjustments you have made to love the other.
The wealth of memories that you've accumulated as lovers.

Adultery happens when you start looking for what you don't have.
But faithfulness happens when you start thanking God for what
you already have.
But I'm not just talking about marriage. I'm talking about life!
About your jobs. About your friends. About your children. About your lifestyles.
Are you like the economy airline

The main message:
If you start appreciating what you have right now, wherever you are is FIRST CLASS!

#102 Guest_putu_mayam_*

  • Tetamu

Posted 16 September 2003 - 12:44 PM

tangisan dan airmata

Wahai sahabatku ,ini adalah bingkisan dariku utk tatapan dan utk pedoman seharian kita dimuka bumi ini.....

jenis-Jenis Air mata

Kata Ibnu Qayyim - 10 Jenis Tangis
1) Menangis kerana kasih sayang & kelembutan hati.
2) Menangis kerana rasa takut.
3) Menangis kerana cinta.
4) Menangis kerana gembira.
5) Menangis kerana menghadapi penderitaan.
6) Menangis kerana terlalu sedih.
7) Menangis kerana terasa hina dan lemah.
Menangis untuk mendapat belas kasihan orang.
9) Menangis kerana mengikut-ikut orang menangis.
10) Menangis orang munafik - pura-pura menangis.

"..dan bahawasanya DIA lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis." (An
Najm : 43)

Jadi, Allah lah yang menciptakan ketawa dan tangis, serta menciptakan sebab tercetusnya. Banyak air mata telah mengalir di dunia ini. Sumber nya dari mata mengalir ke pipi terus jatuh ke bumi. Mata itu kecil namun ia
tidak pernah kering ia berlaku setiap hari tanpa putus-putus. Sepertilah sungai yang mengalir ke laut tidak pernah berhenti?.kalaulah air mata itu di tampung banjirlah dunia ini.


Tangis tercela atau terpuji ??
Ada tangisan yang sangat di cela umpamanya meratapi mayat dengan meraung dan memukul-mukul dada atau merobek-robek pakaian.

Ada pula tangisan sangat-sangat! di puji dan di tuntut iaitu tangisan
kerana menginsafi dosa-dosa y ang silam atau tangis kerana takut akan azab
dan siksa Allah.


Tangisan dapat memadamkan api Neraka
"Rasulullah saw bersabda : Tidaklah mata seseorang menitiskan air
mata kecuali Allah akan mengharamkan tubuhnya dari api neraka. Dan apabila air matanya mengalir ke pipi maka wajahnya tidak akan terkotori oleh debu kehinaan, apabila seorang daripada suatu kaum menangis, maka kaum itu akan
di rahmati. Tidaklah ada sesuatupun yang tak mempunyai kadar dan balasan kecuali air mata. Sesungguhnya air mata dapat memadamkan lautan api neraka."


Air mata taubat Nabi Adam a.s
Beliau menangis! selama 300 tahun tanpa mendongak ke langit tersangat takut dan hibanya terhadap dosa yang telah ia lakukan.Dia bersujud di atasgunung dan air matanya mengalir di jurang Serandip.

Dari air matanya itulah Allah telah menumbuhkan pohon kayu manis dan pohon bunga cengkih.Beberapaekor burung telah meminum akan air mata Adam lalu berkata, "Manis sungguh air ini." Nabi Adam terdengar lalu menyangka burung itu mempersendakannya lalu ia memperhebatkan tangisannya.

Lalu Allah mendengar dan menerima taubat Adam dan mewahyukan,

"Hai Adam sesungguhnya belum Aku pernah menciptakan air lebih lazat daripada airmata taubat mu!."


Air mata yang tiada di tuntut
1. Janganlah menangis kalau tak tercapai cita-cita bukan kah Tuhan yang telah menentukannya.
2 . Janganlah menangis nonton filem hindustan itu kan cuma lakonan. Janganlah menangis kerana cinta tak berbalas mungkin dia bukanlah jodoh yang telah Tuhan tetapkan.
3. Janganlah menangis jika gagal dalam peperiksaan mungkin kita kurang membuat persediaan.
3. Jangan menangis kalau wang kita hilang di jalanan sebab mungkin kita kurang ! bersedekah buat amalan.

4. Janganlah menangis kalau tidak di naikkan pangkat yakin lah, rezki itu adalah pemberian Tuhan.

Dari itu??..

Simpanlah air mata-air mata tangisan itu semua buat bekalan untuk
menginsafi di atas segala kecuaian yang telah melanda diri, segala
dosa-dosa yang berupa bintik2 hitam yang telah mengkelamkan hati hingga sukar untuk menerima hidayah dari Allah swt. Seru lah air mata itu dari persembunyiannya di balik kelopak mata agar ia menitis membasahi dan
mencuci hati agar ia putih kembali dan juga semoga ia dapat melebur dosa2 dan moga-moga akan mendapat ampunanNya jua.

Berkata Salman Al Faarisi r.a
Aku di buat menangis atas 3 perkara jua :
1) Berpisah dengan Rasulullah saw dan para sahabat-sahabat.
2) Ketakutan seorang yang perkasa tatkala melihat malaikat Isra! il datang mencabut nyawanya.
3) Aku tidak tahu samada aku akan di p erintahkan untuk ke syurga atau neraka.


Air mata tanda rahmat Tuhan
Rasulullah saw bersabda : Jagalah mayat ketika kematiannya & perhatikanlah 3 perkara.
1) Apabila dahi nya berpeluh.
2) Airmatanya berlinang.
3) Hidungnya keluar cecair seperti hingus.

kerana hal hal tersebut menandakan rahmat Allah swt untuk si mayat.
(riwayat dari Salman al Faarisi)

Sucikanlah 4 hal dengan 4 perkara :
1 ."Wajahmu dengan linangan air mata keinsafan,
2 .Lidahmu basah dengan berzikir kepada Penciptamu,
3. Hatimu takut dan gementar kepada kehebatan Rabbmu,
4 . dosa-dosa ya! ng silam di sulami dengan taubat kepada Dzat yang Memilikimu."
sampaikanlah walau satu ayat" al hadis

#103 ladybird_she

    Sarjan Mejar

  • Ahli Professional
  • 213 posts
  • Location:kEy eLL
  • Interests:reading, surfing

Posted 26 September 2003 - 11:25 AM

Apple tree... very enlightening
-----------------------------------------------


A long time ago, there was a huge apple tree. A little boy loved
to come and play around it everyday. He climbed to the tree top, ate the apples, took a nap under the shadow...
He loved the tree and the tree loved to play with him. Time went
by... the little boy had grown up and he no longer played around the tree everyday.

One day, the boy came back to the tree and he looked sad. "Come and play with me," the tree asked the boy.
"I am no longer a kid, I don't play around trees anymore." The boy
replied, "I want toys. I need money to buy them."
"Sorry, but I don't have money... but you can pick all my apples and
sell them. So, you will have money."
The boy was so excited. He grabbed all the apples on the tree and
left happily. The boy never came back after he picked the apples. The tree was sad.

One day, the boy returned and the tree was so excited. "Come and play with me!" the tree said.
"I don't have time to play. I have to work for my family. We need a
house for shelter. Can you help me?"
"Sorry, but I don't have a house. But you can chop off my branches
to build your house." So the boy cut all the branches of the tree and left happily.

The tree was glad to see him happy but the boy never came back since then.

The tree was again lonely and sad.
One hot summer day, the boy returned and the tree was delighted.
"Come and play with me!" the tree said.
"I am sad and getting old. I want to go sailing to relax myself. Can
you give me a boat?"
"Use my trunk to build your boat. You can sail far away and be
happy."
So the boy cut the tree trunk to make a boat. He went sailing and
never showed up for a long time.

Finally, the boy returned after he left for so many years.
"Sorry, my boy. But I don't have anything for you anymore. No more apples for you... " the tree said.
"I don't have teeth to bite." the boy replied.
"No more trunk for you to climb on."
"I am too old for that now." the boy said.
"I really can't give you anything ... the only thing left is my dying roots." the tree said with tears.
"I don't need much now, just a place to rest. I am tired after all
these years." the boy replied.
"Good! Old tree roots is the best place to lean on and rest. Come,
Come sit down with me and rest."
The boy sat down and the tree was glad and smiled with tears.......

This is a story of everyone. The tree is our parents.

When we were young, we loved to play with Mom and Dad...

When we grown up, we left them...only came to them when we need something or when we are in trouble.
No matter what, parents will always be there and give everything
they could to make you happy. You may think the boy is cruel to the
tree but that's how all of us are treating our parents, or are we not?

#104 Guest_Johore_*

  • Tetamu

Posted 03 October 2003 - 04:54 PM

KUBURAN MENUNGGU KITA

Pernahkah anda melihat kuburan?
Pernahkah anda melihat gelapnya kuburan?
Pernahkah anda melihat sempit dan dalamnya liang lahat?
Pernahkah anda membayangkan kengerian dan kedahsyatan alam kubur?
Sedarkah anda bahawa kuburan itu dipersiapkan untuk anda dan
untuk orang-orang selain anda?
Bukankah silih berganti anda melihat teman-teman, orang-orang
tercinta dan keluarga dekat anda diusung dari dunia fana ini ke
kuburan?

Dari buaian dunia yang terang benderang ke kegelapan liang lahat...
Dari keceriaan bermain dengan keluarga dan anak-anak kepada
kekerasan tanah dan ulat-ulat ...
Dari kenikmatan makanan dan minuman kepada timbunan debu dan
tanah...
Dari kelembutan pergaulan di tengah-tengah keluarga kepada
bersendirian yang mengerikan...
Dari tilam yang empuk kepada tempat pergulatan amal yang sangat
menakutkan.

Di dalam kubur, liang yang sangat sempit itu, tak lagi berbeza antara
pelayan dan sang majikan, yang kaya dan yang miskin, semuanya
sama. Nikmat kemewahan dan kelazatan dunia pasti berakhir dengan
kematian. Dan segenap umat manusia bersependapat bahawa kematian
itu tidak mengenal umur tertentu, waktu tertentu atau sakit tertentu.
Hal mana agar manusia selalu waspada dan terus bersiap-siap
kerananya.

Kengerian kubur Dari Hani' Maula Utsman, ia berkata, 'Jika Utsman
ra. berdiri di samping kuburan maka beliau menangis hingga basah
janggotnya'.

Maka dikatakan kepada beliau, 'Jika engkau mengingat Syurga dan
Neraka tidak menangis, mengapa engkau menangis kerana ini?

Maka beliau menjawab, 'Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda:
"Kuburan adalah awal kehidupan akhirat. Jika seseorang selamat
daripadanya, maka setelahnya menjadi lebih mudah. Dan jika ia tidak
selamat daripadanya, maka setelahnya lebih mengerikan."

Kemudian Utsman ra. berkata, 'Rasulullah saw. juga bersabda, 'Aku
tidak melihat suatu pemandangan melainkan kuburan lebih mengerikan
daripadanya."
HR. Ahmad dan At-Tirmidzi, dihasankan oleh Al-Albani

Umar bin Abdul Aziz rahimahullah suatu hari menasihati para
sahabatnya, diantaranya beliau berkata:

Jika kalian melalui kuburan, panggillah mereka jika engkau boleh
memanggil. Lihatlah, betapa berdempetnya ( sempit ) rumah-rumah
mereka.
Tanyakanlah kepada orang-orang kaya dari mereka, masih tersisakah
kekayaan mereka?
Tanyakan pula kepada orang-orang miskin di antara mereka, masih
tersisakah kemiskinan mereka?
Tanyakanlah tentang lisan-lisan yang dengannya mereka berbicara,
sepasang mata yang dengannya mereka melihat indahnya
pemandangan?.
Tanyakan pula tentang kulit-kulit lembut dan wajah-wajah yang
cantik jelita, juga tubuh-tubuh yang halus mulus, apa yang diperbuat
oleh ulat-ulat di balik kafan-kafan mereka?
Lisan-lisan itu telah hancur, wajah-wajah yang cantik jelita itu telah
dirobek-robek ulat, anggota badan mereka telah terpisah berserakan.

Lalu di mana pelayan-pelayan mereka yang setia?
Di mana tumpukan harta dan sederetan pangkat mereka?
Di mana rumah-rumah gedong mereka yang banyak dan menjulang
tinggi?
Di mana kebun-kebun mereka yang rendang dan subur?
Di mana pakaian-pakaian mereka yang indah-indah dan sangat mahal?
Di mana kenderaan-kenderaan mewah kesukaan mereka?
Di mana kolam renang dan telaga peribadi mereka?
Bukankah mereka kini berada di tempat yang sangat sunyi?
Bukankah siang dan malam bagi mereka sama saja?
Bukankah mereka berada dalam kegelapan?
Mereka telah terputus dengan amal mereka.
Mereka telah berpisah dengan orang-orang yang mereka cintai, harta
dan segenap keluarganya.

Kerana itu, wahai orang yang tak lama lagi akan tinggal di kuburan!
Kenapa engkau terpedaya dengan dunia?
Renungkanlah orang-orang yang telah pergi meninggalkan kita. Sungguh mereka amat berharap untuk dapat kembali ke dunia. Agar
dapat menghimpun amal sebanyak-banyaknya. Tetapi, itu semua tidak
mungkin terjadi kerana mereka telah dikuburkan.

Yazid Ar-Riqasyi rahimahullah berkata kepada dirinya sendiri, '*tut!* engkau wahai Yazid!, siapa yang akan mendirikan sholat
untukmu setelah engkau mati?
Siapa yang akan berpuasa untukmu setelah engkau mati?
Siapa yang akan memintakan maaf untukmu setelah engkau mati?'

Lalu dia berkata, 'Wahai manusia, mengapa kalian tidak menangis dan
meratap kepada dirimu atas sisa hidupmu. Barangsiapa yang akhirnya
adalah mati, kuburan sebagai rumah tinggalnya, tanah sebagai
tilamnya dan ulat-ulat yang menemaninya, serta dalam keadaan
demikian ia menunggu Hari Kiamat yang sangat mengerikan.
Wahai, bagaimanakah keadaan seperti ini?'
Lalu beliau rahimahullah menangis.


NASIHAT TENTANG KUBUR

Abdul Haq Al-Isybily rahimahullah berkata,'Hendaknya orang yang
masuk ke kuburan menghayalkan bahawa dirinya telah mati. Telah
menyusul orang-orang yang dikubur sebelumnya, dan bahawa dia
memerlukan amal sebagaimana yang diperlukan oleh mereka, ia
menyukai apa yang mereka suka, ingin mendatangkan apa yang ingin
mereka datangkan, ingin menimbun apa yang ingin mereka timbun. Lalu
hendaknya ia membayangkan tentang berubahnya warna kulit mereka,
berserakannya anggota badan mereka. Hendaknya pula ia
membayangkan keadaan mereka. Betapa baru saja ia bercengkerama
dengan mereka, lalu tiba-tiba ia menjauh bahkan ngeri untuk sekedar
melihat keadaan mereka. Lalu hendaknya ia merenungkan tentang
terbelahnya bumi dan dibangkitkannya ahli kubur. Merenungkan
tentang keluarnya setiap orang dari kuburnya dalam keadaan tanpa
alas kaki, telanjang dan tanpa disunat. Semua sibuk dan panik
dengan urusannya sendiri.

'Wahai, mengapa aku melihatmu begitu asyik dengan kehidupan
dunia.
Wahai orang yang berlindung di balik tembok rumah-rumah megah. Tidak ada tempat lain selain kuburan tempat tinggalmu.
Hari ini engkau bermegah-megahan dan menghias diri.
Tetapi esok, engkau akan diusung ke kuburan, dibalut hanut dan kain
kafan.
Maka wahai engkau, bersegeralah bertaubat kepada Rabbmu.
Jalan itu masih mungkin sekali bagimu.
Palingkanlah hawa nafsumu kerana takut kepada Rabbmu, dalam
keadaan sunyi atau ramai, selalu jagalah dirimu.'

Penyair lain berkata:
"Aku menyaksikan, jika orang kaya raya meninggal dunia, maka
dibangun diatas kuburnya bangunan megah. Mereka tetap sahaja ingin
menyombongi orang-orang miskin hingga di kuburan. Demi Allah, jika
engkau menyingkap tanah dari mereka. Tentu tak engkau kenali lagi
mana yang miskin dan mana yang kaya. Tidak akan kau kenali mana
kulit yang berpakaian sutera dan mana yang berbalut kain biasa.
Jika tanah telah memakan jasad ini dan itu, adakah kelebihan si kaya
dari si miskin?"

Muhammad bin Shabih berkata, 'Telah sampai berita kepada kami
bahawa manakala seseorang telah diletakkan di kuburannya, lalu
disiksa atau mendapatkan sesuatu yang dibenci, maka tetangganya
dari orang-orang yang telah meninggal sebelumnya berkata
kepadanya, 'Wahai orang yang baru datang dari dunia, tidakkah
engkau mengambil pelajaran daripada kami?
Tidakkah engkau merenungkan tentang kematian kami yang
mendahuluimu?
Bukankah engkau mengetahui bahawa amal kami telah terputus,
sementara engkau masih diberi tempoh waktu?
Mengapa tidak engkau kejar apa yang tidak diperolehi oleh saudara-
saudaramu?


FITNAH KUBUR

Wahai anak Adam, apa yang telah engkau persiapkan saat malam
pertamamu nanti di kuburan?
Tidakkah engkau tahu, bahwa ia adalah malam yang sangat
mengerikan. Malam yang kerananya para ulama dan orang-orang sholeh menangis.

"Suatu hari pasti aku tinggalkan tempat tidurku (dunia), dan
ketenangan pun menghilang dariku. Berada di kuburan pada malam
pertama, demi Allah, katakanlah kepadaku, apa yang terjadi di sana?"

Kerana untuk senantiasa mempersiapkan malam tersebut, diceritakan
bahwa Rabi' bin Khutsaim menggali liang kubur di rumahnya. Bila ia
mendapati hatinya keras, maka ia masuk ke liang kubur tersebut. Ia
menganggap dirinya telah mati, lalu menyesal dan ingin kembali ke
dunia, seraya membaca ayat:

"Ya Rabbku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal
sholeh terhadap apa yang telah kutinggalkan (dahulu)."
Al-Mu'minun: 99-100

Kemudian ia menjawab sendiri, 'Kini engkau telah dikembalikan ke
dunia wahai Rabi'.
Dan kerananya ia didapati pada hari-hari setelahnya senantiasa
dalam keadaan ibadah dan takwa kepada Allah.

Wahai saudaraku, tidakkah engkau menangis atas kematian dan
sakaratul maut yang bakal menjemputmu?
Wahai saudaraku, tidakkah engkau menangis atas kuburan dan
kengerian yang ada di dalamnya?
Wahai saudaraku, tidakkah engkau menangis kerana takut kepada api
Neraka di Hari Kiamat nanti?
Wahai saudaraku, tidakkah engkau menangis kerana takut akan
hausnya di hari penyesalan?


SEBAB SIKSA KUBUR

Disebutkan oleh Imam Ibnu Qayyim rahimahullah bahawa siksa kubur
ditimpakan kerana berbagai macam dosa dan maksiat, di antaranya:
1. Melaga-lagakan dan mengampu.
2. Tidak cebok sehabis buang air kecil.
3. Sholat tanpa bersuci.
4. Berdusta.
5. Melalaikan dan malas mengerjakan sholat.
6. Tidak mengeluarkan zakat.
7. Zina
8. Mencuri
9. Berkhianat
10. Menfitnah sesama umat Islam
11. Makan riba
12. Tidak menolong orang yang dizalimi
13. Minum khamar ( tuak, minuman keras )
14. Memanjangkan kain hingga di bawah mata kaki
15. Membunuh
16. Mencaci sahabat
17. Mati dalam keadaan membawa bid'ah.

Imam Ibnu Qayyim rahimahullah selanjutnya berkata, 'Ketika
keadaan manusia banyak yang melakukan dosa-dosa di atas, maka
kebanyakan ahli kubur adalah dalam keadaan disiksa. Dan orang yang
selamat daripadanya amatlah sedikit. Secara lahirnya, kuburan itu
memang hanyalah tanah biasa, padahal didalamnya terdapat
penyesalan dan siksa.
Di atasnya nampak tanah, batu-batu yang terukir dan bangunan,
tetapi di dalamnya adalah bencana. Mereka mendidih dalam
penyesalan sebagaimana periuk mendidih dengan apa yang
ditanaknya. Sedangkan angan-angannya tak mungkin lagi dipenuhi.'


YANG MENYEBABKAN SELAMAT DARI SIKSA KUBUR

Imam Ibnu Qayyim rahimahullah mengatakan, sebab-sebab
keselamatan siksa kubur adalah dengan menjauhi sebab-sebab
terkena siksa kubur, yakni berbagai macam maksiat dan dosa. Untuk
itu, Ibnu Qayyim rahimahullah menganjurkan, hendaknya setiap
muslim melakukan perhitungan atas dirinya setiap hari, tentang apa
dosa dan kebaikan yang telah dilakukannya pada hari itu.

Selanjutnya, hendaknya ia memperbaharui taubatnya kepada Allah
dan tidur pada malam itu dalam keadaan taubat.
Jika ia meninggal dunia pada malam itu, maka ia meninggal dalam
keadaan telah bertaubat. Jika bangun dari tidurnya maka ia siap
menghadapi harinya, dan bersyukur kerana ajalnya masih
ditangguhkan. Dengan demikian ia masih berkesempatan
beribadah kepada Rabbnya dan mengejar amal yang belum
dilakukannya.

Sebelum tidur, hendaknya pula ia dalam keadaan berwudhu,
senantiasa mengingat Allah dan mengucapkan zikir-zikir yang
disunnahkan Nabi saw. sehingga ia tidur. Jika seseorang dikehendaki
baik oleh Allah, nescaya dia akan diberi kekuatan untuk
melakukannya.

Kemudian Ibnu Qayyim rahimahullah menyebutkan ketaatan yang
dapat menyelamatkan dari siksa kubur, di antaranya:
1. Senantiasa mengikatkan diri di jalan Allah.
2. Mati syahid di jalan Allah.
3. Membaca surat Al-Mulk.
4. Meninggal kerana sakit perut.
5. Meninggal dunia pada hari Jum'at.


MANFAAT ZIARAH KUBUR

Sebagaimana disebutkan dalam riwayat Muslim, menziarahi kubur
menjadikan orang mengingat akan mati. Dan mengingati mati
melahirkan sikap terpuji. Ad-Daqqaq berkata,
'Barangsiapa banyak mengingat mati, nescaya dimuliakan dengan tiga
perkara; segera bertaubat, diberi hati yang qana'ah (menerima
pemberian Allah) dan bersemangat dalam ibadah. Sedang orang yang
lupa mengingati mati akan diganjar dengan tiga perkara; menunda-
nunda taubat, selalu merasa tidak cukup dan malas dalam beribadah.

'Al-Hasan berkata, 'Sesungguhnya kematian pasti menghancurkan
kenikmatan para penikmatnya. Kerana itu, carilah (kenikmatan) hidup
yang tidak ada kematian di dalamnya.'


SAKITNYA SAKARATUL MAUT

Sakitnya sakaratul maut, tak seorang pun dapat mengetahui dan
menceritakannya kecuali dirinya sendiri, yang langsung merasakan.
Aisyah ra.berkata, 'Di hadapan Nabi saw. terdapat gayong berisi air.
Lalu beliau memasukkan tangannya ke dalam air, kemudian membasuh
wajahnya seraya bersabda: "Tidak ada sesembahan yang berhak
disembah kecuali Allah... Sesungguhnya kematian itu ada
sakaratnya."
HR. Al-Bukhari

Dalam lafaz lain diriwayatkan, bahawa ketika menjelang wafatnya,
beliau berdoa: "Ya Allah, tolonglah aku ketika sakaratul maut."
HR. Ahmad dan Tirmidzi, dihasankan oleh Hakim

Yang dimaksud dengan sakarat yaitu kengerian dan kedahsyatan saat menjelang kematian.

Wallahu'alam Bisshawab

laugh.gif

#105 Guest_kindaichi_*

  • Tetamu

Posted 11 October 2003 - 11:19 PM

assalamualaikum..
Ada sebuah ungkapan klasik berbunyi: “Di dunia ini, sebenarnya, tiada sesuatu yang baru!” Sekiranya kita melihat dari segi tabiat, keinginan dan perwatakan manusia, sejak dahulu hinggalah sekarang ini, maka ungkapan di atas amat tepat. Manusia memang mempunyai tabiat dan kecenderungan yang sama, yang itu juga: ada persahabatan dan perselisihan, ada kezaliman dan ada pula keadilan, ada saat berdamai dan ada ketikanya berperang. Malah, ada bangsa yang bangun dan maju, ada pula bangsa yang jatuh tersungkur. Begitu jugalah dengan tamadun serta peradabannya.

Allah s.w.t. menyeru manusia supaya mengambil pengajaran dari peristiwa lalu, kejadian dan peristiwa yang sudah dilalui oleh umat terdahulu. Dari sini jelaslah bahawa kehidupan manusia merupakan streotaip, suatu pengulangan dari yang sudah pernah ada atau dialami umat yang sebelum kita. Apa yang kita hadapi sekarang sudah pernah dilalui oleh umat atau generasi yang sebelum kita, dan ini juga akan dialami oleh generasi yang selepas kita nanti. Jadi kita dituntut supaya mengambil pengajaran dari peristiwa lampau atau kejadian pada generasi terdahulu, supaya kita dapat memperbaiki keadaan yang sedang dan akan berlaku.

Allah s.w.t. berfirman:
Maka ambil iktibar (pengajaran), wahai orang-orang yang mempunyai penglihatan. (Surah al-Hasyr: 2)

Begitu manusia berganti dan masa berubah, namun watak dan kecenderungannya tetap juga serupa. Maka, memandang ke belakang, sejarah manusia yang panjang itu, melahirkan kebijaksanaan. Cara ini akan dapat menembus masa lalu sambil memperhatikan pelbagai peristiwanya, membahas nasihat-nasihatnya, dan mengambil bekal dari percubaan-percubaan orang-orang terdahulu, lalu kita tahu bagaimana mereka menjauhkan diri mereka dari kesesatan. Inilah pandangan seorang mukmin yang bijaksana.

Allah s.w.t. berfirman , yang maksudnya: Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengannya mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengannya mereka dapat mendengar? Kerana, sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada. (Surah al-Hajj:46)

Seandainya kita menyempatkan diri membolak-balik lembaran al-Quran nescaya kita akan banyak menjumpai kisah yang sengaja Allah abadikan di dalamnya untuk tatapan manusia seperti kita, yakni yang berkenaan dengan kejadian-kejadian pada masa lalu, termasuklah di dalamnya pengalaman yang dilalui orang-orang yang bertakwa, juga akibat yang ditanggung oleh orang-orang yang berbuat dosa. Pendek kata, pertentangan antara kebaikan dan kejahatan. Kesenuanya dijelaskan dan dibentangkan oleh al-Quran di hadapan kita dengan jelas supaya kita mahu dan bersedia memperhatikan dan memikirkannya.

Allah s.w.t. berfirman, yang maksudnya: Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai fikiran. Al-Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi ia membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (Surah Yusuf: 11)

Kalaulah kita benar-benar ingin menjadi manusia yang mengenali inti kemanusiaan, maka seharusnya kita bersedia mengarahkan pandangan kita ke pangkuan sejarah. Menerusi kejadian yang benar dan batas-batas yang jelas inilah seharusnya kita pelajari masa lampau itu. Mengimbas kembali waktu lampau itu bukanlah untuk memperbaharui rasa sedih atau mengungkit luka lama hingga berdarah semula, atau berputar di sekitar tragedi yang menyakitkan hati kita, lalu kita berkata: sekiranya, seandainya atau kalaulah dan sebagainya. Kata-kata seperti ini sangat dibenci oleh Islam. Bahkan, sikap ini merupakan resmi atau kebiasaan orang-orang munafik dan yang di dalam hatinya ada penyakit.

Allah s.w.t. berfirman, yang maksudnya:Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata: Sekiranya kita diberi kebebasan untuk memilih dalam urusan ini,nescaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini. Katakanlah: Sekiranya kamu berada di rumahmu, nescaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh. (Surah Ali Imran: 168)

Allah s.w.t. berfirman lagi, yang ertinya: Orang-orang yang mengatakan kepada saudaranya, dan mereka tidak turut pergi berperang:Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh. Katakanlah, tolaklah kematian itu dari dirimu jika kamu orang-orang yang benar. (Surah Ali Imran: 168)

Sebenarnya, ratap pilu dan keluh-kesah tak sudah ini telah menguasai orang-orang yang lemah imannya, sesudah terjadi perang Uhud. Kerana kerugian-kerugian yang dideritai oleh penduduk Madinah sesudah serangan kaum musyrikin itu telah meninggalkan kesan yang mendalam, dan membuka peluang bagi orang-orang yang dengki terhadap Islam untuk mencela dan menyesali kejadian tersebut.

Pada waktu yang sama Allah s.w.t. telah menurunkan ayat-ayat al-Quran yang mampu mengubati luka ini dan menghimpun kembali persatuan kaum muslimin setelah musibah yang menimpa mereka itu.

Satu daripada pengajaran yang diberikan oleh Allah kepada mereka adalah supaya mengalihkan pandangan mereka ke masa depan dan memalingkan fikiran mereka dari masa lalu, serta mencegah mereka dari terpaku menangisi keruntuhan masa lalu yang telah pergi, dan tidak akan berulang kembali.

Sikap menangisi nasi yang sudah menjadi bubur bukanlah sikap yang terpuji. Sesungguhnya ini bukanlah ciri-ciri orang yang mempunyai semangat satria dan penuh kelelakian, dan bukan pula bertolak dari logika iman.

Bagaimanapun, kita memang perlu mengetahui punca kesalahan pada masa yang lalu, agar tidak berulang kesalahan yang serupa pada masa akan datang. Kita tidak akan melihat apa yang sudah terjadi kecuali sekadar dapat menarik pelajaran daripadanya. Inilah yang dikehendaki oleh al-Quran al-Karim, yakni menunjukkan faktor-faktor dan sebab-sebab kekalahan tersebut dengan ringkas.

Allah s.w.t. berfirman, yang maksudnya: Sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan menderhakai perintah (Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepada kamu apa yang kamu sukai. (Surah Ali Imran: 152)

Allah s.w.t. berfirman lagi, yang maksudnya: Sesungguhnya orang-orang yang berpaling diantara kamu pada hari bertembungnya dua pasukan itu, sesungguhnya mereka digelincirkan oleh syaitan disebabkan sebahagian kesalahan yang telah mereka perbuat (pada masa lalu) dan sesungguhnya Allah telah memberi maaf kepada mereka. (Surah Ali Imran: 155)

Mereka tidak dibiarkan bersedih berpanjangan. Lalu Allah pun menolong mereka dengan sesuatu yang dapat meringankan rasa pedih yang mereka rasakan itu. Mari kita berfikir dengan positif. Untuk apalah kita menampar-nampar pipi dan mengoyak-ngoyak poket baju kerana kita beroleh keberuntungan atau kerana kita ditimpa kerugian? Apalah keuntungan yang diperoleh orang yang tertarik fikiran dan perasaannya kepada masa lalu yang telah terkubur selain hanya menambah peritnya luka lama dan pedihnya sebuah kekalahan?

Seandainya tangan kita dapat meraih masa lalu dan kemudian mengubah kejadian-kejadian yang tidak disukai dan memutarnya kepada yang disukai, maka dalam hal ini kembali kepada masa lampau itu wajib. Dan tentu kita semua akan bergegas ke sana, untuk menghapus perbuatan-perbuatan yang amat kita sesali, dan melipat gandakan bahagian kita yang tidak memadai. Sekiranya sudah jelas bahawa hal itu tidak mungkin, maka lebih baik kita memperuntukkan segala kemampuan kita buat memulai hidup baru, maka hanya di dalamnyalah pengganti dapat kita temui.

Sebenarnya seseorang tidaklah dianggap jahat atas keinginannya yang sangat kuat terhadap kemaslahatannya. Namun jika kemaslahatan ini hilang kerana sesuatu sebab, terutama yang berkaitan dengan urusan ajal atau rezeki, maka hendaklah kita menjadikan iman kepada Allah dan kepada ketentuan-Nya sebagai pelipur dari kegundahan dan kecemasan yang bertubi-tubi datangnya.

Maka dengan tegas al-Quran al-Karim telah menegur mereka yang bersikap demikian, sesudah kaum muslimin mengalami kekalahan dalam perang Uhud. Al-Quran juga memperingatkan orang-orang yang terus menangisi para syuhada, orang-orang yang menyesal telah berangkat ke medan perang itu: kalaupun kamu tetap tinggal di rumah kamu nescaya hidup kamu tidak akan bertambah panjang dari ajal kamu: Sekiranya kamu berada di rumah kamu, nescaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ketempat mereka terbunuh.

Lantas, mengapa mereka masih terus bersedih dan meratapi kejadian itu? Sekiranya sebuah kapal terbang jatuh terhempas ke bumi dengan penumpang dan barang yang dibawanya, maka nampaklah di celah-celah mayat-mayat yang hangus itu ada seorang bayi tidak apa-apa, sihat walafiat keadaannya. Kemudian, mengapa kita masih belum mengakui takdir melalui apa yang telah terjadi itu? Belumkah mencukupi bagimu kejadian seperti ini sebagai penghibur hati yang duka?

Untuk melanjutkan perbincangan kita dalam topik ini, Dale Carnegie mengajak kita berfikir lebih jauh lagi. Katanya: Kita dapat melakukan sesuatu untuk mengubah akibat dari apa yang terjadi 180 saat yang lalu, tetapi kita tidak mungkin dapat mengubah peristiwa yang sudah terjadi! Hanya ada satu cara untuk memanfaatkan masa lalu, iaitu dengan membuat analisa yang tenang terhadap apa yang sudah terjadi, atau semua kesalahan yang telah kita perbuat dan menarik pelajaran daripadanya dan kemudian melupakannya!

Dale Carnegie mengatakan hal yang benar, dan saya mengerti hal tersebut, tetapi apakah kita memiliki keberanian yang cukup untuk melakukannya? Kemudian beliau melanjutkan:

Seorang lelaki bernama Sauders pernah menceritakan kepada saya bahawa Mr. Brandwine, seorang guru yang mengajar mata pelajaran ilmu kesihatan di sekolah George Washington High School, mengajarkan kepadanya suatu pelajaran yang tidak dapat ia dilupakan seumur hidupnya. Berikut ini marilah kita perhatikan Sauders menceritakan kisahnya: “Pada waktu itu saya masih remaja, belum lagi mencapai usia dua puluh tahun. Nasib saya sungguh malam kerana pada usia itu saya sudah mengidap penyakit cemas. Saya selalu sedih dan makan hati atas perbuatan yang telah saya lakukan. Selesai mengikuti peperiksaan, saya selalu tidak dapat tidur malam, saya hanya berbaring sahaja sepanjang malam, kerana terlalu takut aku tidak berjaya dalam peperiksaan itu. Memang saya seorang remaja yang sering hidup pada masa silam, pada suatu yang sudah saya lakukan, dan selalu berharap agar saya telah melakukan hal-hal yang berbeza, malah saya sering berfikir bahawa apa yang telah saya lakukan itu hendaknya berbeza dengan saya inginkan sesudahnya”.

“Apabila sampai pada suatu pagi, semua murid dalam kelas disuruh masuk ke makmal. Tidak berapa lama setelah itu, Mr. Brandwine datang dengan membawa segelas susu yang kemudian diletakkan di atas meja yang ada di hadapannya. Kami semua memandang ka arah gelas yang berisi susu itu dan bertanya-tanya dalam hati: Apa pula gerangan hubungan susu dalam gelas itu dengan pelajaran yang akan diterangkannya kali ini? Mr. Brandwine berdiri serta merta dari kerusinya, lalu tangannya tersentuh gelas berisi susu tersebut hingga ia jatuh berkecai dan isinya tumpah ke tanah. Kemudian, dengan suara yang hampir berteriak, beliau berkata kepada kami:

"Jangan tangisi susu yang tertumpah!”

“Kemudian ia meminta kami semua melihat pecahan-pecahan gelas dan cairan susu yang telah meresap ke dalam tanah itu, lalu ia berkata: “Cuba lihat baik-baik, saya ingin kamu meresapkan pelajaran ini kedalam hati untuk selama-lamanya. Susu tadi telah hilang seperti yang kamu lihat, meresap kedalam tanah. Tidak ada satu kekuatanpun yang mampu mengembalikannya walau hanya setitis. Barangkali, jika kita mahu berfikir dan berhati-hati, mungkin kita dapat mengelakkan kejadian tersebut, tetapi kini segalanya telah terlambat. Apa yang dapat kita kerjakan sekarang adalah melapnya dan melupakannya. Lalu, kita teruskan pekerjaan lain yang masih tersisa, yang perlu diselesaikan.

Alangkah tepatnya pengajaran tersebut, dan hal yang hampir sama disebut dalam hadis yang berikut ini: Minta tolonglah kepada Allah dan jangan menjadi lemah. Jika engkau ditimpa sesuatu maka janganlah mengatakan: “Seandainya aku mengerjakan begini maka akan menjadi begitu!” Tetapi katakanlah: “Itu semua adalah takdir Allah, apa yang dikehendaki-Nya dibuat-Nya.” Sebab, perkataan: “seandainya…” itu akan membuka pintu buat syaitan.

Keberanian untuk melepaskan masa lalu, maka kita, dengan izin Allah, mampu meneruskan perjalanan hidup kita dengan penuh semangat dan harapan semoga di lain kali berjaya.

waalahuallam
wassalam

#106 Guest_PaBLo_*

  • Tetamu

Posted 25 October 2003 - 11:06 AM

QUOTE
Doktor memulakan syarahannya dengan membawa para hadirin memikirkan sejenak dengan hadith yang maknanya sedikit sebanyak "Dalam diri-diri kamu ada kebesaran Tuhan". Doktor menyuruh kita melihat kedua tapak tangan dan perhatikan garis-garis di tapak tangan kita. Garisan-garisan di tangan kiri menunjukkan angka 8 dan 1 dalam Bahasa Arab dan tangan kanan 1 dan 8 dan membawa ke jumlah 81 + 18 = 99 iaitu bilangan nama Allah. Berikut adalah antara intipati syarahannya secara ringkas:-  
1. Cara makan, kenapa kita gunakan tangan? Mengikut cara Rasulullah s.a.w, beliau akan menggaulkan lauk dan nasi dengan tangan kanannya dan kemudian membiarkan sebentar, lalu Rasullah saw akan mengambil sedikit garam menggunakan jari kecilnya(yg last tu), lalu Rasullah saw akan menghisap garam itu. Kemudian barulah Rasulullah makan nasi dan lauknya.  
 
Mengapa? Kerana kedua belah tangan kita ada mengeluarkan 3 macam enzim, tetapi konsentrasi di tangan kanan kurang sedikit dari yg kiri. Ini adalah kerana enzim yg ada di tangan kanan itu merupakan enzim yang dapat menolong proses penghadaman (digestion), ia merupakan the first process of digestion.  
 
Mengapa menghisap garam? Kerana garam adalah sumber mineral dari tanah yg diperlukan oleh badan kita. Dua cecah garam dari jari kita itu adalah sama dgn satu liter air mineral. Kita berasal dari tanah maka lumrahnya bahan yang asal dari bumi (tanah) inilah yg paling berkhasiat untuk kita.  
 
Kenapa garam? Selain dari sebab ia adalah sumber mineral, garam juga adalah penawar yang paling mujarab bagi keracunan, mengikut Dr, dihospital-hospital, the first line of treatment for poisoning adalah dengan memberi Sodium Chloride, iaitu GARAM. Garam juga dapat menghalang sihir dan makhluk-makhluk halus yang ingin menggangu manusia.  
 
2. Cara Rasulullah mengunyah - Rasulullah akan mengunyah sebanyak 40 kali untuk membiarkan makanan itu betul-betul lumat agar perut kita senang memproseskan makanan itu.  
 
3. Membaca Basmalah (Bismillahirrahma Nirrahim). Membaca Basmalah sebelum makan untuk mengelakkan penyakit. Kerana bakteria dan racun ada membuat perjanjian dengan Allah swt, apabila Basmalah dibaca maka bakteria dan racun akan musnah dari sumber makanan itu.  
 
Cara Rasulullah minum.  
 
Janganlah kita minum berdiri walaupun ia makruh tetapi ia makruh yang menghampiri kepada haram. Jangan kita minum dari bekas yg besar dan jangan bernafas sedang kita minum. Kerana apabila kita minum dari bekas yg besar, lumrahnya kita akan meneguk air dan dalam proses minum itu, kita tentu akan bernafas dan menghembuskan nafas dari hidung kita. Kerana apabila kita hembus, kita akan mengeluarkan CO2 iaitu carbon dioxide, yang apabila bercampur dgn air H20, akan menjadi H2CO3, iaitu sama dengan cuka, menyebabkan minuman itu menjadi acidic.  
 
Jangan meniup air yg panas, sebabnya sama diatas.  
 
Cara minum, seteguk bernafas, seteguk bernafas sehingga habis. Mengapa Islam menyuruh di sebat 100 kali orang belum berkahwin yang berzina, dan merejam sehingga mati org yg sudah berkahwin yang berzina?  
 
Badan manusia akan mengeluarkan sel-sel darah putih atau antibiotik yg dapat melawan penyakit. Dansel-sel ini terdapat di daerah tulang belakang, berdekatan dengan sum-sum tulang manusia.  
 
Lelaki yang belum berkahwin dia akan dapat mengeluarkan beribu-ribu sel ini, manakala lelaki yang sudah berkahwin hanya dapat menghasilkan 10 unit sel ini sehari, kerana antara sebabnya ialah kerana sel-sel lain akan hilang kerana perhubungan suami isteri. Jadi apabila lelaki yang belum berkahwin didapati salah kerana zina hendaklah disebat 100 kali. Ini adalah kerana apabila dia disebat di belakangnya, suatu amaran tentang kesakitan itu akan membuatkan penghasilan beribu sel antibiotik yang dapat melawan virus HIV jika ia ada di badannya, dengan itu dapatlah antibodi melawan virus HIV itu. Tetapi jika lelaki itu sudah berkahwin,walaupun disebat 100 kali ia akan tetap menghasilkan 10 unit antibodi sahaja, jadi dengan itu hukumannya direjam hingga mati agar dia tidak dapat merebakkan virus HIV itu.  
 
Itulah sedikit sebanyak inti syarahan yg disampaikan oleh Dr Jamnul Azhar. Harap ia akan memberi manfaat pada anda sekalian, dan sedikit informasi yang diberikan oleh Mudaris(guru) ana, Mudaris Iskandar mengenai Ka'bah.  
 
Mengapa ia terletak di Mekah al-Mukarramah dan mengapa ia empat persegi (cube). Ia terletak di posisinya sekarang kerana setelah dibuat kajian oleh para cendikiawan dari Pakistan dan Arab, didapati, tempat terletaknya Ka'bah sekarang itu, adalah betul-betul di tengah bumi. Mengapa ia empat persegi, ia melambangkan perpaduan ummah yang bergerak maju bersama, equality and unity, tidak seperti bentuk pyramid, dimana ia diumpamakan, seperti hanya seorang pemenang yg berada diatas setelah ia memijak-mijak yang lain. Dan antara lagi sebab mengapa 4 persegi melambangkan 4 imam besar, Maliki, Hambali, Hanafi dan Syafi'i, melambangkan kebenaran keempat-empat Imam tersebut.  
 
Sekian buat renungan bersama, Fi amanillah Jazakallah  


#107 Guest_Johore_*

  • Tetamu

Posted 30 October 2003 - 02:00 PM

Assalamualaikum..

Beramal shalih memang penting karena merupakan konsekuensi dari keimanan seseorang. Namun yang tak kalah penting adalah mengetahui persyaratan agar amal tersebut diterima di sisi Allah. Jangan sampai ibadah yang kita lakukan justru membuat Allah murka karena tidak memenuhi syarat yang Allah dan Rasul-Nya tetapkan.

Dalam mengarungi lautan hidup ini, banyak duri dan kerikil yang harus kita singkirkan satu demi satu. Demikianlah sunnatullah yang berlaku pada hidup setiap orang. Di antara manusia ada yang berhasil menyingkirkan duri dan kerikil itu sehingga selamat di dunia dan di akhirat. Namun banyak yang tidak mampu menyingkirkannya sehingga harus terkapar dalam kubang kegagalan di dunia dan akhirat.

Kerikil dan duri-duri hidup memang telalu banyak. Maka, untuk menyingkirkannya membutuhkan waktu yang sangat panjang dan pengorbanan yang tidak sedikit. Kita takut kalau seandainya kegagalan hidup itu berakhir dengan murka dan neraka Allah Subhanahuwata'ala. Akankah kita bisa menyelamatkan diri lagi, sementara kesempatan sudah tidak ada? Dan akankah ada yang merasa kasihan kepada kita padahal setiap orang bernasib sama?

Sebelum semua itu terjadi, kini kesempatan bagi kita untuk menjawabnya dan berusaha menyingkirkan duri dan kerikil hidup tersebut. Tidak ada cara yang terbaik kecuali harus kembali kepada agama kita dan menempuh bimbingan Allah Subhanahuwata'ala dan Rasul-Nya. Allah Subhanahuwata'ala telah menjelaskan di dalam Al Qur’an bahwa satu-satunya jalan itu adalah dengan beriman dan beramal kebajikan. Allah berfirman:
“Demi masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, dan orang-orang yang saling menasehati dalam kebaikan dan saling menasehati dalam kesabaran.” (Al ’Ashr: 1-3)

Sumpah Allah Subhanahuwata'ala dengan masa menunjukkan bahwa waktu bagi manusia sangat berharga. Dengan waktu seseorang bisa memupuk iman dan memperkaya diri dengan amal shaleh. Dan dengan waktu pula seseorang bisa terjerumus dalam perkara-perkara yang di murkai Allah Subhanahuwata'ala. Empat perkara yang disebutkan oleh Allah Subhanahuwata'ala di dalam ayat ini merupakan tanda kebahagiaan, kemenangan, dan keberhasilan seseorang di dunia dan di akhirat.

Keempat perkara inilah yang harus dimiliki dan diketahui oleh setiap orang ketika harus bertarung dengan kuatnya badai kehidupan. Sebagaimana disebutkan Syaikh Muhammad Abdul Wahab dalam kitabnya Al Ushulu Ats Tsalasah dan Ibnu Qoyyim dalam Zadul Ma’ad (3/10), keempat perkara tersebut merupakan kiat untuk menyelamatkan diri dari hawa nafsu dan melawannya ketika kita dipaksa terjerumus ke dalam kesesatan.

Iman Adalah Ucapan dan Perbuatan

Mengucapkan “Saya beriman”, memang sangat mudah dan ringan di mulut. Akan tetapi bukan hanya sekedar itu kemudian orang telah sempurna imannya. Ketika memproklamirkan dirinya beriman, maka seseorang memiliki konsekuensi yang harus dijalankan dan ujian yang harus diterima, yaitu kesiapan untuk melaksanakan segala apa yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya baik berat atau ringan, disukai atau tidak disukai.

Konsekuensi iman ini pun banyak macamnya. Kesiapan menundukkan hawa nafsu dan mengekangnya untuk selalu berada di atas ridha Allah termasuk konsekuensi iman. Mengutamakan apa yang ada di sisi Allah dan menyingkirkan segala sesuatu yang akan menghalangi kita dari jalan Allah juga konsekuensi iman. Demikian juga dengan memperbudak diri di hadapan Allah dengan segala unsur pengagungan dan kecintaan.

Mengamalkan seluruh syariat Allah juga merupakan konsekuensi iman. Menerima apa yang diberitakan oleh Allah dan Rasulullah Sholallohualaihiwasallam tentang perkara-perkara gaib dan apa yang akan terjadi di umat beliau merupakan konsekuensi iman. Meninggalkan segala apa yang dilarang Allah dan Rasulullah Sholallohualaihiwasallam juga merupakan konsekuensi iman. Memuliakan orang-orang yang melaksanakan syari’at Allah, mencintai dan membela mereka, merupakan konsekuensi iman. Dan kesiapan untuk menerima segala ujian dan cobaan dalam mewujudkan keimanan tersebut merupakan konsekuensi dari iman itu sendiri.

Allah berfirman di dalam Al Qur’an:
“Alif lam mim. Apakah manusia itu menyangka bahwa mereka dibiarkan untuk mengatakan kami telah beriman lalu mereka tidak diuji. Dan sungguh kami telah menguji orang-orang sebelum mereka agar Kami benar-benar mengetahui siapakah di antara mereka yang benar-benar beriman dan agar Kami mengetahui siapakah di antara mereka yang berdusta.” (Al Ankabut: 1-3)

Imam As Sa’dy dalam tafsir ayat ini mengatakan: ”Allah telah memberitakan di dalam ayat ini tentang kesempurnaan hikmah-Nya. Termasuk dari hikmah-Nya bahwa setiap orang yang mengatakan “aku beriman” dan mengaku pada dirinya keimanan, tidak dibiarkan berada dalam satu keadaan saja, selamat dari segala bentuk fitnah dan ujian dan tidak ada yang akan mengganggu keimanannya. Karena kalau seandainya perkara keimanan itu demikian (tidak ada ujian dan gangguan dalam keimanannya), niscaya tidak bisa dibedakan mana yang benar-benar beriman dan siapa yang berpura-pura, serta tidak akan bisa dibedakan antara yang benar dan yang salah.”

Rasulullah Sholallohualaihiwasallam bersabda:
“Orang yang paling keras cobaannya adalah para nabi kemudian setelah mereka kemudian setelah mereka” (HR. Imam Tirmidzi dari sahabat Abu Sa’id Al Khudri dan Sa’ad bin Abi Waqqas Radhiyallahu ‘Anhuma dishahihkan oleh Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahihul Jami’ no.992 dan 993)

Ringkasnya, iman adalah ucapan dan perbuatan. Yaitu, mengucapkan dengan lisan serta beramal dengan hati dan anggota badan. Dan memiliki konsekuensi yang harus diwujudkan dalam kehidupan, yaitu amal.

Amal
Amal merupakan konsekuensi iman dan memiliki nilai yang sangat positif dalam menghadapi tantangan hidup dan segala fitnah yang ada di dalamnya. Terlebih jika seseorang menginginkan kebahagiaan hidup yang hakiki. Allah Subhanahuwata'ala telah menjelaskan hal yang demikian itu di dalam Al Qur’an:
“Bersegeralah kalian menuju pengampunan Rabb kalian dan kepada surga yang seluas langit dan bumi yang telah dijanjikan bagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah.” (Ali Imran:133)

Imam As Sa’dy mengatakan dalam tafsirnya halaman 115: “Kemudian Allah Subhanahuwata'ala memerintahkan untuk bersegera menuju ampunan-Nya dan menuju surga seluas langit dan bumi. Lalu bagaimana dengan panjangnya yang telah dijanjikan oleh Allah Subhanahuwata'ala kepada orang-orang yang bertakwa, merekalah yang pantas menjadi penduduknya dan amalan ketakwaan itu akan menyampaikan kepada surga.”

Jelas melalui ayat ini, Allah Subhanahuwata'ala menyeru hamba-hamba-Nya untuk bersegera menuju amal kebajikan dan mendapatkan kedekatan di sisi Allah, serta bersegera pula berusaha untuk mendapatkan surga-Nya. Lihat Bahjatun Nadzirin 1/169

Allah berfirman:
“Berlomba-lombalah kalian dalam kebajikan” (Al Baqarah: 148)

Dalam tafsirnya halaman 55, Imam As Sa’dy mengatakan: “Perintah berlomba-lomba dalam kebajikan merupakan perintah tambahan dalam melaksanakan kebajikan, karena berlomba-lomba mencakup mengerjakan perintah tersebut dengan sesempurna mungkin dan melaksanakannya dalam segala keadaan dan bersegera kepadanya. Barang siapa yang berlomba-lomba dalam kebaikan di dunia, maka dia akan menjadi orang pertama yang masuk ke dalam surga kelak pada hari kiamat dan merekalah orang yang paling tinggi kedudukannya.”

Dalam ayat ini, Allah dengan jelas memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk segera dan berlomba-lomba dalam amal shalih. Rasulullah Sholallohualaihiwasallam bersabda:
“Bersegeralah kalian menuju amal shaleh karena akan terjadi fitnah-fitnah seperti potongan gelapnya malam, di mana seorang mukmin bila berada di waktu pagi dalam keadaan beriman maka di sore harinya menjadi kafir dan jika di sore hari dia beriman maka di pagi harinya dia menjadi kafir dan dia melelang agamanya dengan harta benda dunia.” (Shahih, HR Muslim no.117 dan Tirmidzi)

Dalam hadits ini terdapat banyak pelajaran, di antaranya kewajiban berpegang dengan agama Allah dan bersegera untuk beramal shaleh sebelum datang hal-hal yang akan menghalangi darinya. Fitnah di akhir jaman akan datang silih berganti dan ketika berakhir dari satu fitnah muncul lagi fitnah yang lain. Lihat Bahjatun Nadzirin 1/170
Karena kedudukan amal dalam kehidupan begitu besar dan mulia, maka Allah Subhanahuwata'ala memerintahkan kita untuk meminta segala apa yang kita butuhkan dengan amal shaleh. Allah berfirman di dalam Al Quran:

“Hai orang-orang yang beriman, mintalah tolong (kepada Allah) dengan penuh kesabaran dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersabar.” (Al Baqarah:153)

Lalu, kalau kita telah beramal dengan penuh keuletan dan kesabaran apakah amal kita pasti diterima?

Syarat Diterima Amal
Amal yang akan diterima oleh Allah Subhanahuwata'ala memiliki persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi. Hal ini telah disebutkan Allah Subhanahuwata'ala sendiri di dalam kitab-Nya dan Rasulullah Sholallohualaihiwasallam di dalam haditsnya. Syarat amal itu adalah sebagai berikut:
Pertama, amal harus dilaksanakan dengan keikhlasan semata-mata mencari ridha Allah Subhanahuwata'ala.
Allah Subhanahuwata'ala berfirman;
Dan tidaklah mereka diperintahkan melainkan agar menyembah Allah dengan mengikhlaskan baginya agama yang lurus”. (Al Bayyinah: 5)

Rasulullah Sholallohualaihiwasallam bersabda:
“Sesungguhnya amal-amal tergantung pada niat dan setiap orang akan mendapatkan sesuatu sesuai dengan niatnya.” (Shahih, HR Bukhari-Muslim)

Kedua dalil ini sangat jelas menunjukkan bahwa dasar dan syarat pertama diterimanya amal adalah ikhlas, yaitu semata-mata mencari wajah Allah Subhanahuwata'ala. Amal tanpa disertai dengan keikhlasan maka amal tersebut tidak akan diterima oleh Allah Subhanahuwata'ala.

Kedua, amal tersebut sesuai dengan sunnah (petunjuk) Rasulullah Sholallohualaihiwasallam. Beliau bersabda:
“Dan barang siapa yang melakukan satu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami maka amalan tersebut tertolak.” (Shahih, HR Muslim dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha)

Dari dalil-dalil di atas para ulama sepakat bahwa syarat amal yang akan diterima oleh Allah Subhanahuwata'ala adalah ikhlas dan sesuai dengan bimbingan Rasulullah Sholallohualaihiwasallam. Jika salah satu dari kedua syarat tersebut tidak ada, maka amalan itu tidak akan diterima oleh Allah Subhanahuwata'ala. Dari sini sangat jelas kesalahan orang-orang yang mengatakan “ Yang penting kan niatnya.” Yang benar, harus ada kesesuaian amal tersebut dengan ajaran Rasulullah Sholallohualaihiwasallam. Jika istilah “yang penting niat” itu benar niscaya kita akan membenarkan segala perbuatan maksiat kepada Allah Subhanahuwata'ala dengan dalil yang penting niatnya. Kita akan mengatakan para pencuri, penzina, pemabuk, pemakan riba’, pemakan harta anak yatim, perampok, penjudi, penipu, pelaku bid’ah (perkara-perkara yang diadakan dalam agama yang tidak ada contohnya dari Rasululah r ) dan bahkan kesyirikan tidak bisa kita salahkan, karena kita tidak mengetahui bagaimana niatnya. Demikian juga dengan seseorang yang mencuri dengan niat memberikan nafkah kepada anak dan isterinya.
Apakah seseorang melakukan bid’ah dengan niat beribadah kepada Allah Subhanahuwata'ala adalah benar? Apakah orang yang meminta kepada makam wali dengan niat memuliakan wali itu adalah benar? Tentu jawabannya adalah tidak.
Dari pembahasan di atas sangat jelas kedudukan dua syarat tersebut dalam sebuah amalan dan sebagai penentu diterimanya. Oleh karena itu, sebelum melangkah untuk beramal hendaklah bertanya pada diri kita: Untuk siapa saya beramal? Dan bagaimana caranya? Maka jawabannya adalah dengan kedua syarat di atas.
Masalah berikutnya, juga bukan sekedar memperbanyak amal, akan tetapi benar atau tidaknya amalan tersebut. Allah Subhanahuwata'ala berfirman:
“Dia Allah yang telah menciptakan mati dan hidup untuk menguji kalian siapakah yang paling bagus amalannya.” (Al Mulk: 2)

Muhammad bin ‘Ajlan berkata: “Allah Subhanahuwata'ala tidak mengatakan yang paling banyak amalnya.” Lihat Tafsir Ibnu Katsir 4/396
Allah Subhanahuwata'ala mengatakan yang paling baik amalnya dan tidak mengatakan yang paling banyak amalnya, yaitu amal yang dilaksanakan dengan ikhlas dan sesuai dengan ajaran Rasulullah Sholallohualaihiwasallam, sebagaimana yang telah diucapkan oleh Imam Hasan Bashri.
Kedua syarat di atas merupakan makna dari kalimat Laa ilaaha illallah – Muhammadarrasulullah.
Wallahu a’lam.

8)

#108 Guest_Johore_*

  • Tetamu

Posted 30 October 2003 - 02:02 PM

Assalamualaikum..

Sabar adalah akhlak yang sangat mulia. Ia menjadi hiasan para Nabi untuk menghadapi berbagai tantangan dakwah yang menghadang. Berhias diri dengan sabar hanyalah akan membuahkan kebaikan.

“Bersabarlah!”
Demikian perintah Allah terhadap Rasul-Nya Muhammad  di dalam Al Qur’an. Hal ini menunjukkan betapa besar kedudukan sabar kaitannya dengan keimanan kepada Allah dan kaitannya dengan perwujudan iman tersebut dalam kehidupan dan terlebih sebagai pemikul amanat dakwah. Tentu jika anda menyambut seruan tersebut niscaya anda akan berhasil sebagaimana berhasilnya Rasulullah, keberhasilan di dunia dan di akhirat. Allah berfirman:

“Maka bersabarlah kamu sebagaimana bersabarnya orang-orang yang memiliki keteguhan dari para rasul.” (Al Ahqaf: 35)

Sabarnya Ulul ‘Azmi
Siapakah yang dimaksud oleh Allah dengan ulul ‘azmi yang kita diperintahkan untuk mencontohnya?

1. Nabi Nuh ‘Alahi salam sebagai rasul yang pertama kali diutus ke muka bumi ini adalah salah satu dari ulul ‘azmi. Beliau diutus kepada kaum yang pertama kali menumbuhkan akar kesyirikan di muka bumi. Tahukah anda bagaimana besar tantangan yang dihadapi? Coba anda renungkan ketika seseorang ingin mencabut sebuah pohon yang sangat besar yang akarnya telah menjalar ke segala penjuru, sungguh betapa berat pengorbanannya. Allah sendiri telah memberitahukan kepada kita dengan firman-Nya:
“Dan demikianlah kami menjadikan bagi setiap para nabi seorang musuh dari syetan baik dari kalangan jin dan manusia.”(Al An’am: 112)

Yang dipilih pertama kali dari sederetan kaumnya yang menghadang dakwah beliau adalah keluarga yang paling dekat anak dan isterinya. Dengan perjuangan yang panjang dan berat, beliau dengan kesabaran bisa meraih kemenangan di dunia dan di akhirat. Allah mengatakan tentang beliau:
“Sesungguhnya dia adalah hamba-Ku yang bersyukur.” ( Al Isra’: 3)

2. Nabi Ibrahim  sebagai bapak orang-orang yang bertauhid juga sebagai salah satu ulul ‘azmi. Mendobrak keangkaramurkaan yang dilakukan oleh bapaknya sendiri dan kaumnya yang dipimpin oleh seorang raja yang dzalim. Bagaimanakah perasaan anda jika anda diusir dari belaian kasih sayang dan perlindungan bapak anda? Bapaknya yang dipilih oleh Allah untuk menghadang dakwah beliau yang berada di bawah cengkeraman raja yang mengaku diri sebagai tuhan. Dia harus menelan pil pahit angkara murka kaumnya yang dengan tega melempar Nabi Ibrahim ke dalam kobaran api yang sangat dahsyat. Namun apakah yang mereka bisa perbuat terhadap jasad beliau? Sia-sialah perbuatan mereka.

Di sisi lain beliau harus juga menerima ujian yang lebih pahit yaitu amanat dari Allah untuk menyembelih putra yang disayangi dan diharapkan sebagai calon penerusnya. Bisakah anda membayangkan hal yang demikian itu? Kesabaranlah yang menyelamatkan dari semua ujian dan cobaan yang menimpa beliau.

3. Nabi Musa dan ‘Isa adalah dua rasul yang diutus kepada Bani Israil dan sekaligus sebagai ulul ‘azmi. Tantangan yang dihadapi beliau berdua, tentu tidak jauh berbeda dengan para pendahulunya dari kalangan para rasul Allah. Siapa yang tidak mengenal Fir’aun si raja kufur yang menobatkan dirinya sebagai Rabb semesta alam, raja tak berperikemanusiaan yang membunuh anak-anak yang menurutnya akan bisa menggoyahkan tahta kekuasaannya. Kesabaranlah yang menjadi kuncinya sehingga beliau berdua dibebaskan dari segala bentuk tantangan dan ujian yang sangat dahsyat.

4. Nabi Muhammad sebagai nabi penutup dan imam para rasul juga termasuk salah satu dari ulul ‘azmi. Yang diutus kepada semua umat yang berada di atas dekadensi moral, kejahiliyahan dan keberingasan. Tentu tantangan yang beliau hadapi tidak kalah hebat dengan para rasul pendahulu beliau. Para rasul pendahulu beliau hanya diutus kepada kaum tertentu sedangkan beliau diutus kepada seluruh umat. Ini menggambarkan betapa besar tantangan yang beliau harus hadapi. Allah memilih keluarga beliau yang paling dekat menjadi penjegal perjalanan dakwah beliau. Mereka tidak berbeda dengan kaum sebelumnya dalam memusuhi para rasul Allah. Kesabaranlah yang menjadi kunci semua perjuangan beliau.

Anda pasti menginginkan keberhasilan dalam setiap usaha yang anda lakukan. Maka dari itu jadikanlah seluruh para Nabi dan Rasul Allah sebagai suri tauladan anda dalam kesabaran sehingga anda akan mendapatkan keberhasilan seperti apa yang mereka telah dapatkan.

Abdurrahman As Sa’di mengatakan di dalam tafsir beliau: “Dan adapun orang yang telah diberikan taufiq oleh Allah untuk bersabar ketika ditimpa ujian lalu dia menahan dirinya untuk tidak benci terhadap ketentuan tersebut baik dengan ucapan dan perbuatan dan berharap pahala dari Allah dan dia mengetahui bahwa apa yang dia dapatkan dari pahala karena kesabaran tersebut atas musibah yang menimpanya, bahkan baginya ujian itu menjadi nikmat karena telah menjadi jalan terwujudnya sesuatu yang lebih baik, maka sungguh dia telah melaksanakan perintah Allah dan berhasil meraih ganjaran yang besar dari sisi-Nya.”

Macam-macam Sabar
dan Keutamaannya

Ibnul Qayyim dalam kitab beliau Madarijus Salikin (2/156) berkata: “Sabar ada tiga macam yaitu sabar dalam ketaatan kepada Allah, sabar dalam menahan diri dari bermaksiat kepada Allah dan sabar dalam menghadapi ujian.”

Al Imam Al Qurthubi dalam tafsir beliau menukilkan ucapan Sahl bin Abdillah At Tasturi: “Sabar ada dua macam yaitu sabar dari bermaksiat kepada Allah maka ini adalah seorang mujahid; dan sabar dalam ketaatan kepada Allah ini yang dinamakan ahli ibadah.”

Ibnul Qayyim di dalam kitab beliau Madarijus Salikin (2/155) mengatakan: “Sabar dalam keimanan bagaikan kepala pada jasad; dan tidak ada keimanan tanpa sabar sebagaimana jasad tidak akan berfungsi tanpa kepala.”
Umar bin Al Khaththab berkata: “Kami menjumpai kebaikan hidup ada bersama kesabaran.”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Kepemimpinan dalam agama akan didapati dengan yakin dan sabar.” Allah berfirman:
“Dan Kami menjadikan dari mereka sebagai pemimpin yang berjalan di atas perintah Kami ketika mereka bersabar dan mereka yakin kepada ayat-ayat Kami.” (As Sajdah: 24)

Rasulullah bersabda: “Tidak ada satupun pemberian kepada seseorang yang lebih baik daripada sabar.” ( HR. Muslim).
“Sabar adalah cahaya.” ( HR. Muslim).

Allah berfirman:
“Dan Kami benar-benar akan membalas mereka yang bersabar dengan balasan yang lebih baik daripada apa yang mereka telah lakukan.” (An Nahl: 96)

Wallahu a’lam.

8)[/b]

#109 Guest_NAH_*

  • Tetamu

Posted 03 November 2003 - 11:28 AM

**Sekadar untuk renungan dan ingatan**

QUOTE
Pada suatu malam bertepatan malam Jumaat Salih Al Mazi pergi ke masjid jamik untuk mengerjakan solat subuh. Kebiasaannya ia berangkat awal sebelum masuk waktu subuh dan melalui sebuah pekuburan. Di situ Salih duduk sekejap sambil membaca apa-apa yang boleh mendatangkan pahala bagi ahli kubur memandangkan waktu subuh masih lama lagi. Tiba-tiba dia tertidur dan bermimpi melihat ahli-ahli kubur keluar beramai-ramai dari kubur masing-masing. Mereka duduk dalam kumpulan-kumpulan sambil berbual-bual sesama mereka. Al Mazy ternampak  
seorang pemuda ahli kubur memakai baju kotor serta tidak berkumpul dengan ahli-ahli kubur yang lain. Dia duduk seorang diri di tepi kuburnya dengan wajah murung, gelisah kerana sedih.  

Tidak berapa lama kemudian datang malaikat membawa beberapa talam yang ditutup dengan saputangan. Seolah-olah seperti cahaya yang gemerlapan.  

Malaikat mendatangi para ahli kubur dengan membawa talam-talam itu, tiap seorang mengambil satu talam dan dibawanya masuk ke dalam kuburnya. Semua ahli kubur mendapat satu talam seorang sehingga tinggallah si pemuda yang kelihatan sedih itu seorang diri tidak mendapat apa-apa. Dengan perasaan yang sedih dan duka dia bangun dan masuk semula ke dalam kuburnya.  

Tapi sebelum dia masuk Al Mazy yang bermimpi segera menahannya untuk bertanyakan keadaannya. "Wahai hamba Allah ! Aku lihat engkau terlalu sedih mengapa ?" tanya Salih Al Mazy. "Wahai Salih, adakah engkau lihat talam-talam yang dibawa masuk oleh malaikat sebentar tadi?" tanya pemuda itu. "Ya aku melihatnya. Tapi apa benda di dalam talam-talam itu ?" tanya Al Mazy lagi. Si pemuda menerangkan bahwa talam-talam itu berisi hadiah orang-orang yang masih hidup untuk orang-orang yang sudah mati yang terdiri dari pahala sedekah, bacaan ayat-ayat suci Al Quran dan doa. Hadiah-hadiah itu selalunya datang setiap malam Jumaat atau pada hari Jumaat. Si pemuda kemudian menerangkan tentang dirinya dengan panjang lebar. Katanya dia ada  
seorang ibu yang masih hidup di alam dunia bahkan telah berkahwin dengan suami baru.Akibatnya dia lupa untuk bersedekah untuk anaknya yang sudah meninggal dunia sehingga tidak ada lagi orang yang mengingati si pemuda.  

Maka sedihlah si pemuda setiap malam dan hari jumaat apabila melihat  
orang-orang lain menerima hadiah sedangkan dia seorang tidak menerimanya. Al-Mazy sangat kasihan mendengarkan cerita si pemuda. lalu ia bertanya nama dan alamat ibunya ia dapat menyampaikan keadaan anaknya. Si pemuda menerangkan sifat2 ibunya. Kemudian Al Maizy terjaga. Pada sebelah paginya Al Maizy terus pergi mencari alamat ibu pemuda tersebut.  

Setelah mencari kesana kemari beliaupun berjumpa ibu si pemuda tersebut lantas menceritakan perihal mimpinya. Ibunya menangis mendengar keterangan Al maizy mengenai nasib anaknya yang merana di alam barzah. Kemudian ia berkata :"Wahai Salih ! Memang betul dia adalah anakku. Dialah belahan hatiku, dia keluar dari dalam perutku. Dia membesar dengan minum susu dari dadaku dan ribaanku inilah tempat dia berbaring dan tidur ketika kecilnya." Al Maizy turut sedih melihat keadaan ibu yang meratap dan menangis penuh penyesalan kerna tidak ingat untuk mendoakan anaknya selama ini. "Kalau begitu saya mohon minta diri dahulu." kata Al maizy lalu bangun meninggalkan  
wanita tersebut. Tatkala dia cuba untuk melangkah si ibu menahannya agar jangan pulang dahulu.Dia masuk kedalam biliknya lalu keluar dengan membawa wang sebanyak seribu dirham. "Wahai Salih, ambil wang ini dan sedekahkanlah untuk anakku, cahaya mataku. Insya Allah aku tidak akan melupakannya untuk berdoa dan bersedekah untukya selama aku masih hidup."  

Salih Al Maizy mengambil wang itu disedekahkannya kepada fakir miskin  
sehingga tidak sesenpun dari seribu dirham itu yang tinggal. Dilakukannya semua itu sebagai memenuhi amanah yang diberi kepadanya oleh ibu pemuda tersebut.  

Pada suatu malam Jumaat di belakang selepas itu, Al Maizy berangkat ke  
masjid jamik untuk solat jamaah. Dalam perjalanan sebagaimana biasa ia  
singgah di perkuburan. Di situlah ia terlena sekejap dan bermimpi melihat  
ahli-ahli kubur keluar dari kubur masing2. Si pemuda yang dulunya kelihatan sedih seorang diri kini keluar bersama-sama dengan memakai pakaian putih yang cantik serta mukanya kelihatan sangat gembira. Pemuda tersebut mendekati Salih Al Maizy seraya berkata : "Wahai tuan Salih, aku ucapkan terima kasih kepadamu. Semoga Allah membalas kebaikanmu itu. " "Hadiah dari ibuku telah ku terima pada hari jumaat." katanya lagi. "Eh, Engkau boleh mengetahui hari Jumaat ?" tanya Al Maizy. "Ya, Tahu." "Apa tandanya ?"  
"Jika burung-burung di udara berkicau dan berkata "Selamat selamat pada hari yang baik ini, yakni hari Jumaat." Salih Al Maizy terjaga dari tidurnya.Ia cuba mengingati mimpinya dan merasa gumbira kerana sipemuda telah mendapat rahmat dari Allah disebabkan sedekah dan doa dari ibunya.  

(Petikan kisah Wali-Wali Allah (2) terbitan syarikat Nurulhas).  

"Sebarkanlah ajaranku walau satu ayat pun" (Sabda Rasulullah SAW) Nescaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar." (Surah Al-Ahzab:71)"


#110 Guest_Ultra_*

  • Tetamu

Posted 04 November 2003 - 12:22 PM

ILMU AGAMA AKAN BERANSUR-ANSUR HILANG

Daripada Abdullah bin Amr bin 'ash r.a. berkata: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Bahawasanya Allah swt. tidak mencabut (menghilangkan) akan ilmu itu dengan sekaligus dari (dada) manusia. Tetapi Allah swt. menghilangkan ilmu itu dengan mematikan alim ulama. Maka apabila sudah ditiadakan alim ulama, orang ramai akan memilih orang-orang yang jahil sebagai pemimpin mereka. Maka apabila pemimpin yang jahil itu ditanya, mereka akan berfatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat dan menyesatkan orang lain."


Penerangan Hadis:
Sekarang ini alim-ulama sudah berkurangan. Satu demi satu pergi meninggalkan kita. Kalau peribahasa Melayu mengatakan, "patah tumbuh, hilang berganti", peribahasa ini tidak tepat herlaku kepada alim ulama. Mereka patah payah tumbuh dan hilang payah berganti. Sampailah suatu saat nanti permukaan bumi ini akan kosong dari Ulama. Maka pada masa itu sudah tidak bererti lagi kehidupan di dunia ini. Alam penuh dengan kesesatan. Manusia telah kehilangan nilai dan pegangan hidup. Scbenarnya, alim ulamalah yang memberikan makna dan erti pada kehidupan manusia di permukaan bumi ini. Maka apabila telah pupus alim ulama, hilanglah segala sesuatu yang bernilai.

Di ahir-akhir ini kita telah melihat gejala-gejala yang menunjukkan hampirnya zaman yang dinyatakan oleh Rasulullah saw. tadi. Di mana bilangan alim ulama hanya tinggal sedikit dan usaha untuk melahirkannya pula tidak mendapat perhatian yang sewajarnya. Pondok-pondok dan sekolah-sekolah agama kurang mendapat perhatian daripada cerdik pandai. Mereka banyak mengutamakan pengajian-pengajian di bidang urusan keduniaan yang dapat meraih keuntungan harta benda dunia. Ini lah realiti masyarakat kita di hari ini. Oleh itu, perlulah kita memikirkan hal ini dan mencari jalan untuk menyelesaikannya


Riwayat: H.R. Muslim

#111 Guest_Ultra_*

  • Tetamu

Posted 04 November 2003 - 12:28 PM

GOLONGAN YANG SENTIASA MENANG Tarikh: 9/20/2002

Ertinya:
Daripada Mughirah bin Syu' bah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda, “Sentiasa di kalangan kamu ada golongan yang berjaya (dalam perjuangan mereka), sehingga sampailah suatu saat yang dikehendaki oleh Allah swt. Mereka sentiasa berjaya".

H.R. Bukhari

Penerangan Hadis:
Keterangan
Allah swt. telah menjadikan umat Islam ini umat yang terakhir sekali. Oleh itu Allah swt. berjanji akan memelihara kitabnya (al-Quran) dan memastikan lahirnya generasi demi generasi yang akan memikul tugas dakwah hingga tetap wujud golongan mukminin dipermukaan bumi ini.

Kalau kita meneliti sejarah umat Islam mulai zaman permulaan penyebarannya hingga ke hari ini, kita akan mendapati bahawa umat Islam telah teruji sepanjang sejarah dengan ujian yang berat-berat. Ujian itu bermula dari golongan musyrikin di Mekah dan munafiqin, Yahudi dan Nashrani di Madinah seterusnya gerakan riddah, Majusi yang berselimutkan Islam, golongan Bathiniyah, pengaruh falsafah dan pemikiran Yunani, serangan bangsa Moghul dan bangsa Tatar yang menghancurkan tamddun Baghdad pada pertengahan abad keenam Hijrah. Begitu pula halnya dengan penyembelihan beramai­rarnai terhadap kaum Muslimin ketika berlakunya kejatuhan kerajaan Islam di Andalus (Sepanyol) dan seterusnya disambung dengan pengaruh-pengaruh imperialis Barat terhadap dunia Islam, gerakan Zionis Yahudi dan missionary Nashrani yang mempunyai alatan dan kemudahan yang banyak dan seterusnya serangan disegi pemikiran dan kebudayaan dan sebagainya dan sebagainya Walaupun ujian yang sangat dahsyat melanda umat Islam di sepanjang sejarah namun mereka masih wujud dan masih lagi mempunyai identiti dan peranan yang hebat di dalam peta dunia di hari ini.

Walaupun di hari ini ada di kalangan umat Islam yang tidak mengambil berat tentang agama mereka tetapi masih ada golongan yang bersungguh-sungguh untuk mempelajari agama dan memperjuangkannya. Walau pun ramai di kalangan umat Islam yang telah hancur moral dan akhlaknya tetapi masih ada lagi golongan yang berakhlak tinggi dan berpekerti luhur. Walaupun syi'ar-syi'ar Islam diinjak-injak di sebahagian tempat tetapi di tempat lain syi'ar-syi'ar Islam masih lagi gagah dan teguh. Walau pun aktivis-aktivis Islam ditindas dan diseksa pada suatu tempat tetapi di tempat lain mereka akan disanjung dan dihormati. Begitulah seterusnya umat Islam tidak akan lenyap dari permukaan bumi ini hinggalah sampai pada masa yang dikehendaki oleh Allah swt. Maka pada masa itu Allah swt. akan mematikan semua orang-orang Islam dengan tiupan angin yang mematikan setiap jiwa yang beriman dan yang tinggal setelah itu hanyalah orang-orang yang jahat atau orang kafir, maka pada saat itulah akan berlaku hari qiamat.

TAMAT




Riwayat: Hadis Bukhari

#112 Guest_Ultra_*

  • Tetamu

Posted 04 November 2003 - 12:29 PM

SELAMAT DATANG RAMADHAN AL MUBARAK

Sejarah Ramadhan
1) Ramadhan: ertinya panas terik
2) Bulan di turunkan Al Quran dan disebut (syahru ramadhana)
3) Berlakunya perang Badar Kubra dan mendapat kemenangan.
4) Bulan dimana nabi mengambil balik Mekah dari tangan Musyrikin dan berakhirnya penyembahan berhala.
5) Di dalamnya dipilih ada malam al-qadar yakni lebih baik drpd 1000 bulan.
6) Di pilih untuk ibadat puasa.
7) Di pilih untuk ibadat2 lain (tadarus Al Quran)
Kelebihan Bulan Ramadhan
1) Kamu akan di naungi Ramadhan. (bagi yg telah meninggal dunia terlepas dari siksa kubur)
2) Bulan penuh keberatan
3) Di malamnya ada lebih baik drpd 1000 bulan
4) Amal sunat sama dengan solat fardhu
5) Manakala solat fardhu mendpt 70 kali ganda
6) Bulan sabar dan pahalanya adalah syurga
7) Bulan menambah rezeki
8) Memberi buka banyak pahala
9) Bulan keampunan

doa yang paling makbul iaitu doa sebelum berbuka puasa.
juga doa pada sepertiga malam.
10)10 hari pertama adalah mulanya rahmat,
10 hari pertengahan - pengampunan,
10 hari terakhir - kemerdekaan api neraka.

Amalan-amalan di bulan Ramadhan
1) Mengucapkan Selamat Menyambut Bulan Ramadhan
2) Menempah pakaian untuk Ramadhan
3) Niat puasa sebulan pd permulaan Ramadhan
4) Hendak tidur bacalah 4 ayat terakhir Surah Al Kahfi supaya dapat bangun malam 5) Berazam melakukan Terawih 20 rakaat (bukan 8 rakaat)
6) Bertadarus secara bersemak (bukan sendirian)
7) Solat berjemaah setiap waktu
8) Solat jemaah di masjid/surau
9) Amalkan Qiyamulail walaupun pendek
10) Sahur diwaktu akhir
11) Sahur - utk mengelakkan makanan tidak hadam elakkan makanan pedas dan tutup sahur dengan air susu
12) Mandi Janabat sebelum Imsak
13) Kurangkan tidur
14) Tunaikan Solat sunat fajar (Solat Sunat Subuh)
15) Tunaikan Solat Dhuha
16) Tidur waktu cuti (satu jam sebelum Zohor)
17) Tunaikan solat Rawatib
18) Jaga pacaindera
19) Elakkan gosok gigi pd waktu petang
20) hadiri majlis ilmu
21) Buat baik pd ibubapa
22) Isteri hendaklah taat pd suami
23) Banyakkan bersedekah
24) Berbuka dgn 3 biji kurma dan air yg belum dipanaskan oleh api
25) Berbuka bersama org tua
26) Jemput tetamu berbuka
27) Kurangkan berat badan
28) Banyakkan i'tikaf di masjid (lelaki sahaja)
29) Baiki hubungan suami isteri
30) Baiki hubungan jiran
31) Isteri jauhi drpd keluar memakai mekap & perhiasan
32) Elakkan berbelanja berlebihan
33) Kuatkan kesabaran
34) Banyakkan selawat,istighfar,bertasbih
35) Berazam beramal (pada malam Lailatul Qadar)
36) Mengejut anak dan isteri di mlm Lailatul Qadar
37) Elakkan menonton TV yg mengandungi nafsu
38) Elakkan mendengar radio berunsur hiburan
39) Berdoa dgn nada lembut dan merayu
40) Jauhkan bercumbu dgn suami/isteri
41) Mendoakan ibu bapa samaada hidup atau yg meninggal dunia
42) Melazimkan solat waktu
43) Elakkan sebelum berbuka bersiar2 yg menjadikan pandangan liar
44) Elakkan banyak berhutang
45) Melepaskan perasaan sedih melepaskan Ramadhan ditakuti tidak bertemu lagi dengan Ramadhan akan datang
46) Tunaikan zakat fitrah

Cara Beramal Di Malam Lailatul Qadar (Malam 21-30)
1) Kepada Orang Tua Lemah Cara beramal solat Maghrib, Isyak dan Tarawih berjemaah di masjid/surau, ini sudah dikira beramal Al Qadar

2) Orang yg tidak sanggup solat malam yang panjang

Baca ayat akhir surah Al Baqarah
Baca ayat Kursi
Baca surah Yaasin
Baca surah Al Zalazah
Baca surah Al Qafirun
Baca surah Al Ikhlas
3) Bagi orang yamg kuat dan cergas

Bangunkan isteri dan anak
Mandi
Solat malam - Tahajjud, Taubat, Tasbih, Hajat, Istikharah, dan baca Al Quran

NUZUL Al QURAN ( 17 Ramadhan )

Tarikh turunnya Al Quran
Beramallah di malamnya dengan solat malam dan amal2 yg baik

Cara Sambut Hari Raya
Jangan sekali2 disambut dgn hiburan, mercun, pesta lampu dan berbagai kemungkaran dan kemaksiatan. Pada petang akhir Ramadhan org2 yg meninggal(sudah mati) menangis kerana peluang untukberehat telah berakhir. Adalah di cadangkan semoga keluarga menziarahi kubur pada petang akhir Ramadhan atau jika kuburnya jauh, hendaklah dibaca doa Tahlil selepas solat Asar. Semoga mereka diampuni.

Ibnu Abbas r.a pernah mengatakan bahawa roh orang yg meninggal dunia dibenarkan pulang ke rumah anak2nya dan berdiri di pintu rumah memohon belas kasihan drpd anak2 mengirimkan bacaan doa, sekurang2nya Al Fatihah sekali utk mereka. Oleh itu janganlah terlalu gembira dan ingatlah org2 tua yg sudah meninggal, semoga nanti sampai giliran kita maka anak2 akan ingat kpd kita

Takbir Di Malam Raya
Takbir sebenarnya mempunyai cerita di sebaliknya. Mengikut riwayat, bermula dari peperangan Ahzab. Peperangan berlaku di dalam musim sejuk, kemudian Salman Al Farisi mencadangkan supaya di gali parit (Khandak) di akhirnya peperangan ini di beri pertolongan oleh Allah dan kemudian dirakamkan di dalam Takbir.

Kesimpulannya
Bulan Ramadhan datang setahun sekali dan ia sebaik2 bulan, penuh keberkatan, pengajaran, mendidik mempunyai ketahanan dan penuh dgn amalan-amalan untuk mendekatkan diri kpd Allah dan hubungan sesama manusia. Oleh itu bersiap sedialah dari awal supaya ia benar2 mengubah sikap yg baik dan seterusnya menjadi insan yg soleh/solehah. Semoga dipertemukan di Ramadhan yang akan datang.

*Doa utk menghilangkan baran, maklumlah waktu lapar memang lekas naik angin....
Rujuk kepada Surah Al-Anbiyak ayat ke 69. Sebelum minum baca doa dan tiupkan pada air (utk diri sendiri,anak,suami dll). Insyaallah cuba amalkan.

Wallahua'llam.
SELAMAT BERPUASA

#113 rizal

    Mejar

  • Core
  • 2,904 posts
  • Gender:Male
  • Location:Riyadh,Saudi Arabia
  • Kepakaran:Networking, System,Network Administration, Network Management
  • Freelance:Tidak

Posted 05 November 2003 - 09:40 AM

Dapat dari email NURY INSTITUTE.

PUASA YG BERKESAN UTK KESIHATAN

Gejala-gejala yang berlaku semasa berpuasa:

Beberapa perkara akan berlaku disebabkan oleh pembuangan toksin dan
Bahan buangan ketika kita berpuasa seperti nafas berbau, peluh juga berbau,
Kulit kering bersisik dan gatal, air kencing pekat dan berbau dan mungkin juga kerap kencing, buang air besar selepas beberapa hari berpuasa, sakit
kepala, lenguh badan dan demam (kesan toksin keluar dari lemak ke darah, sebelum keluar dari badan), dan mungkin juga berlaku selsema dan kahak serta lendir dan keputihan.

Pesanan: Jika gejala ini tidak serius, jangan cuba ubatkan kerana ia akan berhenti dengan sendirinya.

Cara berbuka dan bersahur yang berkesan:

(i) Berbuka dengan buah dan air bertapis yang tidak dimasak (guna water-filter).
(ii) Solat Maghrib terlebih dahulu bagi memberi peluang perut mencerna makanan
iii) Makan makanan yang senang hadam dan kurangkan masakan berminyak, berempah dan pedas. Seelok-eloknya makan sayur, tahu dan kekacang.
(iv) Kurangkan kadar makanan dari biasa
(v) JANGAN minum air sambil makan. Insya-Allah jika makan secara perlahan-lahan, masalah tercekik tidak akan berlaku.
(vi) Minum air putih atau teh herba atau minuman yang mengandungi getah
anggur, buah kembang semangkuk dan biji selasih sebanyak yang terminum. Waktu sahur elok makan buah dan susu atau sebarang makanan cecair.

Cara berpuasa yang tidak berkesan:
i) Makan terlalu banyak (waktu sahur dan berbuka)
ii) Makan makanan yang pedas dan berempah serta payah hadam
iii) Makan terlalu banyak daging binatang terutama bagi pengidap batu karang, gout dan alahan.
(iv) Mengulangi makan sepanjang malam.
(v) Kurang minum air pada malam hari atau lebih minum air semasa makan
(vi) Tidur selepas kenyang makan

Makanan yang menjejaskan khasiat puasa kerana mengandungi bahan kimia:

i) Kopi dan teh.
(ii) Air paip masak yang tidak ditapis.
(iii) Makanan yang ada bahan pengawet, pewarna, perasa tiruan seperti burger, sosej, mee segera, air tin & kotak, air squash, nugget dan seumpamanya.
(iv) Makanan masin perlu dielakkan semasa berpuasa kerana ia menyebabkan air bertakung dalam badan (water retention)
(v) Merokok

Fasa-fasa puasa yang berjaya:

Fasa pertama (2-3hari):
Perut akan terasa lapar, badan cepat letih, cepat marah kerana kadar glukosa dalam darah rendah

Fasa kedua (3-14 hari):
Kurang selera makan, senang gelap mata, nafas berbau, lidah menjadi putih atau berdaki manakala badan menjadi lesu.

Fasa ketiga(14-akhir puasa):

Lidah menjadi bersih, nafas hilang bau, selera makan baik, tenaga mula pulih dan kadar glukosa menjadi normal kembali. Di fasa ini juga mental, emosi dan badan semakin optimum dan diri menjadi orang baru. Keadaan puasa begini hanya dicapai oleh mereka yang benar-benar mengawal makan dan minum supaya proses asidosis dan ketosis di dalam badan berjalan lancar.

Amalan hari raya yang merosakkan manfaat puasa:

(i) Makan banyak (terutamanya daging, berempah, berlemak dan berminyak)
(ii) Makan kerap
(iii) Kuih-muih yang payah dihadam
(iv) Air yang mengandungi pewarna, perasa tiruan

Manfaat puasa yang berkekalan:

(i) Kurang makan kerana perut dah kecut
(ii) Kesihatan bertambah baik

Saya akhiri dengan sabda Rasulullah s. a. w. yang bermaksud: <” "> Ada banyak orang yang berpuasa tetapi ia tiada memperolehi dari puasanya itu. Selain dari lapar dan dahaga (yakni tiada mendapat pahala).> ">

#114 ladybird_she

    Sarjan Mejar

  • Ahli Professional
  • 213 posts
  • Location:kEy eLL
  • Interests:reading, surfing

Posted 05 November 2003 - 05:22 PM

Assalammualaikum dan salam sejahtera,

Diambil dari email...

Pesanan ibu untuk anak² perempuannye...
-------------------------------------------------------------

Kali nie saya tak bercerita tentang ustaz kecil ku tapi saya nak berkongsi
pesanan Allahyarhamah ibu saya. Setiap kali menjelang ramadhan
tergiang-giang suara ibu yang rasanya baru saja saya dengar walaupun telah berlaku berbelas tahun. Diantara tazkirah ibu yang amat saya ingat ialah ketika bulan puasa selepas bersahor sementara menunggu waktu solat subuh ibu akan memanggil kami semua (3 orang anak perempuannya - ibu mempunyai 4 orang anak perempuan seorang dah berumahtangga dan dua orang anak lelaki) dan akan bercerita tentang kebesaran Allah dan hukum hakam dalam islam dengan menggunakan bahasa yang amat mudah difahami walaupun ketika itu saya masih
lagi bersekolah menengah rendah dan ayah pula meninggal dunia ketika usia saya tiga bulan.


Ibu : Apa yang nak ibu cakap nie....dengar baik-baik lebih-lebih lagi
pada Ateh (anak no. 3) dan Acik (anak no.5). Ateh akan mendirikan
rumahtangga tak lama lagi. Apabila hampir penghujung puasa dah tentu kamu suami isteri akan berbantah-bantahan untuk pulang ke kampung siapa pada hari raya pertama. Betul tak??????

Ateh & Acik : Betul....mestilah ghumah ibu dulu.........

Ibu : Dengar dulu....contohnya jika rumah kamu di Tanjong Malim, rumah ibu di Cheras dan rumah mentua kamu di Johor, rumah siapakah yang akan kamu tuju dulu?

Ateh & Acik : Ghumah ibulah.....sebab dekat

Ibu : Tidak.......ibu tidak izinkan kamu balik ke sini.........baliklah ke
rumah mentua kamu dan jika mentua dan suami kamu izinkan barulah balik
ke rumah ibu........ibu tak kisah hari raya yang keberapa sekalipun.

Ateh : Mengangguk.......(tanda faham ler tue...... dia nie banyak ikut
perwatakan ibu....penyabar, bertolak ansur dan mahir dalam menjahit, sulam menyulam, memasak dan juga pandai mengurut....diantara kami adik-beradik dialah yang paling dalam pengetahuannya dalam islam seperti ibu juga).

Acik : Mana boleh macam tu tak aci lahhhhhh......kena gilir-gilirlah
baru adil. (dia nie memang kaki bangkang pun.....outspoken skit kalau dia
tak puas ati)

Ibu : Ingatlah......jika anak-anak perempuan ibu sayangkan ibu dan inginkan kebahagian ibu di akhirat nanti...taatlah pada suami dan mentua kamu........

Acik : Macam kaum h**** lak. Dah kawin tak boleh gi rumah emak bapak.

Ibu : Bukan macam tu......islam tu indah.......setiap anak-anak perempuan
yang taat pada suami di samping mentua mereka, ibubapanya akan mendapat pahala di atas ketaatannya itu..... dan seperkara lagi.....untuk menjaga suami tidak sesusah mananye... hanya dua perkara kalau kamu nak menundukkan suami kamu mengikut islammmm......JAGALAH NAFSUNYA DAN JAGALAH PERUTNYA.

InsyaAllah dia tak akan kemana.....kalau dia melilau pun dia akan kembali
kepada kamu juga. Pahala kamu ada di dalam rumah kamu tak payah bersusah payah macam kaum lelaki di luar rumah mencari pahala.

Ditakdirkan Allah Ateh bernikah dengan abang ipar yang yatim piatu......jadi setiap tahun beraya bersama ibu manakala Acik pulak masih mempunyai ibubapa mentua . Hampir setiap tahun pada hari raya puasa Acik sekeluarga akan beraya di rumah mentua di Melaka cuma pada hari keempat atau selebihnya di rumah ibu (rumah Acik di Kedah. Dengan takdir Allah ketika saya berada di tingkatan 6 rendah, dua hari sebelum hari raya puasa Acik sekeluarga tiba di rumah ibu. Ibu terkejut tapi saya rasa.........terkejut campur gembira agaknya ibu pada masa itu.Selepas pulang dari solat terawih ibu duduk berbual dengan abang ipar...


Ibu : Bila kamu nak bawa isteri kamu pulang ke Melaka?

Abang ipar : Kami akan beraya di sini dan raya ke dua nanti baru balik ke
Melaka (dia nie memang malu sakan dgn ibu).

Ibu : Adakah ini desakan dari isteri kamu?

Abang ipar : Tidak bu.......saya izinkan keluarga saya beraya di sini.

Ibu : Bagaimana ibubapa kamu adakah mereka setuju?

Abang ipar : Mereka tiada halangan.

(dalam hati saya rasa terkilan..........apalah ibu nie....biarkan jerlah
Acik nak beraya di sini)

Ibu : Izinkan ibu bercakap dalam talipon dengan emak kamu. (abang ipar
bangun dan mendail no. talipon kampungnya dan menyerahkan ganggang talipon pada ibu....lama gak ibu bergayut dengan besannya). Emak kamu tak ada masalah kamu sekeluarga beraya bersama ibu di sini. (sambil menitis airmata) Terima kasih kerana membawa anak dan cucu-cucu ibu ke sini.



Apabila habis bulan syawal seperti biasa hanya saya dan ibu saja tinggal
di rumah. Sebagai anak yang bongsu dan paling rapat dengan ibu dan masih solo ketika itu, ibu mencurahkan perasaan dan berbangga kerana dapat membimbing anak-anak perempuan nya kearah islam tapi ibu amat kecewa dengan kedua-dua anak-anak lelakinya yang seperti lembu dicucuk hidung menjadi pak turut kepada isteri mereka. Bayangkanlah menantu perempuan ibu yang sulong tidak pernah bermalam di rumah ibu apatah lagi lepas makan nak tolong basuh pinggan ke atau menolong kerja-kerja rumah yang lain....(tak boleh cerita panjang.........dah masuk bab mengumpat lak.......).



Semasa saya di tingkat 6 atas ibu kembali ke rahmatullah membawa seribu
kekecewaan di atas sikap anak-anak lelakinya. Alhamdulillah apabila saya
mendirikan rumahtangga......masalah pulang beraya tak mendatangkan
masalah pada suami kerana semua jenis cuti kami sekeluarga akan habiskan di rumah mentua saya. Saya juga salah seorang menantu yang disenangi. Saya selalu bertanya pada diri saya sendiri......sempurnakah sudah aku sebagai seorang menantu? Sempurnakah aku sebagai seorang isteri yang solehah?
.......... berjayakah aku menjadi ibu sepertimana ibu ku dulu???????? Ya
Allah.....berilah aku petunjuk dan pimpinlah aku ke jalan yang engkau
redhai.....Aminnnnnn



Selamat menjalani ibadah puasa agar ibadah nie dapat menyihatkan iman

dan fizikal kita.



Wassalam

#115 Guest_azlan07_*

  • Tetamu

Posted 06 November 2003 - 01:38 PM

Petikan dari www. Harakahdaily.net
Thursday, November 06 @ 10:58:19 MYT


Oleh SETIAKAWAN
BARU-BARU ini saya mendapat emel daripada seorang kawan lama. Selepas bertanya khabar dan menceritakan perkembangan terbarunya, dia mencatatkan sesuatu yang bagi saya cukup menyentuh.

Katanya, tulisan mengenai nilai persahabatan dan memupuk keyakinan diri itu telah dihantar oleh seseorang yang kepadanya, dan dia merasakan ia perlu dikongsi oleh lebih ramai orang.

Things you probably never knew or thought about ...
Sesuatu yang anda tidak perasan atau tidak terfikir langsung ....

1. At least 5 people in this world love you so much they would die for you.
Sekurang-kurangnya ada 5 orang dalam dunia ini menyayangi anda dan sanggup mati kerana anda.

2. At least 15 people in this world love you in some way.
Sekurang-kurangnya ada 15 orang dalam dunia ini menyayangi anda dalam beberapa cara.

3. The only reason anyone would ever hate you is because they want to be just like you.
Sebab utama seseorang membenci anda adalah kerana dia ingin menjadi seperti anda.

4. A smile from you can bring happiness to anyone, even if they don't like you.
Senyuman daripada anda boleh membawa kebahagiaan kepada seseorang, walaupun dia tidak menyukai anda.

5. Every night, SOMEONE thinks about you before they go to sleep.
Setiap malam ada seseorang mengingati anda sebelum dia tidur.

6. You mean the world to someone.
Anda amat bermakna dalam hidup seseorang.

7. If not for you, someone may not be living.
Kalau bukan kerana anda, seseorang itu tidak akan hidup bahagia.

8. You are special and unique.
Anda seorang yang istimewa dan unik.

9. Someone that you don't even know exists loves you.
Seseorang yang anda tidak ketahui menyayangi anda.

10. When you make the biggest mistake ever, something good comes from it.
Apabila anda membuat kesilapan yang sangat besar, ada hikmah di sebaliknya.

11. When you think the world has turned its back on you, take a look: you most likely turned your back on the world.
Sekiranya anda merasakan anda dipinggirkan, fikirlah semula; mungkin anda yang meminggirkan mereka.

12. When you think you have no chance of getting what you want, you probably won't get it, but if you believe in yourself, probably, sooner or later, you will get it.
Apabila anda terfikir anda tidak mempunyai peluang untuk mendapatkan sesuatu yang anda ingini, mungkin anda tidak akan memperolehinya, tetapi sekiranya anda percaya pada diri sendiri lambat-laun anda akan memperolehinya.

13. Always remember the compliments you received. Forget about the rude remarks.
Kenangilah segala pujian yang anda terima. Lupakan segala maki hamun, caci & cela.

14. Always tell someone how you feel about them; you will feel much better when they know.
Jangan takut untuk meluahkan perasaan anda; anda akan merasa senang bila seseorang mengetahuinya.

15. If you have a great friend, take the time to let them know that they are great.
Sekiranya anda mempunyai sahabat baik, ambillah masa untuk memberitahunya yang dia adalah yang terbaik.

A Minute.
They say it takes a minute to find a special person, an hour to appreciate them, a day to love them, but then an entire life to forget them. Send this phrase to the people you'll never forget and remember to send it also to the person that sent it to you. It's a short message to let them know that you'll never forget them. If you don't send it to anyone, it means you're in a hurry and that you've forgot your friends. Take the time... to live and love.
Send this letter to all the people you care about, Including the person who sent this to you. If you do so, You will certainly brighten someone's day and might change their perspective on life, for the better.

Seminit
Hanya seminit diperlukan untuk mendapat sahabat baik, sejam untuk menghargainya, sehari untuk menyayanginya, tapi sepanjang hidup untuk melupakannya.
Hantarlah pesanan ini kepada orang yang anda tidak akan lupa dan hantarkan juga kepada orang yang menghantar pesanan ini. Ini adalah pesanan pendek untuk menyatakan yang anda sentiasa mengingatinya. Kalau anda tidak menghantar pesanan ini, bermakna anda sudah melupakan kawan-kawan anda.
Ambillah sedikit masa dan anda sudah pasti memberi keceriaan kepada seseorang atau mungkin mengubah hidup mereka kepada yang lebih baik.

Think about it!
Fikirkanlah! - um

#116 Guest_Ultra_*

  • Tetamu

Posted 07 November 2003 - 12:27 AM

Menelusuri Keperibadian Fatimah Az-Zahra

Hari ini adalah hari kelahiran wanita termulia dan agung iaitu Fatimah Az Zahra. Dialah wanita yang terpelihara daripada segala noda dan dosa. Dia membawa pesan-pesan luhur, nilai-nilai cinta, kasih belas dan dermawan. Getar hatinya hanya demi kebahagian dan kesejahteraan umat manusia.

Lahirnya Fatimah Az-Zahra adalah berkat dan rahmat Ilahi kerana wujudnya yang agung dan mulia telah mengakhiri mitos tentang rendahnya martabat kaum wanita dan seterusnya mengangkat darjat kaum hawa.

Fatimah adalah puteri tercinta baginda Muhammad SAW. Jika Rasulullah SAW adalah ciptaan yang paling sempurna dan Ali adalah lelaki yang mulia maka Fatimah adalah wanita yang paling mulia. Dialah yang mendapat gelaran Sayyidati Nisa'il Alamin, penghulu wanita semesta alam. Senyum Fatimah adalah senyum yang menghilangkan duka lara Rasul. Pengabdian Fatimah adalah pengabdian untuk Rasul. Fatimah adalah 'Ummu Abiha', ibu dari ayahnya, demikian kata-kata suci Rasul menyebut Fatimah dengan penuh rasa bangga. Aisyah yang seringkali cemburu melihat keabraban Rasulullah pernah meriwayatkan bahawa baginda bersabda; "Setiap kali aku rindukan aroma syurgawi, akan kucium Fatimah kerana dia adalah dari benih al-Jannah."

Sesungguhnya Fatimah adalah pewaris seluruh keutamaan ayahnya. Bersama ahli keluarganya, dia diabadikan oleh Allah SWT di dalam Al-Quran;

"Sesungguhnya Allah menghilangkan dosa dari kalian, wahai Ahlul bait, dan mensucikan kalian sesuci-sucinya." (al-Ahzab:33)

Fatimah juga digelar 'al-Kauthar'- telaga yang mengalirkan rahmat dan nikmat Ilahiyah kepada Rasulullah sehingga Allah menyeru baginda agar mensyukurinya, dengan firmanNya;

"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak, maka dirikanlah solat demi Tuhanmu, dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang mencela kamu, dialah yang terputus (keturunannya)." (al-Kauthar)

Adalah kebanggaan tersendiri bagi wanita muslim agar mampu menelusuri jejak langkah Fatimah yang sempurna dalam ketaqwaan, akhlak dan ilmu. Setelah berjaya membentuk revolusi Islam Iran pada tahun 1979, Imam Khomeini mengumumkan bahawa hari kelahiran Fatimah az-Zahra sebagai Hari Wanita. Di mata beliau, Fatimah adalah mukjizat sepanjang sejarah manusia dan merupakan kebanggaan bagi alam semesta. Para wanita di seluruh dunia seharusnya bangga mempunyai Fatimah sebagai suri teladan mereka. Puteri Rasulullah adalah perempuan mulia yang hidup secara sederhana. Beliau tinggal di sebuah rumah kecil, tempat dia mendidik tunas-tunas insan kamil yang menampung pancaran cahaya Fatimah, cahaya yang menerangi segala wujud, dari butir-butir pasir sahara hingga bintang-bintang di langit dan malaikat di jagat raya. Rumah Fatimah adalah ruang singgahnya pancaran cahaya Ilahi serta tempat tumbuh dan besarnya manusia-manusia pilihan. Walaupun kecil dan kosong dari perhiasan, namun penuh dan kaya dengan kemanusiaan. Di situlah rumah di mana berkumpulnya Muhammad sebagai datuk, Ali sebagai ayah, Hasan, Hussein, Zainab dan Ummu Kalthum sebagai anak-anak dan kasih sayang Fatimah sendiri sebagai pembentuknya.

Untuk memahami kebesaran peribadi Fatimah, terlebih dahulu kita harus mengenali ciri-ciri wanita sejati dalam Islam. Islam menyebut lelaki dan wanita sebagai makhluk yang saling melengkapi. Perbezaan jantina tidak ada hubungannya dengan martabat manusia, kerana kemuliaan manusia hanya terletak pada amal perbuatannya. Taqwa yang mengangkat darjat seseorang. Maka, seperti lelaki, wanita juga mempunyai tanggungjawab bagi menggapai ketinggian iman untuk mampu berada di sisi Tuhannya. Justeru wanita yang mampu menunaikan tanggungjawab ini dianggap sebagai wanita yang lebih mulia daripada lelaki.

Kepada Salman Al-Farisi, Rasulullah SAW pernah bercerita tentang kearifan yang dicapai oleh Fatimah. Baginda bersabda, "Wahai Salman, ketahuilah bahawa Allah SWT telah memenuhi kalbu dan seluruh jiwa raga puteriku dengan keimanan." Al-Hassan menuturkan; "Ibuku adalah dia yang memenuhi malamnya dengan doa dan munajat hanya kerana umat Muhammad."

Sebagai pendamping hidup Imam Ali r.a, Fatimah juga tampil sebagai isteri yang ideal dan suri rumah yang penuh tanggungjawab. Bahkan beliau turut menggerakkan beberapa protes sosial terhadap status-quo yang merampas kekhalifahan Ali r.a dan pencerobohan ke atas tanahnya. Demikian besar peribadi Fatimah sehingga insan sehebat Imam Ali r.a merasa tenang dan damai di sisinya. "Demi Tuhan, hingga akhir hayatnya, tidak pernah aku merasa kecil hati dengan perilakunya atau memaksanya. Begitu juga tidak pernah dia merasa marah terhadapku atau tidak mentaatiku. Saat aku melihat Fatimah," kata Imam Ali, "hilanglah duka dari seluruh jiwaku."

Pemimpin Spiritual Republik Islam Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menyebut, "Pelbagai masalah yang timbul hari ini harus diselesaikan dengan bijaksana dan Islamik. Wahyu tidak hanya menyajikan nasihat, tetapi menampilkan juga teladan; salah satunya adalah Fatimah Az-Zahra. Fatimah adalah citra besar dan istimewa merangkumi politik, sosial dan jihad. Seluruh wanita dunia harus berkiblat kepadanya. Kehidupan Fatimah adalah samudera yang diwarnai dengan perjuangan, kerja keras dan - terpenting - ialah syahadah."

"Anda yang bekerja di luar rumah, baik sebagai doktor, pensyarah pengajian tinggi dan sebagainya yang sesuai pada tempatnya, namun tetap harus memberikan keutamaan di rumah. Masalah keibuan dan status isteri dalam rumahtangga, merupakan hal yang amat fundamental dan penting. Anda bukanlah wanita sempurna jika tidak dapat menangani amanah dalam rumah. Kasih sayang memerlukan satu pengerak utama dan itulah wanita yang menjadi ibu kepada rumahtangga. Tanpa kehadiran wanita ideal - seperti Fatimah - rumahtangga akan kering tanpa makna.

#117 Guest_Ultra_*

  • Tetamu

Posted 07 November 2003 - 12:29 AM

KEMESTIAN MEMULIAKAN WALI-WALI ALLAH
Rasulullah SAW bersabda, من عادى لي وليا فقد آذنته بالحرب ، وما تقرب إلي عبدي بشيء أحب إلي مما افترضت عليه ، وما يزال عبدي يتقرب إلي بالنوافل حتى أحبه ، فإذا أحببته كنت سمعه الذي يسمع به ، وبصره الذي يبصر به ، ويده التي يبطش بها ، ورجله التي يمشي بها ، وإن سألني لأعطينه ، ولئن استعاذني لأعيذنه Siapa yang memusuhi waliku pasti aku isytihar perang ke atasnya. Tidak ada kerja-kerja taqarrub (ibadah) yang lebih aku sukai dibuat oleh mana-mana hambaku dari melaksanakan perkara fardu yang telah aku wajibkan kepadanya (untuk melaksanakannya). Semakin kerap hamba ku menghampirkan diri kepada Ku dengan menunaikan solat sunat maka nescaya aku akan sayang kepadanya. Apabila Aku sayang kepadanya Akulah menjadi telinga yang ia mendengar dengannya, menjadi mata dimana ia melihat dengan mata itu. Bahkan akulah tangannya yang ia boleh bertindak dengan tangan itu dan kakinya dimana ia boleh berjalan dengannya. Kalau ia memohon sesuatu nescaya akan Ku beri. Kalau ia memohon perlindungan nescaya akan Ku beri perlindungan.

Riwayat: [Penerangan Hadis]

#118 Guest_Ultra_*

  • Tetamu

Posted 07 November 2003 - 12:31 AM

Membantu Orang Islam Lain yang Teraniaya Adalah W

Rasulullah telah bersabda : Tolong dan bantulah saudara kalian yang menganiaya dan yang teraniaya.
Membantu orang yang menganiaya ialah denan cara menghalangnya dari melakukan kezaliman dan penganiayaan. Dalam hubungan ini Barisan Ulama Al-Azhar telah menyatakan rasa solideritinya dengan kerajaan Afghanistan yang diceroboh oleh Amerika dan sekutunya. Ikuti berita mereka dalam www.islamweb.net

Penerangan Hadis:
دعت جبهة علماء الازهر الى التضامن مع حركة طالبان في حربها ضد الولايات المتحدة. ودعت في بيان لها أمس الولايات المتحدة بالكف فوراً عن حربها للشعب الافغاني بحجة مطاردة الإرهاب واتخاذ اجراءات وفقاً للشرعية الدولية التي تحتكم الى مواثيق الامم المتحدة في الكشف عن مرتكبي جرائم واشنطن ونيويورك الإرهابية والقبض عليهم وتقديمهم الى محاكمة عادلة .
ووقع على البيان 50 عضواً من جبهة العلماء بالازهر منهم الدكتور العجمي دمنهوري خليفة رئيس الجبهة والدكتور يحيى اسماعيل الامين العام للجبهة والدكتور محمد عبد المنعم البري الرئيس السابق للجبهة والدكتور عبد العظيم المطعني والدكتور عبد الحي الفرماوي والدكتور عبد الفتاح اسماعيل والدكتور مصطفى امام.
من جهة اخرى ادان المؤتمر العام لجمعية الشبان المسلمين العالمية الذي عقد بالقاهرة أمس الإرهاب بكل صوره في أي مكان وضد أي شخص في دول العالم كافة.
وشدد المؤتمر الذي خصص لمناصرة فلسطين ونبذ الإرهاب على ان ما يتعرض له الفلسطينيون في الأرض المحتلة هو أبشع أنواع الإرهاب، وطالب باقامة الدولة الفلسطينية وعاصمتها القدس الشريف.
وتحدث وزير الاوقاف المصري الدكتور حمدي زقزوق عن الأزمة الحالية قائلا ان الاسلام يتعرض الى حملة ظالمة سببها الجهل بمبادئه وتعاليمه السمحة، وقال ان الإرهاب ظاهرة عالمية لا يختص بها شعب من الشعوب أو دين من الأديان فهناك ارهابيون ينتمون الى كل الاجناس والاديان، ولا اعرف لماذا يتهم الاسلام وحده بأنه دين الإرهاب ولا يقال إرهاب يهودي أو مسيحي، موضحاً ان نصوص القرآن والسنة النبوية تدعو الى الرحمة والتيسير والاخاء والتعاون بين بني البشر جميعاً بصرف النظر عن اجناسهم وألوانهم وعقائدهم.
وأكد الدكتور نصر فريد واصل مفتي مصر ان الاسلام حارب كل أنواع الإرهاب وصوره ولم يشرع الحرب إلا للضرورة وللدفاع عن الدين والوطن والعرض والمال والنفس.
الجمعة : 19 / 10 / 2001


Riwayat: Riwayat Bukhari

#119 zam4ever

    Kapten

  • Pengendali
  • 2,176 posts
  • Gender:Female
  • Location:Malaysia
  • Interests:Tidur
  • Kepakaran:Rangkaian dan Sistem Operasi UNIX
  • Freelance:Ya

Posted 07 November 2003 - 12:58 AM

Puasa pengubat segala penyakit

QUOTE
Puasa pengubat segala penyakit

Iktibar
Oleh Nur Hidayah
SETIAP kali apabila memasuki bulan Ramadan, kita sering sahaja akan mendengar ada di kalangan orang Islam yang mendakwa dirinya sakit, oleh itu dia tidak mempunyai kekuatan untuk berpuasa.

Walaupun diakui ada di kalangan orang Islam yang benar-benar dikategorikan sakit dan tidak diwajibkan berpuasa, namun puasa hakikatnya adalah pengubat segala penyakit.

Bukan sahaja para ulama mengakui, bahkan pakar perubatan barat juga mengesahkan bahawa puasa boleh mengubati sesuatu penyakit dan ini terbukti melalui kajian seorang Profesor dari England, George Teasdale dalam bukunya bertajuk Nature Heal.

Dalam buku itu Teasdale menegaskan bahawa puasa adalah satu ubat yang paling mujarab untuk mengembalikan kesihatan kepada orang yang sakit.

Malah yang menarik, Teasdale juga menegaskan bahawa orang yang terkena penyakit kencing manis akan hilang penyakit itu kalau dibawanya berpuasa.

Oleh itu adalah jelas sesiapa juga tidak berhak untuk memberi alasan bahawa dia mempunyai penyakit, justeru tidak mampu berpuasa atau harus mengehadkan aktivitinya semata-mata kerana ibadah itu.

Jika kelompok berkenaan menganggap demikian, mereka seolah-olah tidak memahami bahawa kita pasti mendapat pertolongan Allah dalam apa juga kerja yang kita lakukan.

Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud: Sesungguhnya Allah telah berfirman bahawa segala amal kebaikan anak Adam itu dibalas sepuluh kali seumpamanya, sampai kepada tujuh ratus kali. Dan puasa bagi-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Dan puasa itu melepaskan diri dari api neraka dan demi sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa itu sangat harum di sisi Allah. Dan jika seseorang yang jahil melakukan sesuatu terhadap seorang daripada kamu padahal ia berpuasa, maka katakanlah: Sesungguhnya aku berpuasa.

Oleh itu adalah jelas kepada kita bahawa puasa sama sekali tidak akan mendatangkan kemudaratan kepada manusia kerana ia adalah perintah Allah s.w.t.

Sudah tentulah setiap perkara yang dilakukan dengan niat kita untuk beribadah kepada-Nya akan mendapat pembalasan sewajarnya.

Selain itu puasa juga dianggap salah satu cara untuk menyempitkan jalan syaitan ke tubuh manusia. Ini ditegaskan melalui sebuah hadis yang bermaksud:

``Telah bersabda Rasulullah s.a.w. Sesungguhnya syaitan itu berjalan pada tubuh anak Adam di jalan-jalan darahnya. Maka sempitkanlah kamu jalan-jalan itu dengan lapar.

Atas sebab itulah selain berpuasa dalam bulan Ramadan, umat Islam juga digalakkan berpuasa pada bulan-bulan lain terutamanya pada hari Isnin dan Khamis.

Hikmah berpuasa itu juga sudah tercatat dalam sejarah Islam apabila para sahabat Rasulullah mampu mengalahkan musuh-musuh Allah dengan berpuasa dahulu sebelum berperang menentang kaum kafir.

Begitu juga Rasulullah, baginda berpuasa sekurang-kurangnya tiga hari tiap-tiap bulan, iaitu pada setiap awal bulan.

Justeru, ingatlah sabda Rasulullah yang bermaksud:

Puasalah kamu nescaya sihat tubuh badanmu dan merantaulah kamu, nescaya menjadi kayalah kamu.


Sumber :
Utusan Malaysia
6 November 2003
11 Ramadan 1424

Maha Suci Allah.
Salam ceria.

#120 gunx

    Leftenan Muda

  • Ahli Professional
  • 901 posts
  • Gender:Male
  • Location:Kg Senggora, Maran, Phg
  • Interests:Membaca buku WROX PRESS

Posted 07 November 2003 - 09:29 AM

khas kepada bakal2 yg nak kawen + plan nak kawen + kawen lagi satu ....


petikan drpd laman :
http://www.galeriilmu.com.my/dyn/modules.p...ion=read&sid=92
CODE
MUHASABAH: Kahwin Cepat - Yang Berkat Jadi Mudarat?

Kiriman pada _DATETIMELONG oleh webmaster



Anis



Majlis akad nikah itu baru sahaja usai. Saya dan beberapa orang sahabat masih menikmati minuman ringan yang disediakan oleh pihak tuan rumah.

Tiba-tiba seorang lelaki tua yang memang saya kenali menarik tangan saya dan bertanya, “Kenapa orang sekarang kahwin lambat sangat?”

Saya lantas bertanya, “Tuk dulu kahwin cepat?”

“Umur 15 tahun, nenek kau dah dapat anak seorang…”



Terbayang anak perempuan saya yang menuntut di tingkatan 5 sekarang. Sukar nak membayangkan betapalah di usia itu dia sudah mempunyai anak. “Bahagia Tuk?”

“Tak bahagia apa… anak Tuk 12 orang!”

Terhibur saya berbual dengannya, semuanya diukur dengan angka.

“Saya berkahwin pada umur 21 tahun. Waktu tu masih menuntut lagi, orang heboh saya tak sabar,” adu saya tanpa dipinta. Sengaja mengundang reaksi.



“Tak sabar? Pelik, kalau zaman Tuk, tu kira terlajak dah tu!”

“Betulkah saya tak sabar, Tuk? “ tanya saya semacam mengusik.

“Eh, taklah. Kalau nak buat baik, eloklah cepat. Selamat dari maksiat. Kalau betul tak sabar, Tuk ni lagilah tak sabar… umur 17 tahun dah kahwin, heh, heh, heh…”

“Setuju tak Tuk kalau dikatakan soal kahwin ni bukan soal cepat lambat, tapi soal dah bersedia atau tidak?”

“Setuju. Tapi kena hurailah maksud persediaan tu…” tajam Tuk membalas. “Kalau ikut pandangan Tuk, apa agak-agaknya persediaan tu?”

“Soal ni tak boleh agak-agak… Mesti tepat.”

Terkedu saya dibuatnya. Tuk ni bukan sebarang orang.



“Maksud bersedia bukan sahaja dari segi umur… Asal akil baligh dah boleh kahwin. Bukan sahaja diukur oleh badan yang sihat, pendapatan yang cukup, tapi yang penting kematangan diri… Ertinya, seseorang yang nak kahwin mesti dah mula dapat berfikir dengan baik, dah boleh sedikit sebanyak kawal perasaan, dan jiwa tu sikit-sikit dah agak tenang.”

Saya menung panjang. Tertikam di sudut hati petanyaan, sudahkah saya matang sewaktu mula berkahwin dahulu?



“Jangan menung… Tuk cuma kata, dah sedikit sebanyak matang. Tak payah tunggu matang betul… nanti tak kahwin pula!” usik Tuk seperti dapat membaca fikiran saya. Walau tanpa ijazah, Tuk sebenarnya sedang menjelaskan asas kebahagiaan rumah tangga yang kadang kala tidak dapat ditimba di mana-mana menara gading.



“Macam mana nak matang?” tanya saya perlahan. Malu rasanya untuk diajukan soalan sedemikian di usia 40-an ini. Terasa terlambat!

“Tentulah dengan ilmu. Dulu Tuk dan kawan-kawan… umur sebelas tahun dah khatam Quran. Dah selesai belajar ilmu fardu ain. Rukun, sah, batal dan lain-lain ilmu asas dah OK. Bila sudah baligh buka kitab Muhimmah, baik lelaki, baik perempuan. Dah diterangkan tanggung jawab suami, isteri dan asas-asas kerukunan rumah tangga.”



“Itu sahaja? Ilmu lain?” soal saya pendek.

“Eh, perlu. Mesti ada ilmu untuk cari rezeki. Yang otak baik, jadilah guru, pegawai kerajaan… ikut keadaan zaman tulah. Tuk ni tak nasib baik… kerja kampung sahaja, guna tulang empat kerat, buka tanah. Itulah dusun yang Tuk kutip hasilnya sampai sekarang ni...”

“Tapi sekarang Tuk dah senang. Dengarnya dah dua kali naik haji.”

“Tak senang. Tapi mudah-mudahan… tenang. Tulah doa Tuk, biar hidup kita tenang.”



“Agaknya sebab kurang matang nilah orang sekarang kahwin lambat?” cuit saya, kembali ke tajuk asal.

“Ni agak Tuklah. Budak sekarang tak macam dulu. Mereka ni macam lambat matang. Kalau dulu umur 13 dah boleh pikul tugas. Dah berdikari, dah boleh harap jaga emak bapak. Setakat jadi imam dan baca berzanji tu lancar… tapi sekarang lain, umur dah 23 tahun pun masih bergantung kepada emak bapak. Nak jadi imam? Jauh sekali.”

Terbayang kekesalan di wajahnya. Dia menyambung, “Sekali tu Tuk tengok betul-betul dengan mata kepala ni macam mana seorang bakal pengantin tersekat-sekat mengucap kalimah syahadah depan tuk kadhi. Bila tanya rukun sembahyang, geleng kepala. Yang dihafalnya rukun nikah saja…”



“Kalau macam tu macam mana?”

“Baik tak usah kahwin. Macam mana dia nak pimpin isteri dan anak-anaknya nanti? Tu baru ilmu yang paling asas, belum lagi ilmu… apa orang kata… … parenting skill.”

“Tuk pun tahu parenting skill?”

“Sekarang ni macam-macam sumber ilmu ada. Di radio, tv, ceramah, buku-buku… ah, macam-macam.”

“Tapi Tuk, kalau tak kahwin pun susah juga… Nanti terjebak dengan maksiat,” kilas saya.

“Tulah, ajaran Islam ni macam mata rantai. Lepas satu disambung satu. Bermula dengan yang paling utama, diikuti yang kedua, ketiga dan seterusnya… Ilmu tauhid, fekah dan akhlak perlu diasak di awal usia. Diiring ilmu akademik. Jadi, bila dah nak kahwin nanti, ilmu tu semua dah ada. Persediaan agama ada, persediaan material ada.”



“Macam mana kalau ada yang lambat-lambatkan kahwin kerana katanya belum bersedia, dari segi material dan agama?”

“Apapun biarlah berpada-pada. Kalau nak diikutkan ilmu agama… sampai mati pun tak akan habis dituntut. Cukuplah sekadar keperluan dulu dan tambah lagi selepas kahwin. Begitu juga soal material, soal kerja, profesion… Ni pun tak akan habis-habis. Ukurlah ikut keperluan dan kemampuan diri. Jangan sampai terlanjut usia sudahlah. Jangan nanti ilmu ada, matang ada, duit ada, calon pulak tak ada…”

“Tuk lihat macam mana keadaan anak muda masa kini?” terluncur soalan yang berbau akademik tanpa saya sedari.



“Akibat tak ikut tertib dalam menghayati ajaran Islam, keadaan jadi agak lintang-pukang sekarang. Yang berkat jadi mudarat. Tak dikahwinkan, membuat maksiat. Bila dikahwinkan, tak bertanggungjawab.”

“Antara dua keadaan ni… yang mana patut kita pilih?”

“Perlukah kita buat pilihan? Pada Tuk… pilihlah keadaan yang tidak memaksa kita membuat pilihan!”

Saya terdiam. Kagum. Kata-kata tersirat itu boleh mengundang seribu wacana para sarjana!



(Koleksi Anis/ Oleh Pahrol Mohd Juoi)


#121 ladybird_she

    Sarjan Mejar

  • Ahli Professional
  • 213 posts
  • Location:kEy eLL
  • Interests:reading, surfing

Posted 07 November 2003 - 12:08 PM

Menanti jodoh datang menjemput (Petikan dr Mingguan Wanita)

Oleh : Dr HM Tuah Iskandar Al-Haj


"Melalui emel, seorang wanita bertanya apakah keturunan menyumbang perihal jodoh. Kakaknya sudah berumur 35 tahun masih belum berkahwin. Usianya sendiri sudah 25 tahun dan masih belum punya teman."

Tidak, jodoh tiada kaitan dengan keturunan. Hanya belum sampai masanya. Ia bagai menanti jambatan untuk ke seberang. Kalau panjang jambatannya jauhlah perjalanan kita. Ada org jodohnya cepat sebab
jambatannya singkat. Usia 25 tahun rasanya belumlah terlalu lewat. Dan usia 35 tahun belum apa2 kalau sepanjang usia itu telah digunakan untuk membina kecermelangan. Nyatakanlah perasaan dan keinginan anda itu dalam doa2 lewat sembahyang. Allah mendengar. Wanita baik untuk lelaki yang baik sebaliknya wanita jahat untuk lelaki yang jahat.
Biar lambat jodoh asalkan mendapat Mr Right dan biar seorang diri drp menjadi mangsa lelaki yang tidak beriman kemudian nanti.

Memang kita mudah tersilap mentafsir kehidupan ini. Kita selalu sangka, aku pasti bahagia kalau mendapat ini. Hakikatnya, apabila kita benar2 mendapat apa yang kita inginkan itu, ia juga dtg bersama masalah.


Kita selalu melihat org memandu kereta mewah dan terdetiklah di hati kita, bahagianya org itu. Hakikatnya apabila kita sendiri telah memiliki kereta mewah kita ditimpa pelbagai kerenah. Tidak mustahil pula org yang memandu kereta mewah (walaupun sebenarnya tak mewah) terpaksa membayar lebih tatkala berhenti untuk membeli durian di tepi jalan. Orang lain membeli dengan harga biasa, dia terpaksa membayar berlipat ganda.


Ketika anda terperangkap dalam kesesakan jalan raya, motosikal mencelah-celah hingga mampu berada jauh di hadapan. Anda pun mengeluh, alangkah baiknya kalau aku hanya menunggang sebuah motosikal seperti itu dan cepat sampai ke tmp yang dituju. Padahal si
penunggang motosikal mungkin sedang memikirkan bilakah dia akan memandu kereta di tgh2 bandar raya.


Bukan semua yang anda sangka membahagiakan itu benar2 membahagiakan. Bahagianya mungkin ada tapi deritanya juga datang sama. Semua benda, pasti ada baik buruknya. Demikian juga perkahwinan. Ia baik sebab ia dibenarkan oleh agama, sunnah Nabi, sebagai saluran yang betul untuk melepaskan shahwat dia samping membina sahsiah dan sebagainya, tapi ia juga buruk sebab ramai org yang berkahwin hidupnya
semakin tidak terurus. Ramai orang menempah neraka sebaik sahaja melangkahkan kaki ke alam berumahtangga. Bukankah dengan ijab dan Kabul selain menghalalkan hubungan kelamin, tanggungjawab yang
terpaksa dipikul juga turut banyak? Bukankah apabila anda gagal melaksanakannya anda membina dosa seterusnya jambatan ke neraka?

Berapa ramaikah yang menyesali perkahwinan masing2 padahal dahulunya mereka bermati-matian membina janji, memupuk cinta kasih malah ada yang sanggup berkorban apa sahaja asalkan segala impian menjadi nyata?

Jika tidak sanggup untuk bergelar isteri tidak usah berkahwin dulu. Jika merasakan diri belum cukup ilmu untuk bergelar ibu ataupun ayah, belajarlah dulu.
Jika rasa2 belum bersedia untuk bersabar dgn kerenah anak2, carilah dulu kesabaran itu. Jangan berkahwin dahulu sebab kenyataannya ramai yang tidak bersedia untuk melangkah tetapi telah melompat, akhirnya jatuh terjerumus dan tidak jumpa akar berpaut tatkala cuba mendaki naik.


Berkahwin itu indah dannikmat bagi yang benar2 mengerti tuntutan2nya. Berkahwin itu menjanjikan pahala tidak putus2 bagi yang menjadikannya
gelanggang untuk mengukuhkan ima, mencintai Tuhan dan menjadikan syurga sebagai matlamat. Berkahwin itu sempadan dari ketidaksempurnaan insan kepada kesempurnaan insan - bagi yang mengetahui rahsia2nya.


Berkahwinlah anda demi Tuhan dan Nabi-Nya, bukan berkahwin kerana perasaan dan mengikut kebiasaan.
Jodoh usah terlalu dirisaukan, tiba masanya ia akan datang menjemput, namun perlu juga anda membuka lorong2nya agar jemputan itu mudah sampai dan tidak terhalang.

#122 bulan_terang

    Leftenan Muda

  • Pengendali
  • 930 posts
  • Gender:Male
  • Location:UPM, Serdang
  • Interests:None
  • Kepakaran:Tidak pakar
  • Freelance:Tidak

Posted 13 November 2003 - 10:57 PM

QUOTE
Koleksi Mutiara Kata...  
p/s: sudi-sudikan post mutiara kata korang jugak yer..


[list]Tanda akal seseorang itu ialah pekerjaannya dan tanda ilmu seseorang itu ialah perkataannya.

Usahlah bimbang jika diri anda tidak dihargai,akan tetapi anda perlu bimbang jika diri anda tidak berharga lagi.

Iman itu ibarat air laut, yang kadangkala surut,oleh kerana itu berusahalah supaya iman terus bertambah.

Empat macam nilai yang tidak dapat dinilai dan merasakannnya kecuali yang empat macam kumpulan pula.
a)Harga atau nilai masa muda tidak diketahui kecuali oleh orang yang sudah tua.
b)Harga atau nilai kesihatan,tidak diketahui kecuali orang-orang yang sakit
c)Harga atau nilai keselamatan tidak diketahui kecuali oleh orang-orang yang ditimpa bala
d)Harga atau nilai hidup,tidak diketahui kecuali oleh orang-orang yang telah mati

Kebodohan adalah penyakit,kerana sama halnya dengan orang yang buta berjalan ditempat gelap-gelita tanpa cahaya.Kebodohan akan membawa kepada kesesatan.Tidak ada musuh yang lebih berbahaya daripada kebodohan.Bergaul dengan orang yang bodoh adalah seksaan.Kerugian,kesusahan,kelemahan dan kehinaan bukanlah timbul daripada nasib buruk akan tetapi kerana kebodohan.

Kalau perbuatanmu yang baik itu mengembirakan hatimu dan perbuatanmu yang jahat itu meresahkan hatimu,maka itu adalah tanda-tanda bahawa kamu seorang mukmin.

Orang yang kurang ditimpa kesulitan jiwanya akan lemah dan orang yang kurang bekerja badannya pula akan lemah.

Bagi orang yang pandai bergaul,pintu masyarakat terbuka luas untuknya.Kalau pandai bergaul, yang berat menjadi ringan,yang jauh menjadi dekat,yang susah menjadi mudah.Dunia ini baginya hanya sebesar bola.

Untuk mendapat rezeki,hasil dan nasib yang baik,setiap orang itu harus berani menempuh bahaya, rezeki itu melekat dalam bahaya.

Janganlah salahkan yang b*doh kerana tidak tahu.Tetapi salahkan yang cerdik kerana tidak menunjuk (mengajar)......(IMAM GHAZALI)

Orang yang mementingkan dunia akan selalu menyalahkan orang lain.Sedangkan yang mementingkan akhirat akan selalu mencari kesalahan dirinya.......(SYAIR ARAB)

Sebaik-baik manusia adalah mereka yang apabila melakukan sesuatu pekerjaan,mereka melakukannya dengan ikhlas dan cara yang baik...........(HADIS) [list]

ref: http://www.perpustam.edu.my/web/mazzmi/mutiarakata.htm

#123 Guest_Johore_*

  • Tetamu

Posted 14 November 2003 - 09:56 AM

Salam..

Peringatan Jibrail Mengenai Neraka Jahannam

Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata:

Jibrail datang kepada Nabi s.a.w pada waktu yang ia tidak biasa datang
dalam keadaan berubah mukanya, maka ditanya oleh Nabi s.a.w.: "Mengapa
aku melihat kau berubah muka?" Jawabnya: "Ya Muhammad, aku datang
kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka,
maka tidak layak bagi orang yang mengetahui bahawa neraka Jahannam itu
benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu besar untuk
bersuka-suka sebelum ia merasa aman daripadanya."

Lalu Nabi s.a.w. bersabda: "Ya Jibrail, jelaskan padaku sifat Jahannam."

Jawabnya: "Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama
seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga
putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak
pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yang mengutus engkau dengan
hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum nescaya akan dapat membakar
penduduk dunia semuanya kerana panasnya. Demi Allah yang mengutus engkau
dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di antara
langit dan bumi nescaya akan mati penduduk bumi kerana panas dan
bahangnya. Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan satu
pergelangan dari rantai yang disebut dalam Al-Qur'an itu diletakkan di
atas bukit, nescaya akan cair sampai ke bawah bumi yang ke tujuh. Demi
Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan seorang di hujung barat
tersiksa, nescaya akan terbakar orang-orang yang di hujung timur kerana
sangat panasnya. Jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi, dan
minumannya air panas campur nanah, dan pakaiannya potongan-potongan api.
Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bahagiannya yang
tertentu dari orang laki-laki dan perempuan."

Nabi s.a.w. bertanya: "Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah
kami?"

Jawabnya: "Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di bawah dari
lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan 70,000 tahun, tiap pintu
lebih panas dari yang lain 70 kali ganda (iaitu yang lebih bawah lebih
panas)."

Tanya Rasulullah s.a.w.: "Siapakah penduduk masing-masing pintu?"

Jawab Jibrail: "Pintu yang terbawah untuk orang-orang munafik, dan
orang-orang yang kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat Nabi Isa
a.s. serta keluarga Fir'aun sedang namanya Al-Hawiyah. Pintu kedua
tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim. Pintu ketiga tempat orang
shobi'in bernama Saqar. Pintu ke empat tempat Iblis dan pengikutnya dari
kaum Majusi bernama Ladha. Pintu kelima orang Yahudi bernama Huthomah.
Pintu keenam tempat orang Nasara bernama Sa'eir."

Kemudian Jibrail diam segan pada Rasulullah s.a.w. sehingga ditanya:
"Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ke tujuh?"

Jawabnya: "Di dalamnya orang-orang yang berdosa besar dari ummatmu yang
sampai mati belum sempat bertaubat."

Maka Nabi s.a.w. jatuh pengsan ketika mendengar keterangan itu, sehingga
Jibrail meletakkan kepala Nabi s.a.w. di pangkuannya sehingga sedar
kembali dan sesudah sedar Nabi s.a.w bersabda: "Ya Jibrail, sungguh
besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummatku
yang akan masuk ke dalam neraka?"

Jawabnya: "Ya, iaitu orang yang berdosa besar dari ummatmu."

Kemudian Nabi s.a.w. menangis, Jibrail juga menangis, kemudian Nabi
s.a.w. masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang
kemudian kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila sembahyang
selalu menangis dan minta kepada Allah.

Dari Hadith Qudsi: Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat
sedangkan kamu tidak dapat bertahan dengan panasnya terik matahariKu.
Tahukah kamu bahawa neraka jahanamKu itu:

01. Neraka Jahanam itu mempunyai 7 tingkat
02. Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah
03. Setiap daerah mempunyai 70,000 kampung
04. Setiap kampung mempunyai 70,000 rumah
05. Setiap rumah mempunyai 70,000 bilik
06. Setiap bilik mempunyai 70,000 kotak
07. Setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok zarqum
08. Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 ekor ular
09. Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hasta mengandungi
lautan racun yang hitam pekat.
10. Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 rantai
11. Setiap rantai diseret oleh 70,000 malaikat Nastaghfirullah

Wassalam..
:roll:

#124 Guest_Johore_*

  • Tetamu

Posted 18 November 2003 - 10:39 AM

Assalamualaikum..

PADA zaman permulaan Islam berkembang, Nabi Muhammad saw melarang kaum
Muslimin menziarahi perkuburan. Larangan ini disebabkan kekhuatiran terhadap
timbulnya kepercayaan lama mereka kepada berhala atau sebarang lambang
keberhalaan. Tetapi kemudiannya, Nabi saw membenarkan pula mereka
menziarahinya. Ini kerana iman dan keyakinan mereka terhadap Islam telah
mantap. Nabi saw pernah bersabda yang bermaksud: "Dahulu saya pernah
melarang kamu menziarahi kubur tetapi sekarang boleh kamu menziarahinya,
kerana menziarahi kubur itu boleh menimbulkan sifat zuhud terhadap dunia dan
ingat kepada akhirat." Kebanyakan ulama' mengambil kesimpulan daripada hadis
ini bahawa hukum menziarahi kubur adalah sunat bagi kaum lelaki dan makruh
bagi kaum perempuan. Hukum sunat bagi kaum lelaki sudah jelas, iaitu
mengingatkannya tentang akhirat. Tetapi hukum makruh bagi kaum perempuan
pula besar kemungkinan kerana biasanya kaum perempuan lemah semangat dan
terlalu beremosi. Mereka akan merasa terlalu sedih mengingatkan orang yang
mereka kasihi telah meninggal, lebih-lebih lagi kalau pemergiannya secara
mengejut atau terlibat dalam kemalangan dan sebagainya, maka dikhuatiri
perasaan sedih mereka akan membawa kepada penyesalan terhadap takdir Allah
swt. Hukum Memberi Takziah


Oleh kerana 'kematian' itu satu kepastian yang tidak dapat dielakkan oleh
setiap insan, setiap insan pasti mati, hanya sebabnya sahaja yang berlainan.
Manusia harus menerima hakikat ini. Oleh sebab itu, hukum memberi takziah
kepada keluarga yang ditimpa musibah maut ini dihadkan hanya tiga hari
sahaja. Lebih dari itu, tidak disunatkan lagi kita memberi takziah kerana ia
hanya akan menimbulkan kesedihan sahaja. Hukum Membuat Dapur-Dapur Kubur


Sebelum diperkatakan cara menziarahi kubur yang dibenarkan oleh Islam perlu
juga diketahui hukum membuat dapur-dapur kubur itu. Menurut yang afdal dalam
Islam, kubur seseorang Muslim/Muslimah itu hendaklah ditinggikan sejengkal
dari dataran bumi dan diratakan bahagian atasnya dan ditandakan dengan
sesuatu tanda untuk dikenali supaya mudah diziarahi. Ini pernah ditegaskan
oleh Nabi Muhammad saw apabila Baginda ditanya mengapa Baginda meletakkan
tanda di kubur saudara susuannya Othman Bin Maz'un. Baginda menjawab yang
bermaksud: "supaya saya kenal kubur saudara saya." Dari sinilah timbulnya
kebiasaan meletakkan nisan. Tetapi apa yang dilarang dalam Islam ialah
terlalu sangat menghias kubur dengan dapur-dapur daripada batu mozek, marmar
dan sebagainya kerana ini merupakan suatu pembaziran. Adalah lebih baik jika
lebihan wang yang hendak digunakan untuk tujuan ini disedekahkan kepada
fakir miskin atau melakukan amal jariah yang lainnya. Kalau mayat itu
ditanam di perkuburan wakaf adalah haram mengambil kawasan yang tidak perlu
bagi satu-satu kubur kerana ini boleh mengurangkan kawasan untuk ditanam
mayat yang lain. Jadi untuk mengenal kubur ibu-bapa, suami/isteri dan kaum
kerabat kita cukuplah mengawal tanah kubur jangan sampai terpersok atau
hilang atau susah dikenali, iaitu sekadar membuatnya secara mudah dan tidak
banyak menghabiskan perbelanjaan. Walau bagaimanapun kubur yang tidak dapat
dikesan lagi dan tidak dapat diziarahi akan mendapat rahmat yang lebih
daripada Allah swt. Sebagaimana yang pernah diriwayatkan daripada Nabi
Muhammad saw yang bermaksud 'Allah merahmati kubur yang tidak dikenali.'
Sehubungan dengan ini menulis ayat-ayat suci di batu-batu kubur, bukanlah
satu suruhan Islam. Malah, ianya terlarang kerana tulisan-tulisan akan
terdedah kepada pencemaran, kerana biasanya tulisan-tulisan ayat di paras
kaki orang yang berdiri di pinggir kubur itu dan kemungkinan ada pula orang
duduk di pinggir batu itu, perkara ini adalah dilarang. Tujuan Menziarahi
Kubur


Seseorang yang ingin menziarahi kubur hendaklah berniat yang benar dan
ikhlas kerana Allah swt semata-mata iaitu untuk melembutkan hati,
mengingatkan akhirat dan mengenang jasa si mati atau kelebihannya di sisi
Allah. Begitu pula apabila menziarahi kubur atau makam para nabi dan para
wali, lebih-lebih lagi makam Nabi Muhammad saw yang begitu besar jasanya
bukan sahaja kepada umat Islam malah kepada alam semesta kerana Allah swt
sendiri telah menerangkan dengan firmanNya yang bermaksud: 'tidak Kami
utusmu melainkan untuk menjadi rahmat bagi sekalian alam'. Maka dengan niat
yang baik inilah kita menziarahi perkuburan kaum Muslimin dan permakaman
para awlia, anbia dan mursalin. Apa yang dilarang dalam menziarahi
perkuburan ini ialah meminta sesuatu hajat kepada yang mati itu atau
memujanya seperti pemujaan terhadap berhala. Tetapi dengan bertawassul
dengan mereka yang salih itu dan meminta kepada Allah rabbul a'lamin
tidaklah terlarang menurut fahaman ahlissunnah wa jamaah. Adab Menziarahi
Kubur


Apabila kita masuk ke suatu tanah perkuburan Islam, hendaklah kita
mengucapkan salam dengan berkata: "Assalamualaikum dara qaumin mukminin,
antumussabiqun wa nahnulahiqun yaghfirullahu lanaa wa lakum." (Sejahtera
atas kamu penghuni tempat kaum Mukminin. Kamu telah mendahului dan kami akan
menyusul kamu. Semoga Allah mengampuni kami dan kamu.) Kemudian tujuilah
kubur yang hendak diziarahi itu dan berdiri atau duduk di hadapannya dengan
mengadap kepadanya (membelakang kiblat) serta memberi salam kepadanya.
Walaupun mayatnya sudah lama dan sudah hancur tetapi yang penting rohnya ada
dan tahu siapa yang menziarahinya. Ini diambil dari sabda Nabi Muhammad saw
yang bermaksud: "Sesiapa yang memberi salam kepadaku Allah akan
mengembalikan rohku dan akan menjawab salamnya". Kalau ini diberikan kepada
Nabi Muhammad saw maka tidak mustahil diberikan kepada umat * oleh sebab itu
disunatkan kita menziarahi kubur. Kemudian, bacakanlah ayat-ayat al Quran
yang mudah dibaca dan minta kepada Allah disampaikan pahala bacaan itu
kepada roh si mati. Kita juga diingatkan supaya jangan menyesali apa yang
telah berlaku, apa lagi untuk meraung dan meratap, kerana ini adalah haram
hukumnya. Ziarah Kubur Pada Hari Raya


Tidak ada sebarang dalil yang terang tentang menziarahi kubur pada pagi Hari
Raya. Ini hanya merupakan amalan kebiasaan orang-orang Islam kita di sini.
Mungkin mereka berpendapat bahawa kerana pada hari raya kita menziarahi kaum
kerabat dan sahabat handai kita yang hidup maka eloklah kita menziarahi juga
yang sudah meninggal dunia. Ziarah pada waktu khusus seperti yang berlaku
pada Hari Raya boleh menyebabkan dosa kalau kita menganggapnya sebagai satu
suruhan agama padahal tidak ada sebarang suruhan menziarahi kubur pada hari
yang tertentu. Lebih-lebih lagi kalau penziarahan itu merupakan sebagai satu
temasya dengan sebab yang berkunjung memakai pakaian yang berwarna-warni
serta membawa bunga untuk diletakkan di atas kubur, penjualan minuman dan
sebagainya, inilah yang dilarang oleh Nabi Muhammad saw berdasarkan sabdanya
yang bermaksud: "Jangan kamu jadikan kuburku sebagai tempat berhari raya".
Begitulah juga larangan ini mencakup kubur sesiapa pun. Dengan ini jelas
menziarahi kubur pada Hari Raya secara khusus itu tidak ada sandarannya
dalam Islam.

Wassalam..

:wink:

#125 Guest_Johore_*

  • Tetamu

Posted 18 November 2003 - 10:40 AM

Assalamualaikum..

Berbuat Baik Kepada Ibu Bapa Yang Telah Meninggal
Berbuat baik kepada ibu bapa bukan setakat berbuat baik sewaktu mereka masih
hidup, malahan mestilah berterusan walaupun mereka sudah meninggal dunia.
Sifat anak yang salih, anak yang ta*at kepada kedua ibu bapa tidak akan
mudah luput dari dirinya kenangan jasa ibu bapanya. Dia akan tetap berbakti
dan membalas jasa mereka sedaya mungkin walaupun mereka sudah meninggal
dunia. Berbagai cara boleh dibuat untuk mencurahkan bakti dan ihsan kepada
ibu bapa yang sudah meninggal dunia, di antaranya ialah: 1) Menyempurnakan
urusan jenazah mereka dengan sebaiknya menurut tuntutan syara* bermula
daripada memandikan, mengkafankan, menyembahyangkan sehinggalah sempurna
mereka disemadikan. Anak perlu turut serta dalam hal ehwal urusan jenazah
ibu bapanya. Bukan setakat mengharapkan orang lain untuk menyempurnakannya.
Agak malang anak itu jika tidak dapat atau tidak mahu ikut serta
menyempurnakan jenazah ibu bapanya. 2) Berdoa untuk arwah ibu bapa dengan
memohonkan keampunan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Misalnya dengan
berdoa:

Maksudnya: *Tuhanku! ampunilah aku dan kedua ibu bapaku serta kasihanilah
mereka berdua sebagaimana mereka telah mengasihani aku semasa aku masih
kecil.*

Ini adalah kerana mendoakan ibu bapa itu merupakan di antara ciri-ciri anak
yang salih dan dengan mendoakan mereka dengan keampunan akan memberi manfaat
kepada mereka semasa di alam barzakh. Apa lagi yang mereka harapkan selepas
meninggalkan dunia? Tidak lain yang dapat membantu mereka kecuali doa
anak-anak yang mewarisi mereka. Sabda Baginda Shallallahu 'alaihi wasallam
yang maksudnya : *Apabila seorang manusia mati terputuslah daripadanya
amalannya melainkan tiga: Melainkan sedekah jariah atau ilmu yang
dimanfaatkan atau anak yang salih yang mendoakan untuknya.*

(Hadits riwayat Muslim)

Darjat ibu bapa pada hari kiamat akan terangkat di sisi Allah Ta*ala
disebabkan doa seorang anak yang memintakan ampun atas dosa-dosa mereka. Hal
ini telah diterangkan melalui apa yang telah diriwayatkan daripada Abu
Hurairah Radhiallahu *anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda
yang maksudnya : *Sesungguhnya seseorang itu diangkat darjatnya di dalam
syurga, lalu dia berkata: *Dari manakah semua ini?* Maka dikatakan
kepadanya: *Dari anakmu yang memintakan ampun untukmu.*

(Hadits riwayat Ibnu Majah)

Namun perlu diingat, jika sekiranya ibu bapa yang meninggal itu terdiri
daripada orang bukan Islam maka adalah dilarang untuk mendoakan keampunan
bagi mereka. Ini adalah berdasarkan firman Allah Ta*ala yang tafsirnya :

*Tidaklah dibenarkan bagi Nabi dan orang-orang yang beriman, meminta ampun
bagi orang-orang musyrik, sekalipun orang itu kaum kerabat sendiri, sesudah
nyata bagi mereka bahawa orang-orang musyrik itu adalah ahli neraka.*

(Surah At-Taubah, ayat 113) 3) Melaksanakan atau menyempurnakan janji atau
wasiat yang telah dibuat oleh arwah ibu bapa semasa mereka hidup. 4)
Memuliakan orang-orang yang dahulunya menjadi sahabat karib atau teman arwah
ibu bapa. Diriwayatkan di dalam hadits shahih daripada Ibnu Umar Radhiallahu
*anhuma beliau berkata yang maksudnya : *Aku mendengar Nabi Shallallahu
'alaihi wasallam bersabda: *Sesungguhnya termasuk perbuatan paling baik
ialah seseorang yang meneruskan silaturrahim (hubungan baik) dengan sahabat
baik ayahnya sesudah ayahnya meninggal dunia.*

(Hadits riwayat Muslim)

Cara berbuat baik kepada kedua ibu bapa seperti yang tersebut di atas
merupakan petunjuk yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi
wasallam. Perkara ini jelas sebagaimana yang diriwayatkan daripada Abu Usaid
Radhiallahu *anhu, beliau berkata yang maksudnya : *Ketika kami di sisi
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam datang seorang laki-laki dari kaum
Bani Salamah, lalu dia bertanya: *Wahai Rasulullah! Masih adakah sesuatu
kebaikan yang boleh saya kerjakan untuk kedua ibu bapa saya sesudah keduanya
meninggal dunia? Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: *Ya, (iaitu):
mengerjakan sembahyang ke atas keduanya, memohon keampunan bagi keduanya,
melaksanakan janji keduanya sesudah (meninggal) keduanya, menghubungkan tali
silaturrahim yang terhubung kecuali kerana jasa keduanya dan memuliakan
teman-teman keduanya.*

(Hadits riwayat Abu Daud)

5) Menziarahi kubur mereka. Menziarah kubur merupakan perkara yang
disunatkan mengikut hukum syara* khususnya bagi kaum laki-laki. Apatah lagi
menziarahi kubur kedua orang tua kita. Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam
sendiri pergi menziarahi pusara ibu Baginda, sungguhpun ibu Baginda itu
tidak sempat beriman dengan agama Islam. Ini jelas sebagaimana yang
diriwayatkan daripada Abu Hurairah Radhiallahu *anhu, beliau berkata yang
maksudnya :

*Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam menziarahi kubur ibu Baginda, lalu
Baginda menangis dan membuat orang-orang disekitar Baginda menangis.
Kemudian Baginda bersabda: *Aku minta izin kepada Tuhanku Yang Maha Mulia
dan Maha Agung untuk menziarahi kuburnya (ibu Baginda), lalu Allah
mengizinkanku. Aku minta izin kepadaNya untuk minta ampun baginya, akan
tetapi tidak diizinkanNya. Oleh itu, ziarahilah kubur, kerana sesungguhnya
ia mengingatkan kepada mati.*

(Hadits riwayat Muslim)

Berdasarkan hadits di atas, Al-Imam An-Nawawi Rahimahullahu Ta*ala
menjelaskan bahawa harus hukumnya menziarahi orang-orang bukan Islam semasa
hidup mereka dan kubur-kubur mereka selepas mereka mati. Oleh itu, bagi
orang yang mempunyai kedua ibu bapa atau salah seorang daripada mereka tidak
berugama Islam tidak ada tegahan ke atasnya untuk menziarahi pusara ibu
bapanya yang tidak berugama Islam itu. Sekadar menziarahi tidak menjadi
kesalahan dari segi syara*, akan tetapi jangan sampai mendoakan bagi mereka
keampunan, kerana Allah melarang orang Islam mendoakan keampunan bagi orang
bukan Islam.

Wassalam..
:roll:

#126 Guest_muslim_*

  • Tetamu

Posted 21 November 2003 - 12:06 PM

SebeLum tu.. sila lawat kad raya Muslim d;
http://raya.lamanweb.net

Apa yang saya perlu buat di AiDiLFiTRi ??

1. Takbir Raya

Hukumnya adalah sunat berdasarkan firman Allah(al Baqarah 185) yang bermaksud: " dan supaya kamu membesarkan Allah kerana petunjuk yang ia berikan kepada kamu". Dan Tabroni yang menyebut: hiasilah Hari Raya kamu dengan bertakbir(hadis munkar). Ia dilakukan bermula dari awal malam bulan Syawal sehingga asar hari berikutnya selepas setiap solat fardhu atau sehingga selesai solat atau khutbah.

2. Makan Sebelum Keluar Solat

Di riwayatkan daripada Anas R.a katanya: rasulullah s.a.w tidak keluar untuk solat eidi la fitri sehingga ia memakan bebarapa biji tamar. Berkata Ibnu Qudamah: kita tidak tahu ada khilaf dalam masalah makan sebelum solat. Ini berlainan dengan kebiasaan baginda pada hari raya eidil Adha dimana baginda terlebih dahulu makan sebelum keluar sembahyang.

3. Solat Raya

Solat hari raya thabit dengan kitab, sunnah dan Ijma'. Hukumnya sunat muakkad dan ada pendapat yang mengatakannya fardhu kifayah, dua rakaat dilakukan sebelum khutbah tanpa azan dan iqamah. Tidak disyariatkan apa-apa solat sunat sebelum solat raya kecuali dua rakaat selepas raya dilakukan dirumah berdasarkan hadis Abi Said.

4. Berkumpul di lapangan untuk menyaksikan kebaikan

Disunatkan untuk solat Raya dibawa ahli keluarga seluruhnya termasuk kanak-kanak dan wanita haid untuk menyaksikan kebaikan dan doa muslimin.

Dirwayatkan oleh Ummu Atiah, beliau berkata: kami disuruh supaya membawa keluar anak-anak dara dan wanita-wanita haid pada hari raya untuk menyaksikan kebaikan dan doa muslimin. Wanita haid menjauhi tempat sembahyang.

Kerana itu disunatkan solat raya dilakukan di lapangan jika tidak berlaku hujan. Daripada Abi Said katanya: Rasulullah s.a.w keluar pada hari raya fitrah dan adha ke lapangan. Perkara pertama yang dilakukan baginda ialah solat, kemudian baginda berpaling kepada orang ramai yang masih dalam saf mereka. lalu menasihatkan mereka dan dan menyuruh mereka. (hadis riwayat Bukhari dan Muslim).

5. Mendengar nasihat

Hadis Abi Said juga menunjukkan syariyyah khitbah hari raya. Ia seperti khutbah jumaat iaitu diisi dengan suruhan dan nasihat. Hadis ini tidak menunjukkan pensyariatan dua khutbah sebagaimana Jumaat dan tidak thabit Rasulullah melakukan demikian, tetapi dilakukan begitu oleh orang kerana dikiaskan dengan khutbah jumaat. Dalam satu riwayat yang dikeluarkan oleh Ibnu Hibban disebutkan bahawa Rasulullah s.a.w berkhutbah diatas kudanya.

Ada pun hukum mendengar khutbah adalah sunat.

6. Pergi-balik masjid melalui jalan yang berlainan

Diriwayatkan daripada Jabir r.a katanya: Rasulullah s.a.w menukar laluan apabila hari raya yakni pergi melalui jalan lain dan pulang melalui jalan lain sebagaimana yang disebut dalam hadis Abi Daud daripada Ibnu Omar dengan penjelasan itu. Terdapat berbagai pentafsiran ulama' terhadap hikmah disebalik perbuatan tersebut antara yang menonjol ialah untuk memberi salam kepada orang yang tinggal ditepi jalan-jalan tersebut.

7. Bersedekah

Hadis Muslim yang diriwayatkan daripada Jabir bi Abdillah bahawa pada pada satu hari raya, Rasulullah s.a.w memberi nasihat kepada para muslimat: bersedekahlah kamu sesungguhnya wanita orang yang paling ramai menjadi kayu api neraka. Lalu salah seorang wanita pada pipinya ceragat bangkit bertanya, kenapa wahai rasulullah? Baginda menjawab kerana kamu banyak berleter dan kurang berterima kasih kepada suami. Kata Jabir: lalu mereka mensedekahkan perhiasan seperti subang dan cincin mereka.

8. Pakai baju baru/cantik

Disunatkan pada hari raya memakai pakaian yang cantik dan mengenakan wagi-wangian. Dalam hadis yang dikeluarkan oleh al Hakim daripada al Hasan as Sabt katanya: Rasulullah s.a.w menyuruh kami mamakai pakaian yang paling baik dan mengenakan wangian yang paling wangi pada hari raya....al hadis.

9. Berhibur dengan hiburan yang halal dan menzahirkan keseronokan

Dari Anas katanya: sewaktu Rasulullah s.a.w tiba di Madinah, penduduk Madinah memiliki dua hari untuk mereka bersuka ria, lalu baginda bersabda: Allah telah menukarkan hari tersebut dengan hari yang lebih baik iaitu eidu adha dan eidul fitri(hadis Abu Daud dan Nasai dengan sanad yang sahih).

Hadis ini menunjukkan syariyyah melahirkan keseronokan pada hari raya, kerana Rasulullah s.a.w hanya menukar hari sahaja. Apa yang dilakukan pada hari raya jahiliah juga dilakukan pada hari raya Islam kecuali apa yang diharamkan dan melalaikan daripada ibadat dan taat. Adapun membawa keluarga bersukaria melepaskan jiwa dari tekanan ibadat adalah suatu yang diharuskan.

Ini disokong dengan hadis Muslim daripada Aisyah r.a. bahawa sedang beliau mendengar dua orang jariah menyanyi, tiba-tiba masuk Abu Bakar dan melarang kedua-dua mereka daripada menyanyi, lalu Rasulullah s.a.w bersabda: biarkan mereka wahai Abu Bakar, kerana hari ini hari raya.

10. Mengucapkan tahniah

Diantara adab menyambut hari raya ialah bertukar-tukar ucapan tahniah sempena hari raya tidak kira apa bentuk lapaz sekalipun. Sebagai contoh ucapan "taqabbala llahu minna wa minkum", "eid mubarak" atau selamat hari raya. Diriwayatkan daripada Jubair bin Nafir katanya: Rasulullah s.a.w apabila bertemu antara satu sama lain pada hari raya mengucapkan "semoga diterima dari kami dan kamu".

++++++++++++++++++++++++++

Apa yang saya tak boleh buat !!

Walaubagaimana pun berlebihan sehingga melakukan sesuatu yang membebankan atau diluar kemanpuan adalah satu yang bercanggah dengan ajaran Islam seperti sesetengah yang menganggap bahawa ia wajib memperbaharui rumah, menukar langsir, kerusi, pakaian, pinggan mangkuk dan sebagainya sehingga terpaksa berhutang atau mengabaikan tugas-tugas wajib yang lain. Apa yang digesa oleh syarak ialah menggunakan apa yang paling cantik daripada yang ada.

Dalam kita mengganggap baik sebahagian amalan budaya sihat yang dilakukan pada bulan Syawal kita juga memperingatkan muslimin dan muslimat dengan amalan-amalan yang tidak sihat dilakukan sempena menyambut hari raya. Kita tidak melihat harus menyambut raya dengan berkungjung kekelab malam, panggung wayang yang berlaku percampuran antara lelaki dan wanita, keluar berdua-dua antara pemuda dan pemudi yang belum barkahwin, menghadiri konsert yang bercanggah dengan syariat.

dipettik dari laman http://massej.info

#127 Guest_Johore_*

  • Tetamu

Posted 02 December 2003 - 12:15 PM

Assalamualaikum..

Terdapat 5 alam yg
dilalui oleh setiap manusia iaitu :

1. Alam Roh
Alam dimana setiap manusia berjanji mnyembah Allah dan
mengikuti segala suruhan dan meninggalkan laranganNya.
Manusia dihidupkan selepas Nabi Adam.

2. Alam Rahim
selama 120 hari berada didalam rahim (tidak lagi
mengingati segala peristiwa Alam Roh)

3. Alam Dunia
Manusia hidup didalam satu alam yg amat-amat singkat tetapi
amat-amat penting untuk alam yg seterusnya.
Hidup sehingga 65thn-75thn

4. Alam Kubur
Alam Kubur adalah bersamaan 40 thn. 1 thn bersamaan 1000 thn
didunia.
Hadis Imam At Turmudzi menerusi Abi'Sa'iid ; Rasulullah saw

bersabda :" Sungguhnya Kubur itu adalah suatu kebun antara
kebun-kebun Syurga ataupun satu lubang antara lubang-lubang
Neraka"

5. Alam Mahsyar
Alam Mahsyar adalah bersamaan 300thn. 1 thn bersamaan 50,000
thn didunia.
Alam Mahsyar dimulakan apabila 2 tiupan sangkakala ditiupan
oleh Malaikat Israfil.
Tiupan pertama mematikan semua kehidupan manakala tiupan yg
kedua menghidupkannya kembali dimana bumi memuntahkan
isinya.

* Dlm riwayat dinyatakan Kaabah akan berjalan masuk bersama
dengan bumi Mekah dan Madinah bersama isi buminya apabila
kiamat tiba (termasuk orang beriman yg mati di Mekah /
Madinah). Sunat utk kita berniat untuk mati di Mekah atau
Madinah shj. Haram berniat utk mati ditempat yg lain.
Rasullullah s.a.w yg pertama sekali dibangkitkan dimana
Rasullullah s.a.w bertanya pada Jibrail " Dimana kamu
tinggalkan umatku"

# Didalam Surah Al-Waaqi'ah Allah menyebutkan dipermulaan
keadaan/suasana Kiamat Besar dimana manusia terbahagi kepada
tiga golongan :

1.Muqarrabiin (Orang yang didekatkan kepada Allah); iaitu
orang-orang yang dapat memasuki Syurga diperingkat awal.

2.Abraar (Baik-kebaikwan); iaitu orang-orang yang baik-baik;
mereka ini ialah golongan Kanan (Golongan Bertuah
Peringkat Kedua)
3.Fujjaar (Jahat-jahawan); iaitu orang-orang yang
jahat-jahat; mereka ini ialah golongan kiri (golongan
*tut!*/sial).
Kemudian Allah menyebutkan diakhirnya keadaan Kiamat Kecil
dimana manusia terbahagi kepada tiga golongan juga iaitu;

1.Muqarrabiin.

2.Golongan Kanan.

3.Golongan Pendusta Yang Sesat.
Peristiwa di Padang Mahsyar

Manusia dibangunkan dlm keadaan telanjang melainkan mrk yg
beriman. Jln masing-masing tidak kenal antara satu kecuali 7
golongan. Mengikut Riwayat , Rasullullah saw dan Nabi Ibrahim as
diberi pakaian terlebih dahulu diikuti yg lain (para Nabi,
Sahabat dan mrk yg beriman).

7 golongan :

1. Pemimpin yang adil
2. Lelaki yg terikat hatinya dgn masjid
3. Lelaki yg bersedekah tetapi tidak diketahui
4. Orang muda yg taat kepada perintah Allah
5. Lelaki yg diajak oleh wanita, tetapi dia menolak dgn kata " Aku
takut pada Allah"
6. Lelaki yg senantiasa mengingati Allah dan takut pada Allah
7. Bertemu kerana Allah dan berpisah kerana Allah.
(Didalam Al-Quran jika ia dirujuk sebagai lelaki maka ada juanya
bermaksud atau bersama perempuan)
Setelah 40 thn (di Mahsyar) iaitu 1 thn bersamaan 50,000 thn
didunia, semua manusia tidak tahu berbuat apa melainkan mrk yg
beriman, kemudian terdengar suara "pergilah berjumpa dgn para
Nabi".. maka yg mengetuai setiap kumpulan ialah para ulama dan
para ambia. Pertama sekali kumpulan manusia ini berjumpa dengan
Nabi Adam ttp usaha mereka gagal krn Nabi Adam menyatakan beliau
juga ada melakukan dosa krn memakan buah larangan di syurga.. maka
kumpulan besar itu kemudiannya berjumpa Nabi Nuh, Nabi Ibrahim,
Nabi Musa, Nabi Isa (semuanya memberikan sebab seperti Nabi Adam)
dan akhirnya mereka berjumpa Rasullullah saw. Rasullullah saw
memohon kepada Allah dan syafaat baginda telah meletakkan Padang
Mahsyar menjadi tempat

- Soal Jawab
-Membaca catatan amalan
-Hisab

*Manakala orang kafir dan syaitan akan dikumpulkan disekeliling
Neraka Jahanam.
"Oleh itu, demi Tuhanmu (wahai Muhammad)! Sesungguhnya Kami akan
himpunkan mereka yang kafir itu beserta syaitan-syaitan di Padang
Mahsyar, kemudian Kami akan bawa mereka duduk bertelut di keliling
Neraka Jahanam." Surah Maryam Ayat 68
Kemudian manusia meniti SiratulMustakim yg mana perjalanannya
mengambil masa 15,000 thn perjalanan (persamaan didunia tidak
dinyatakan). Dan setiap 1000 manusia yg meniti hanya tinggal 1
sahaja yg akan berada di titian sirat (iaitu mrk yg beriman dan
beramal soleh) untuk meneruskan perjalanan ke syurga (sepantas
kilat bagi mrk yg beriman) .
999 manusia akan jatuh kebawah dari sirat dan akan tiba didasar
neraka setelah 60 tahun. (*Mengikut Riwayat, anak yg meninggal
sewaktu kecil akan menunggu ibubapanya diatas sirat).

*Dan demi sesungguhnya! (Nabi Muhammad) telah melihat (malaikat
Jibril, dalam bentuk rupanya yang asal) sekali lagi,Di sisi
"Sidratul-Muntaha"; Yang di sisinya terletak syurga
"Jannatul-Makwa".(Nabi Muhammad melihat Jibril dalam bentuk
rupanya yang asal pada kali ini ialah) semasa "Sidratul-Muntaha"
itu diliputi oleh makhluk-makhluk dari alam-alam ghaib, yang tidak
terhingga. Surah An-Najm Ayat 13-16

*Kesimpulannya : Mati adalah benar, hidup kembali di Alam Barzah
dan Alam Akhirat adalah benar. Amatlah ruginya jika kita leka di
dunia yg masanya sungguh singkat namun amalan dan sumbangan kita
terhadap agama Allah amatlah besar pada ketika itu untuk
menghadapi Alam seterusnya. Diceritakan kisah didalam Al-Quran
dimana manusia akan menyesali diatas kelalaian mereka didunia
sebaik sahaja melihat api neraka ;

Wallahuwa'lam.

:roll: 8)

#128 Guest_Johore_*

  • Tetamu

Posted 08 December 2003 - 11:59 AM

SETIAP kali menjelang Aidilfitri, amalan ziarah -menziarahi diteruskan.
Ramai penduduk kota kembali ke kampung halaman. Di samping bercuti, mereka
mengukuhkan silaturahim. Ada yang mempamerkan kejayaan dan kemewahan yang
diraih di kota, tetapi berapa ramaikah daripada kita yang melakukan ziarah
sebagai satu ibadat?

'Ziarah yang dikira ibadat ialah ziarah yang 'diniatkan' kerana Allah dan
tidak melampaui batasan yang digariskan Allah dan Rasul. Ia dikaitkan dengan
silaturahim dan sangat dianjurkan agama. Ini dapat dilihat daripada
pengertian silaturahim.

Kerap kali hubungan antara mereka yang berada di kota dengan di kampung
menjadi renggang bahkan ada yang terputus disebabkan pelbagai faktor.
Ziarah-menziarahi yang bermotifkan silaturahim akan mengeratkan hubungan,
iaitu menyambung kembali hubungan yang selama ini terputus dan menghimpunkan
yang terlerai. Itulah hakikat silaturahim iaitu menyambungkan yang putus.
Sabda Rasulullah bermaksud: "Tidak silaturahim (namanya) orang yang membalas
kunjungan atau pemberian, tetapi (dinamakan silaturahim adalah) yang
menyambung apa-apa yang putus". (Hadis Riwayat Bukhari). Abul Laits As
Samarqandi meriwayatkan dengan sanadnya daripada Abu Ayyub berkata: "Seorang
badwi menghadang Rasulullah dan memegang kendali untanya lalu berkata: "Ya
Rasulullah, beritahukan kepadaku apakah yang dapat mendekatkan aku ke syurga
dan menjauhkan diriku dari api neraka? Jawab Baginda: "Menyembah Allah dan
tidak mensyirikkan-Nya dengan suatu apa pun dan mendirikan sembahyang dan
mengeluarkan zakat dan menghubungi kerabat".

Abul Laits juga meriwayatkan dengan sanadnya daripada Abdullah bin Abi Aufa
berkata: "Pada suatu waktu petang hari Arafah, kami bersama Rasulullah.
Tiba-tiba Baginda bersabda: "Jangan duduk bersama kami siapa yang memutuskan
hubungan kekeluargaan, bangunlah dari tengah-tengah kami. Maka seorang yang
berada di belakang Baginda bangun dan pergi tetapi tidak lama kemudian, ia
kembali di tempat duduknya, maka ditanya Rasulullah: "Mengapakah engkau?
tidak ada orang yang bangun kecuali engkau? Jawabnya: "Ya Rasulullah, ketika
saya mendengar sabdamu itu, saya terus pergi ke rumah mak saudara saya yang
memutuskan hubungan dengan saya. Dia bertanya: "Mengapa kau datang, ganjil
sekali kedatanganmu ini? Maka saya beritahukan kepadanya apa yang saya
dengar daripadamu, maka dia membaca istighfar untukku dan aku juga membaca
istighfar untuknya. Rasulullah bersabda: "Bagus engkau, duduklah sekarang
sebab rahmat tidak akan turun pada suatu kaum jika ada di antara mereka
seorang yang memutuskan hubungan kekeluargaan". Abul Laits menjelaskan
bahawa hadis ini sebagai dalil bahawa memutuskan hubungan kekeluargaan
adalah dosa besar dan menjadi sebab tertolaknya rahmat baginya serta bagi
sahabat yang duduk bersamanya. Ini kerana kewajipan kita sebagai Muslim
seharusnya bertaubat daripada memutuskan hubungan kekeluargaan dan hendaklah
segera beristighfar serta segera menghubungi keluarga untuk mencari rahmat
Allah dan menjauhkan diri dari api neraka.

Itulah kemuncak silaturahim yang dapat diwujudkan oleh mereka yang
menziarahi kaum kerabat, tidak kira di kota atau desa. Masing-masing
berusaha ingat-mengingati, siapakah yang pernah terluka angkara perbuatannya
atau selama ini jarang dikunjungi sebab terlalu sibuk. Justeru, ziarah dan
kunjungan seperti ini dinamakan menyambung kembali yang putus dan
menghangatkan bahkan mencairkan yang beku.

Adalah baik jika ketika berkunjung, kita membawa sesuatu sebagai hadiah
tanda ingatan kerana ia bukti paling kukuh kasih sayang dan pemberian. Tidak
ada salahnya seorang yang berziarah menampakkan kejayaan yang diraih selama
ini asalkan tidak mengandungi unsur riak, sengaja menunjuk-nunjuk, berbangga
dan boros. Apalagi jika perbuatan itu menimbulkan cemburu masyarakat
sekeliling. Menampakkan kejayaan adalah salah satu cara mensyukuri nikmat
Allah, seperti sabda Rasulullah bermaksud: "Allah suka melihat nikmatnya
(ditampakkan) oleh hamba-Nya". Allah berfirman bermaksud: "Ada pun nikmat
Tuhanmu maka ucapkan (sampaikanlah)". (Surah Ad-Dhuha, ayat 11). Sebahagian
ahli tafsir menjelaskan ayat itu sebagai perintah menyampaikan kepada orang
lain dalam bentuk ucapan atau sikap betapa besar nikmat Allah. Menziarahi
adalah hari gembira yang berganda kerana berhari raya dan bertemu kaum
kerabat serta sahabat handai. Kesimpulannya, silaturahim mengandungi 10
kebaikan iaitu mendapat keredaan Allah. Al-Hasan berkata: "Rasulullah pernah
bersabda: "Dua langkah manusia yang disukai Allah ialah langkah menuju
sembahyang fardu dan langkah menuju silaturahim kepada kerabat yang mahram".
Kedua ialah menambah atau memanjangkan umur dan ketiga ialah menggembirakan
mereka kerana ada hadis yang menyatakan bahawa amal yang paling utama ialah
menyenangkan hati orang mukmin. Kebaikan lain ialah kegembiraan malaikat
kerana malaikat sukakan silaturahim dan mendapat pujian (ucapan terima kasih
bercampur doa) daripada kaum muslimin dan menjadikan berkat kepada
rezekinya. Ibn Umar berkata: "Siapa yang bertakwa kepada Tuhan dan
menghubungi keluarganya maka akan ditambah umurnya dan diperbanyak harta
kekayaannya serta disayang oleh keluarganya".

Kebaikan lain ialah mensejahterakan orang yang sudah mati kerana anak cucu
mereka menyambung silaturahim di samping memupuk rasa cinta di kalangan
keluarga sehingga suka membantu apabila diperlukan. Abul Laits berkata:
"Jika seorang itu dekat dengan kerabatnya, maka hubungan kerabat itu berupa
hidayah dan ziarah, jika tidak dapat membantu dengan harta, maka cukup
dengan tenaga, jika jauh maka hubungi mereka dengan surat serta jika dapat
mendatangi, maka itu lebih utama". Kebaikan lain ialah bertambah pahala jika
ia mati kerana selalu diingati orang dan sentiasa disebut kebaikannya dan
mendoakannya. Anas berkata: "Tiga macam orang yang akan berada di bawah
naungan Allah pada hari kiamat iaitu: Orang yang menyambung hubungan
kekeluargaan diberkati umurnya dan dilapangkan kuburnya serta rezekinya.
Wanita yang ditinggal mati oleh suaminya dan ditinggalkan anak yatim lalu
dipeliharanya sehingga kaya mereka atau mati. Orang yang membuat makanan
lalu mengundang anak-anak yatim dan orang-orang miskin". Akhir sekali,
berziarah menjengkelkan iblis. Semoga kita dapat mengambil hikmah dan pahala
(selepas membetulkan niat) daripada silaturahim yang dilakukan sepanjang
cuti hari raya yang lalu dan hari akan datang.

Wassalam..

8) laugh.gif biggrin.gif

#129 aby2k2

    Korporal

  • Ahli
  • 96 posts
  • Freelance:Tidak

Posted 10 December 2003 - 08:05 PM

SIKAP MUSLIM TERHADAP HARI RAYA ORANG KAFIR

Sesungguhnya nikmat terbesar yang diberikan oleh Allah
Subhannahu wa Ta'ala kepada hamba-Nya adalah nikmat
Islam dan iman serta istiqomah di atas jalan yang
lurus. Allah Subhannahu wa Ta'ala telah memberitahukan
bahwa yang dimaksud jalan yang lurus adalah jalan yang

ditempuh oleh hamba-hamba-Nya yang telah diberi nikmat
dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhadaa dan
sholihin (Qs. An Nisaa :69). Jika diperhatikan dengan
teliti, maka kita dapati bahwa musuh-musuh Islam
sangat gigih berusaha mema-damkan cahaya Islam,
menjauhkan dan menyimpangkan ummat Islam dari jalan
yang lurus, sehingga tidak lagi istiqomah.Hal ini
diberitahukan sendiri oleh Allah Ta'ala di dalam
firman-Nya, diantaranya, yang artinya:

"Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka
dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu
beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka
sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka
ma'afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah
mendatangkan perintah-Nya. Sesung-guh-Nya Allah Maha
Kuasa atas segala sesuatu." (QS. 2:109)

Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala yang lain, artinya:
Katakanlah:

"Hai Ahli Kitab, mengapa kamu menghalang-halangi dari
jalan Allah orang-orang yang telah beriman, kamu
menghendakinya menjadi beng-kok, padahal kamu
menyaksikan". Allah sekali-kali tidak lalai dari apa
yang kamu kerjakan. (QS. 3:99)

Artinya : " Hai orang-orang yang beriman, jika kamu
menta'ati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka
mengembalikan kamu kebelakang (kepada kekafiran), lalu
jadilah kamu orang-orang yang rugi". (QS. 3:149)

Salah satu cara mereka untuk menjauhkan umat Islam
dari agama (jalan yang lurus)yakni dengan menyeru dan
mempublikasikan hari-hari besar mereka ke seluruh
lapisan masyara-kat serta dibuat kesan seolah-oleh
hal itu merupakan hari besar yang sifatnya umum dan
bisa diperingati oleh siapa saja. Oleh karena itu,
Komisi Tetap Urusan Penelitian Ilmiyah dan Fatwa
Kerajaan Arab Saudi telah memberikan fatwa berkenaan
dengan sikap yang seharusnya dipegang oleh setiap
muslim terhadap hari-hari besar orang kafir.Secara
garis besar fatwa yang dimaksud adalah:

1. Sesungguhnya kaum Yahudi dan Nashara menghubungkan
hari-hari besar mereka dengan peristiwa-peritiwa yang
terjadi dan menjadikannya sebagai harapan baru yang
dapat memberikan keselamatan, dan ini sangat tampak di
dalam perayaan milenium baru (tahun 2000 lalu), dan
sebagian besar orang sangat sibuk memperangatinya, tak
terkecuali sebagian saudara kita -kaum muslimin- yang
terjebak di dalamnya. Padahal setiap muslim seharusnya
menjauhi hari besar mereka dan tak perlu
menghiraukannya.

2. Perayaan yang mereka adakan tidak lain adalah
kebatilan semata yang dikemas sedemikian rupa,
sehingga kelihatan menarik. Di dalamnya berisikan
pesan ajakan kepada kekufuran, kesesatan dan
kemungkaran secara syar'i seperti: Seruan ke arah
persatuan agama dan
persamaan antara Islam dengan agama lain. Juga tak
dapat dihindari adanya simbul-simbul keagamaan mereka,
baik berupa benda, ucapan ataupun perbuatan yang
tujuannya bisa jadi untuk menampakkan syiar dan
syariat Yahudi atau Nasrani yang telah terhapus dengan
datangnya Islam atau kalau tidak agar orang menganggap
baik terhadap syariat mereka, sehingga biasanya
menyeret kepada kekufuran. Ini merupakan salah satu
cara dan siasat untuk menjauhkan umat Islam dari
tuntunan agamanya, sehingga akhirnya merasa asing
dengan agamanya sendiri.

3. Telah jelas sekali dalil-dalil dari Al Quran,
Sunnah dan atsar yang shahih tentang larangan meniru
sikap dan perilaku orang kafir yang jelas-jelas itu
merupakan ciri khas dan kekhususan dari agama mereka,
termasuk di dalam hal ini adalah Ied atau hari besar
mereka.Ied di sini mencakup segala sesuatu baik hari
atau tempat yang
diagung-agungkan secara rutin oleh orang kafir, tempat
di situ mereka berkumpul untuk mengadakan acara
keagamaan, termasuk juga di dalam hal ini adalah
amalan-amalan yang mereka lakukan. Keseluruhan waktu
dan tempat yang diagungkan oleh orang kafir yang tidak
ada tuntunannya di dalam Islam, maka haram bagi setiap
muslim untuk ikut mengagungkannya.

4. Larangan untuk meniru dan memeriahkan hari besar
orang kafir selain karena adanya dalil yang jelas juga
dikarenakan akan memberi dampak negatif, antara lain:

o Orang-orang kafir itu akan merasa senang dan lega
dikarenakan sikap mendukung umat Islam atas kebatilan
yang mereka lakukan.

o Dukungan dan peran serta secara lahir akan membawa
pengaruh
ke dalam batin yakni akan merusak akidah yang
bersangkutan secara bertahap tanpa terasa.

o Yang paling berbahaya ialah sikap mendukung dan
ikut-ikutan terhadap hari raya mereka akan menumbuhkan
rasa cinta dan ikatan batin terhadap orang kafir yang
bisa menghapuskan keimanan.Ini sebagaimana yang
difirmankan Allah Ta'ala, artinya:

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi
pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah
pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di
antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka
sesungguhnya o-rang itu termasuk golongan mereka.
Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada
orang-orang yang zalim". (QS. 5:51)


5. Dari uraian di atas, maka tidak diperbolehkan bagi
setiap muslim yang mengakui Allah sebagai Rabb, Islam
sebagai agama dan
Muhammad sebagai nabi dan rasul, untuk ikut merayakan
hari besar yang tidak ada asalnya di dalam Islam,
tidak boleh menghadiri, bergabung dan membantu
terselenggaranya acara tersebut.Karena hal ini
termasuk
dosa dan melanggar batasan Allah.Dia telah melarang
kita untuk tolong-menolong di dalam dosa dan
pelanggaran, sebagaimana firman Allah, artinya:

"Dan tolong-menolonglah kamu didalam
(mengerjakan)kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong
-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan
bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat
berat siksa-Nya." (QS. 5:2)


6. Tidak diperbolehkan kaum muslimin memberikan respon
di dalam bentuk apapun yang intinya ada unsur
dukungan, membantu atau memeriahkan perayaan orang
kafir, seperti : iklan dan himbauan; menulis ucapan
pada jam dinding atau fandel; menyablon/membuat baju
bertuliskan perayaan yang dimaksud; membuat
cinderamata dan kenang-
kenangan; membuat dan mengirimkan kartu ucapan
selamat; membuat buku tulis;memberi keistimewaan
seperti hadiah /diskon khusus di dalam perdagangan,
ataupun(yang banyak terjadi) yaitu mengadakan lomba
olah raga di dalam rangka memperingati hari raya
mereka. Kesemua ini
termasuk di dalam rangka membantu syiar mereka.


7. Kaum muslimin tidak diperbolehkan beranggapan bahwa
hari raya orang kafir seperti tahun baru (masehi),
atau milenium baru sebagai waktu penuh berkah (hari
baik) yang tepat untuk memulai babak baru di dalam
langkah hidup dan bekerja, di antaranya adalah seperti

melakukan akad nikah, memulai bisnis, pembukaan
proyek-proyek baru dan lain-lain. Keyakinan seperti
ini adalah batil dan hari tersebut sama sekali tidak
memiliki kelebihan dan ke-istimewaan di atas hari-
hari yang lain.


8. Dilarang bagi umat Islam untuk mengucapkan selamat
atas hari raya orang kafir, karena ini menunjukkan
sikap rela terhadapnya di samping memberikan rasa
gembira di hati mereka.Berkaitan dengan ini Ibnul
Qayim rahimahullah pernah berkata, "Mengucapkan
selamat terhadap syiar dan simbol khusus orang kafir
sudah disepakati kaharamannya seperti memberi ucapan
selamat atas hari raya mereka, puasa mereka dengan
mengucapkan, "Selamat hari raya (dan yang semisalnya),
meskipun pengucapnya tidak terjeru-mus ke dalam
kekufuran, namun ia telah melakukan keharaman yang
besar, karena sama saja kedudukannya dengan
mengucapkan selamat atas sujudnya mereka kepada salib.
Bahkan di hadapan Allah, hal ini lebih besar dosanya
daripada orang yang
memberi ucapan selamat kapada peminum khamar,
pembunuh, pezina dan sebagainya. Dan banyak sekali
orang Islam yang tidak memahami ajaran agamanya,
akhirnya terjerumus ke dalam hal ini, ia tidak
menyadari
betapa besar keburukan yang telah ia lakukan. Dengan
demikian, barang siapa memberi ucapan selamat atas
kemaksiatan, kebid'ahan dan lebih-lebih kekufuran,
maka ia akan berhadapan dengan murka Allah". Demikian
ucapan beliau rahimahullah!


9. Setiap muslim harus merasa bangga dan mulia dengan
hari rayanya sendiri termasuk di dalam hal ini adalah
kalender dan penanggalan hijriyah yang telah
disepakati oleh para shahabat Radhiallaahu anhu,
sebisa mungkin kita pertahan kan penggunaannya, walau
mungkin lingkungan belum mendukung. Kaum muslimin
sepeninggal
shahabat hingga sekarang (sudah 14 abad), selalu
menggunakannya dan setiap pergantian tahun baru
hijriyah ini, tidak perlu dengan mangadakan
perayaan-perayaan tertentu. Demikianlah sikap yang
seharusnya dimiliki oleh setiap mukmin, hendaknya ia
selalu menasehati dirinya sendiri dan berusaha sekuat
tenaga menyelamatkan diri dari apa-apa yang
menyebabkan kemurkaan Allah dan laknatNya. Hendaknya
ia mengambil petunjuk hanya dari Allah dan menjadikan
Dia sebagai penolong.

(Disarikan dari: Fatwa Komisi Tetap untuk Penelitian
Ilmiyah dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi tentang Perayaan
Milenium Baru tahun 2000.

Ketua:
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh,(Mufti
Kingdom of Saudi Arabia)

Anggota:
Syaikh Abdullah bin Abdur Rahman Al-Ghadyan,
Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid,
Syakh Shalih bin Fauzan Al Fauzan. ([Dept Ilmiah])

#130 Guest_Johore_*

  • Tetamu

Posted 12 December 2003 - 09:45 AM

Assalamualaikum...

DARIPADA Abdullah Ibnu Mas*ud berkata bahawa Rasulullah saw pernah bersabda
maksudnya: *Tiada iman bagi orang yang tidak memegang amanah dan tiada agama
bagi orang yang tidak dapat dipegang janjinya.* (Hadis riwayat Ibnu Hibban
dan Tabrani).

Amanah adalah sifat terpuji yang Islam anjurkan kepada setiap Muslim, malah
ia juga penentu atau garisan pemisah kepada keimanan dan keagamaan individu.
Hadis di atas menjelaskan bahawa orang yang tidak menghiasi dirinya dengan
sifat amanah atau tidak dipercayai ramai dalam memegang sesuatu amanah serta
melakukan khianat kepada umat manusia, bererti dia bukanlah orang yang
benar-benar beriman kepada Allah. Dalam hal ini, Islam memerintahkan setiap
Muslim agar sentiasa beramanah dalam setiap masa dan tempat kerana itulah
ciri-ciri keperibadian Muslim yang bertakwa.

Menurut perspektif Islam, sifat amanah ini mengungkap pengertian yang sangat
luas dan mendalam dalam seluruh aspek kehidupan manusia. Ia bukan hanya
sekadar membawa erti bersikap jujur dan benar dalam urusan kehidupan, malah
merangkumi setiap tanggungjawab, amanah atau tugas yang perlu ditunai. Dalam
erti kata lain, ia adalah tanggungjawab yang akan dipersoal kelak oleh Allah
kelak sama ada kita betul-betul melaksanakannya atau sebaliknya. Oleh itu,
kita mendapati Islam meletakkan kriteria amanah sebagai prasyarat sebagai
pemimpin kepada umat manusia Contohnya, kita mendapati Rasulullah ketika
remajanya sebelum dibangkitkan sebagai pesuruh Allah adalah seorang pemuda
yang beramanah sehingga digelar *Al-Amin*. Begitu juga dapat disaksikan
sifat amanah pada diri peribadi Nabi Musa ketika baginda membantu dua gadis
memberi minum haiwan ternakan mereka. Pengajaran yang terselit daripada
kisah ini ialah utusan Allah dipilih dari kalangan i kemuliaan peribadi,
keturunan dan tabiatnya. Inilah hakikat sifat amanah yang dianjurkan oleh
Islam kepada umatnya.

Rasulullah pernah memberi peringatan keras kepada umat Islam terhadap
berlakunya kepupusan sifat amanah dalam satu-satu masyarakat pada suatu masa
nanti. Malah Baginda memperingatkan bahawa yang demikian adalah tanda-tanda
kecil hari kiamat yang berlaku pada akhir zaman. Rasulullah pernah ditanya
sahabat: *Bilakah akan berlaku hari kiamat?* Jawab Rasulullah: *Apabila
sifat amanah hilang, maka tunggulah hari kiamat.* (Hadis riwayat Bukhari).

p/s sesame ler kite amik ikhtibar dr petikan diatas

:roll: 8) laugh.gif

#131 Guest_HNZaM_*

  • Tetamu

Posted 12 December 2003 - 10:48 AM

Kuliah Pagi - Siapakah?

1. Siapakah orang yang sombong?
Orang yang sombong adalah orang yang di beri penghidupan tapi tidak mahu sujud pada yang menjadikan kehidupan itu iaitu Allah Rabbul Aalamin, Tuhan sekelian alam. Maka bertasbihlah segala apa yang ada di bumi dan langit pada TuhanNya kecuali jin dan manusia yang sombong diri.

2. Siapakah orang yang telah mati hatinya?
Orang yang telah mati hatinya adalah orang yang diberi petunjuk melalui ayat-ayat Qur'an, Hadith dan cerita2 kebaikan namun merasa tidak ada apa2 kesan di dalam jiwa untuk bertaubat.

3. Siapakah orang dunggu kepala otaknya?
Orang yang dunggu kepala otaknya adalah orang yang tidak mahu lakukan ibadat tapi menyangka bahawa Tuhan tidak akan menyiksanya dengan kelalaiannya itu dan sering merasa tenang dengan kemaksiatannya.

4. Siapakah orang yang kuat?
Orang yang kuat adalah orang yang dapat menahan kemarahannya ketika ia di dalam kemarahan.

5. Siapakah orang yang lemah?
Orang yang lemah adalah orang yang melihat akan kemaksiatan di depan matanya tidak sedikit pun ada kebencian di dalam hatinya akan kemungkaran itu.

6. Siapakah orang yang bakhil?
Orang yang bakhil lagi kedekut adalah orang yang berat lidahnya untuk membaca selawat keatas junjungan Rasulullah s.a.w.

7. Siapakah orang yang buta?
Orang yang buta adalah orang yang tidak mahu membaca dan meneliti akan kebesaran Al Qur'an dan tidak mahu mengambil pelajaran daripadanya.

8. Siapakah orang yang tuli?
Orang yang tuli adalah orang yang di beri nasihat dan pengajaran yang baik namun tidak diendahkannya.

9. Siapakah orang yang sibuk?
Orang yang sibuk adalah orang yang tidak mengambil berat akan waktu solatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s.

10. Siapakah orang yang manis senyumanya?
Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang di timpa musibah lalu dia kata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil erkata,"Ya Rabbi (Wahai Tuhanku) Aku redha dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.

11. Siapakah orang yang menangis airmata mutiara?
Orang yang menangis airmata mutiara adalah orang-orang yang sedang bersendiri lalu mengingat akan kebesaran Tuhan dan menyesal akan dosa-dosanya lalu mengalir airmatanya.

12. Siapakah orang yang kaya?
Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.

13. Siapakah orang yang miskin?
Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada sentiasa menumpuk-numpukkan harta.

14. Siapakah orang yang pandai?
Orang yang pandai adalah orang yang bersiap siap untuk hari kematiannya kerana dunia ini berusia pendek sedang akhirat kekal abadi

15. Siapakah orang yang bad word?
Orang yang bad word adalah orang yang beriya-iya berusaha sekuat tenaga untuk dunianya sedangkan akhiratnya diabaikan.

16. Siapakah orang yang maju dalam hidupnya?
Orang yang maju dalam hidupnya adalah orang-orang yang senantiasa mempertingkat ilmu kebaikan.

17. Siapakah orang-orang yang mundur hidupnya?
Orang yang mundur dalam hidupnya adalah orang yang tidak memperdulikan akan halal dan haramnya akan sesuatu perkara itu.

18. Siapakah orang yang gila itu?
Orang yang gila itu adalah orang yang tidak sembahyang kerana hanya dua syarat saja yang memperbolehkan akan seorang itu meninggalkan sembahyang, pertama sekiranya ia haid dan kedua ketika ia tidak siuman akalnya.

19. Siapakah orang yang rugi?
Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikkan.

20. Siapakah orang yang selalu ditipu?
Orang yang selalu di tipu adalah orang muda yang menyangka bahawa kematian itu berlaku hanya pada orang tua.

21. Siapakah orang yang paling cantik?
Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.

22. Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?
Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan saujana mata memandang.

23. Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit?
Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikkan lalu kuburnya menghimpitnya.

24. Siapakah orang yang mempunyai akal?
Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni syurga kelak kerana telah mengunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.

25. Siapakah org yg bijak?
Orang yg bijak ialah org yg tidak membiar atau membuang email ini begitu sahaja, malah dia akan menyampaikan pula pada org lain...

#132 Guest_HNZaM_*

  • Tetamu

Posted 12 December 2003 - 11:11 AM

Sewaktu bersujud, kita berada amat hampir dengan Allah. Katakanlah apa sahaja di dalam hati hajat kita sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah s.a.w. yang biasa emanjangkan sujudnya dengan memperbanyakkan zikir dan doa didalamnya.

Sabda Rasulullah s.a.w :- Suasana yang paling hampir antara seseorang hamba dengan Tuhannya ialah di kala ia bersujud kerana itu hendaklah kamu memperbanyakkan doa di alamnya."

Banyak doa yang diamalkan oleh Rasulullah untuk kita ikuti. Salah satunya yang paling baik untuk diamalkan ialah doa yang dibaca sewaktu sujud akhir dalam solat.

Ya Allah, tambahkanlah bagiku rezeki yang banyak lagi halal, imamyang benar,ilmu yang bermanfaat, kesihatan yang elok, kecerdikan yang tinggi, hati yang bersih dan kejayaan yang besar."

Semoga dengan mengamalkan doa itu kita mendapat manfaat atau sekurang-kurangnya menjadi cita-cita kita dalam mencari keredhaan Allah dunia dan akhirat.

Banyak kelebihan memanjangkan sujud dan memperbanyakkan doa di dalamnya. Rasulullah s.a.w biasa berbuat begitu sehingga pernah para sahabat hairan kerana lamanya baginda bersujud.

Keistimewaan umatnya yang bersujud telah disebut oleh baginda dalam sabdanya yang bermaksud:-

"Tiadalah ada seorang umatku melainkan aku yang akan mengenalinya di hari kiamat"

Mendengar itu para sahabat bertanya: "Bagaimanakah engkau dapat mengenali mereka dalam khalayak ramai wahai Rasulullah?"

Jawab baginda: "Tidakkah engkau melihat seandainya sekumpulan unta dimasuki oleh seekor kuda yang amat hitam, sedang di dalamnya pula terdapat sekor kuda putih bersih, maka adakah engkau tidak dapat mengenalinya?"

Sahabat Menjawab: "Bahkan !"

Rasulullah menyambung: "Kerana sesungguhnya pada hari itu (kiamat) muka umatku akan putih (berser-seri) disebabkan mereka bersujud (di dunia),segala anggota mereka ( terutama anggota wudu') putih berseri-seri oleh cahaya wudhu' !!!"

KEISTIMEWAANNYA

Ahli neraka juga mendapat keselamatan kerana bekas sujudnya.Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud:-

"Apabila Allah hendak melimpahkan Rahmat (kebaikan) kepada ahli-ahli neraka yang Dia kehendaki, Dia pun memerintahkan malaikat supaya mengeluarkan orang-orang yang menyembah Allah, lalu mereka dikeluarkan dan mereka dikenali dengan kesan-kesan sujud (di dahi mereka), di mana Allah menegah neraka memakan (menghapuskan) bekas-bekas sujud itu, lalu mereka pun keluar dari neraka, maka setiap tubuh anak Adam akan dimakan api nerakaselain bekas sujud"

Begitulah Allah memuliakan hamba-Nya yang bersujud. Orang yang sujud mendapat keistimewaannya apatah lagi di dalam sujud itu kita berdoa. Sudah tentu mendapat perhatian yang sewajarnya. Semoga kita akan menjadi hamba yang benar-benar mendapat rahmat.

#133 Guest_jakob79_*

  • Tetamu

Posted 12 December 2003 - 07:23 PM

Lapang benar dada Pak Uwei bila pegawai yang bertugas di kaunter pejabat Tabung Haji itu memberitahu nama dia dan isterinya turut tersenarai dalam senarai jemaah yang akan menunaikan fardhu haji pada tahun ini.

"Tapi pak cik kena bayar segera bahagian mak cik yang masih tak cukup tiga ribu lagi tu. Selewat-lewatnya minggu depan bayaran mesti dibuat," beritahu pegawai itu lagi.

"Insya Allah encik. Saya akan bayar seberapa segera," janji Pak Uwei.

Berita gembira itu ingin segera dikongsi bersama isteri kesayangannya. Sebaik keluar dari pejabat Tabung Haji dia terus balik ke rumah.

"Pah...oo..Pah!" teriak Pak Uwei sebaik turun dari keretanya.

"Apa bendanya terlolong-lolong ni bang?" tanya Mak Pah.

"Ada berita baik ni Pah, nampaknya hajat kita nak ke Mekah tahun ini akan tertunai. Insya Allah dua bulan lagi kita akan ke sana. Tak sabar betul saya, rasa macam Kaabah tu dah melambai-lambai," cerita Pak Uwei dengan wajah berseri-seri.

"Betul ke ni bang? Baru semalam si Johari beritahu dia dengan Minah tak dapat pergi. Namanya tidak ada dalam senarai."

"Betullah Pah oii...saya ni baru je balik dari pejabat Tabung Haji. Cuma duit bahagian awak tu kena bayar segera selewat-lewatnya minggu depan."

"Mana kita nak cari duit banyak tu bang? Tiga ribu tu bukan sikit, itu pun lepas duit tambang. Duit kocek mau juga sekurang-kurangnya dalam seribu." Mak Pah merenung gusar wajah suaminya.

"Alah Pah, kita mintalah tolong dengan Muaz dan Balkis. Takkanlah mereka tak nak beri. Bukannya banyak, cuma dua ribu seorang saja." Wajah Pak Uwei semakin berseri-seri. Dia yakin anak- anaknya yang dua orang itu tidak akan menghampakan harapannya.

"Lusa hari minggu, saya nak suruh budak-budak tu balik boleh kita berunding," cadang Pak Uwei. "Kalau tak cukup bahagian saya tu, awak ajelah yang pergi dulu. Tak elok kita menyusahkan anak-anak bang, lagipun apa pula kata menantu kita nanti nak ke Mekah minta duit anak-anak." Mak Pah tidak bersetuju dengan rancangan Pak Uwei.

"Pah... Muaz dan Balkis tu kan anak-anak kita. Kita dah besarkan mereka, hantar belajar tinggi-tinggi takkan nak hulur dua ribu pun tak boleh lagipun selama ni kita tak pernah minta duit mereka. Tak usahlah awak bimbang Pah, saya yakin anak-anak kita tu tak akan menghampakan kita kali ni." Yakin benar Pak Uwei, harapan yang menggunung digantungkan kepada anaknya. "Tapi bang..."

"Dahlah...pegi siapkan kerja awak tu, tak usah nak risau tak tentu hala. Saya nak telefon budak-budak tu," pintas Pak Uwei sebelum Mak Pah melahirkan kebimbangannya. Lega hati Pak Uwei bila Muaz menyatakan yang dia akan pulang kemudian Pak Uwei menelefon Balkis pula di pejabatnya. Dia hanya menyuruh mereka balik tanpa memberitahu hajatnya.

"Insya Allah Kis balik nanti abah. Emm...abah nak Kis suruh Intan balik sama?" tanya Balkis.

"Ikut suka kaulah, bagi abah yang pentingnya kau dan Muaz. Intan tu ada ke tidak ke, sama aje. Balik ya...," balas Pak Uwei.

Bukan dia membeza-bezakan anak-anaknya tapi hati tuanya cepat benar panas bila berhadapan dengan Intan. Sikap degil dan tak mahu mendengar kata anaknya itu menyebabkan dia geram. Sudahlah malas belajar tidak seperti Muaz dan Balkis yang berjaya memiliki ijazah. Kalau ditegur sepatah, sepuluh patah tidak menjawab. Masih Pak Uwei ingat gara-gara sikap keras kepala Intan untuk bekerja kilang mereka bertengkar besar tiga tahun lalu. Kini hubungan mereka seperti orang asing.

"Abah tak setuju kau nak kerja kilang kat KL tu. Abah mahu kau sambung belajar lagi." Pak Uwei tidak bersetuju dengan niat Intan yang hendak bekerja kilang.

"Intan dah tak minat nak belajar lagi abah, biarlah Intan kerja kilang. Kerja kilang pun bukannya haram." bantah Intan menaikkan darah Pak Uwei. "Aku suruh kau belajar kau tak nak, kau nak kerja kilang. Kau tak tengok berapa ramai anak gadis yang rosak akhlak kerja kilang duk kat KL jauh dari mak bapak, bolehlah buat apa yang kau sukakan. Kau nak bebas macam tu?"

"Itulah abah, selalu nampak yang buruk aje. BUkan semua yang kerja kilang duk kat KL tu jahat abah. Kerja apa dan kat mana pun sama aje, pokok pangkalnya hati. Kalau nak buat jahat dalam rumah pun boleh abah." Intan cuba membuat abahnya faham.

"Kenapalah kau seorang ni lain benar dari abang dan kakak kau. Cuba kau tengok Balkis tu tak pernah dia membantah cakap macam kau ni!"

"Intan memang tak sama dengan Kak Balkis abah, Intan suka berterus terang kalau tak kena Intan cakap depan-depan bukan membebel kat belakang," balas Intan selamba menyemarakkan bara dalam dada abahnya.

"Anak tak mendengar kata, ikut suka kaulah. Kalau kau nak pergi, pergi... aku dah tak larat nak larang. Nak terlentang ke, telangkup ke, gasak kaulah.

Kau buat apa yang kau suka, aku tak nak ambil tahu lagi!" Sejak kejadian itu Pak Uwei memang tidak memperdulikan langsung apa yang Intan nak buat. Namun begitu Intan tetap pulang setiap kali cuti, dia bersikap selamba biarpun abahnya tidak memperdulikannya. Intan selalu menghulur duit tapi hanya kepada maknya sahaja.

RIANG hati Pak Uwei bukan kepalang bila anak-anaknya pulang, tambahan pula dia sudah rindu dengan cucu-cucunya. Malam itu selesai menikmati makan malam dan berjemaah sembahyang Isya`, mereka duduk berborak di ruang tamu.

"Sebenarnya ayah suruh kau orang balik ni ada hajat sikit," Pak Uwei memulakan bicara. "Hajat apa pula abah?" tanya Muaz yang duduk di sebelahnya.

"Abah dan mak kau nak ke Mekah, nama dah ada dalam senarai. Memandangkan bahagian mak kau masih belum cukup lagi abah nak minta kau dan Balkis bantu sikit. Tak banyak, dua ribu seorang cukuplah," Pak Uwei mengutarakan hasratnya.

"Boleh tu boleh abah, tapi kena tunggu sebulan dua lagi. Az baru aje keluarkan wang simpanan buat duit muka beli rumah. Sebulan dua lagi bolehlah Az ikhtiarkan," ujar Muaz. "Tapi...pegawai Tabung Haji tu minta bayaran dibuat segera selewat-lewatnya minggu depan." "Kalau dalam seminggu dua ni abah, memang rasanya tak dapat. Paling tidak pun cukup bulan ni. Nak cukupkan duit muka tu pun habis duit simpanan budak-budak ni Az keluarkan," jawab Muaz serba salah.

"Kau beli rumah lagi, rumah yang ada tu kau nak buat apa?" tanya Pak Uwei melindungi kekecewaannya.

"Rumah baru tu besar sikit abah. Selesalah buat kami sebab budak-budak tu pun dah besar masing-masing nak bilik sendiri. Lagipun beli rumah tak rugi abah, pelaburan masa depan juga," sampuk Mira isteri Muaz. Pak Uwei terdiam, harapannya kini cuma pada Balkis.

"Kamu macam mana Kis, boleh tolong abah? Nanti abah bayarlah balik duit kamu tu bila ada rezeki berbuah durian kat dusun kita tu nanti," Pak Uwei berpaling pada Balkis.

"Kis pun rasanya tak dapat nak tolong abah. Kis baru aje keluarkan duit simpanan buat menambah modal perniagaan abang Man. Tengah gawat ni faham ajelah... ni tak lama lagi nak bersalin nak pakai duit lagi." Hancur berderai rasa hati Pak Uwei mendengar jawapan Balkis.

"Man bukan tak nak tolong abah. Kalau nak pinjam duit kad kredit boleh. Tapi yelah kata orang kalau nak ke Mekah ni tak elok pakai duit pinjaman." "Betul kata Man tu abah. Kalau nak ke Mekah mesti dengan kemampuan sendiri baru elok," sokong Muaz. Kata-kata Azman dan Muaz bagaikan sembilu yang menikam dada Pak Uwei. Bila dia bertemu pandang dengan Intan, Pak Uwei terasa bagai ditertawakan oleh Intan bila kedua anak yang diharap-harapkan menghampakannya.

"Tak apalah kalau kau orang tak ada duit. Biarlah abah kau pergi seorang dulu, nanti kalau ada rezeki mak pula pergi," Mak Pah bersuara cuba meredakan keadaan. "Kalau nak pergi sendiri dah lama saya pergi Pah. Tak payah saya tunggu lama-lama. Kalau awak tak pergi biarlah kita sama-sama tak pergi...dah tak ada rezeki kita nak buat macam mana?" Pak Uwei bangun masuk ke bilik meninggalkan anak-anaknya dengan rasa kesal. Intan tahu abahnya benar-benar kecewa. Walaupun orang tua itu tidak menunjukkan rasa kecewanya tapi Intan faham kecewa abahnya teramat sangat kerana tidak menduga anak-anak yang selama ini disanjung akan mengecewakannya begitu.

"Anak awak tu tak balik ke?" tanya Pak Uwei pada Mak Pah bila Intan tidak turut serta balik bersama abang dan kakaknya.

"Tak, katanya cuti sampai hari Rabu nanti," balas Mak Pah sambil mencapai kain selendangnya. "Nak ke mana pulak tu?" tanya Pak Uwei melihat Mak Pah bersiap-siap. "Nak ke kedai Long Semah tu nak belikan anak saya kuih lepat ubi kegemarannya." Sengaja Mak Pah menekan suara bila menyebut anaknya. Bukan sekali dua dia menegur sikap Pak Uwei yang gemar membeza-bezakan anak. PAGI Isnin tu selepas bersarapan Intan bersiap-siap hendak keluar.

"Nak ke mana Intan pagi-pagi lagi dah bersiap ni?"

"Intan ada hal sikit kat bandar mak. Intan pergi dulu ye."

"Kalau nak ke bandar suruhlah abah kau tu hantarkan," suruh Mak Pah.

"Tak payah mak, Intan nak pergi banyak tempat ni. Nanti bising pula abah tu. Intan pergi dulu." Mak Pah menggeleng memerhatikan Intan berlalu. Kadangkala sedih hatinya melihat sikap suaminya yang keras hati membuat anaknya itu menyisihkan diri. Ketika Intan pulang dari bandar tengah hari itu mak dan abahnya sedang menikmati juadah tengah hari.

"Kau ni Tan buat benda apa lama benar kat bandar tu? Mari makan sama. Ni abah kau ada beli ikan baung salai, mak masak lemak cili api."

"Ingat lagi abah lauk kegemaran Intan rupanya," usik Intan tak bertangguh mencapai pinggan. "Mak bapak memang tak pernah lupakan anak-anak, cuma anak-anak aje yang lupakan mak bapak," jawab Pak Uwei sinis. Intan tersenyum pahit.

Selesai mengemas pinggan mangkuk, Intan menunaikan solat Zohor kemudian dia mendapatkan mak dan abahnya yang sedang duduk di ruang tamu. Abahnya sedang membaca suratkhabar. Mak Pah pula melipat kain.

"Mak, abah... Intan ada hal sikit nak cakap ni...," ujar Intan menghampiri mereka. Pak Uwei menurunkan suratkhabar yang dipegangnya kemudian menanggalkan cermin mata yang digunakan untuk membaca.

"Apa hal... kamu nak kahwin ke?" soal pak Uwei merenung Intan. Tawa Intan meledak tiba-tiba mendengar soalan abahnya. Melihat Intan tergelak besar Pak Uwei turut tertawa. Mak Pah pun tergelak sama, riang rasa hatinya melihat kemesraan yang hilang dulu mula menyatu. "Abah ni... ke situ pulak...." "Habis tu?" "Ini... kad Tabung Haji mak. Tadi Intan ambil dalam laci tu. Yang ni resit memasukkan duit ke akaun mak. Semuanya Intan dah uruskan. Dan ini dua ribu untuk buat duit kocek mak dan abah. Yang dua ratus lagi ni untuk buat kenduri doa selamat sebelum berangkat nanti." Intan memasukkan duit itu dalam genggaman Pak Uwei. "Apa??" Pak Uwei terkejut matanya merenung Intan dan duit di tangannya bagai tidak percaya. "Ini duit simpanan Intan sejak mula bekerja dulu. Duit hasil titik peluh Intan yang halal abah, terimalah. Selama ini Intan banyak kali kecewakan abah. Intan tak pernah dapat membahagiakan hati abah. Selama ini pun Intan selalu sangat rasa kalah pada abang Az dan Kak Balkis. Intan tak cantik dan baik macam Kak Balkis, apatah lagi bijak seperti mereka. Intan tahu abah selalu kecewa dengan Intan. Hanya kali ini Intan dapat tunaikan hasrat abah.

Dah banyak kali abah tangguhkan hasrat nak naik haji. Dulu kerana Kak Balkis nak kahwin, lepas tu mak pula tak sihat. Sekarang ni masa yang sesuai. Intan harap abah sudi terima pemberian Intan," tutur Intan perlahan memerhatikan airmata menuruni pipi abahnya yang sudah berkedut dimamah usia. "Terima kasih Intan. Malu rasanya abah nak ambil duit kamu... dulu abah selalu bangga dengan Balkis dan Muaz yang memegang jawatan tinggi tapi akhirnya anak abah yang kerja kilang yang membantu abah," luah Pak Uwei sambil mengesat airmata terharu atas keluhuran hati anak yang selama ini dimusuhinya. "Sudahlah abah. Yang lepas itu tak usahlah kita ungkit-ungkit lagi. Intan gembira abah sudi terima pemberian Intan."

"Pemberian kau ni terlalu terlerai bagi abah dan mak kau Intan...," ujar Pak Uwei. Intan peluk abahnya erat. "Hah... tulah, jangan suka memperkecil-kecilkan anak saya ni," Mak Pah mengusik Pak Uwei sambil mengesat airmata penuh kesyukuran.

"Mak ni...," gelak Intan memandang abahnya yang tersengih.

MASA yang ditunggu-tunggu tiba dalam keriuhan sanak saudara yang datang menziarahi Pak Uwei dan Mak Pah. Intan memerhati dengan perasaan gembira bercampur hiba.

"Semua dah siap ke mak?" tanya Intan menjenguk ke bilik emaknya memerhatikan Mak Pah mengisi barang keperluan semasa di Mekah. "Dah rasanya... ada apa-apa yang Intan nak pesan mak belikan di sana nanti?" "Tak ada mak. Mak janganlah fikir soal apa yang nak dibeli mak. Yang penting mak dapat menunaikan ibadah dengan sempurna."

"Hah, awak dengar tu...kita ni nak pergi menunaikan ibadah bukan nak membeli-belah," tambah Pak Uwei yang turut mendengar perbualan dua-beranak itu.

"Intan tak nak mak dan abah belikan satu apa pun dari sana. Hanya satu yang Intan mahu, doakan Intan bahagia di dunia dan akhirat," pesan Intan sambil memeluk emaknya. Mak Pah dan Pak Uwei berpandangan. Tiba-tiba sebak dengan permintaan Intan itu.

HANYA dua jam lagi kapal terbang akan mendarat di tanah air. Pak Uwei mengerling Mak Pah yang lena di sebelahnya. Dalam keriangan telah menunaikan ibadah haji tanpa sebarang kesulitan terselit rasa tidak sedap di hati. Perasaan rindu pada anak-anak terutama Intan bagai menyentap tangkai hatinya. Pak Uwei terkenangkan mimpinya bertemu Intan di tanah suci. Intan tidak berkata sepatah pun tapi bagai memberitahu yang dia akan pergi jauh.

"Kenapa resah aje ni bang?" Mak Pah terjaga.

"Entahlah Pah, saya teringat sangat dengan Intan dan anak-anak kita."

"Sabarlah dah nak sampai dah ni," pujuk Mak Pah.

Dari jauh lagi Pak Uwei sudah melihat Muaz dan Azman menanti mereka. "Mak... abah...," Muaz meraih emaknya dalam pelukan dan kemudian abahnya tanpa dapat menahan airmata menitis laju.

"Mana yang lain ni, kamu berdua aje?" Pak Uwei tertinjau-tinjau mencari wajah Intan. "Mereka menanti di rumah, abah," beritahu Azman suami Balkis sambil mencium tangan Pak Uwei. "Intan pun tak datang juga ke?" tanya Pak Uwei terasa hampa. "Awak ni... kan Man dah kata mereka menunggu di rumah." Mak Pah menggeleng, dua tiga hari ini nama Intan tak terlepas dari mulut suaminya. Perjalanan tiga jam dari KLIA untuk sampai ke rumah terasa begitu lama oleh Pak Uwei. Mak Pah yang melihat kegelisahan suaminya turut berasa bagai ada yang tak kena. "Dua tiga malam sebelum balik, abah kau mengigau terjerit-jerit dia panggil nama Intan. Kalau Intan dengar cerita ni tentu dia gelihati." cerita Mak Pah pada Muaz dan Azman. Muaz mengerling Azman yang sedang memandu.

"Tentulah abah ingatkan Intan, sebab Intan yang bagi dia duit," balas Muaz cuba bergurau walaupun terasa sayu. "Tapi abah rasa macam ada yang tak kena aje Az, dalam mimpi abah tu abah nampak Intan macam nak beritahu dia nak pergi jauh. Tapi dia tak bercakap pun hanya renung abah. Intan tak ada cakap apa-apa dengan kau Az?" "Err... tak ada abah. Kita berhenti minum dulu abah, tentu mak haus," ajak Azman.

"Tak payah, dah dekat ni. Abah tak sabar nak balik," tolak Pak Uwei. Azman dan Muaz hanya berpandangan.

SEBAIK turun dari kereta, Balkis meluru memeluk mereka dengan tangisan. Suara Pak Long Basri yang bertakbir menambah sayu. Semua yang ada menitiskan air mata.

"Mak dengan abah sihat ke?" tanya Mira setelah bersalaman dengan ibubapa mentuanya. "Sihat, cuma batuk-batuk aje sikit. Intan mana, dia tak balik ke?" Mak Pah mula berdebar bila Intan tidak kelihatan. "Naik dulu Ngahnya...," suruh Long Semah.

"Intan mana?" Pak Uwei mula hilang sabar bila tak seorang pun memberitahu di mana Intan. Pantas dia memanjat tanggu menuju bilik Intan. Matanya terpaku pada bekas baru yang terletak di sebelah katil yang bercadar kain batik lepas. Dadanya bergetar.

"Az... mana Intan? Mana adik kau Az?" tanya Pak Uwei dengan suara yang menggeletar. Badannya terasa lemah, dia berpaut pada tepi pintu. "Sabar abah...," Muaz menggosok belakang abahnya.

"Kenapa Az...kenapa?" Mak Pah menurunkan Syazwan cucunya dari pangkuan dan melangkah laju ke bilik Intan.

"Mak... Intan dah tak ada mak," Balkis tersedu memeluk emaknya yang terduduk lemah.

Pak Uwei terkulai tak bermaya menerima berita itu. Mak Pah terus pengsan. Bila dia terjaga dia melihat anak menantu mengelilingnya. Pak Uwei duduk di tepi kepalanya. "Sabarlah Ngah, ini dugaan Allah pada kita. Intan pergi pun dalam keadaan tenang. Barangkali kerana hajatnya nak lihat kamu naik haji dah tertunai," pujuk Long Semah yang masih belum pulang.

"Intan ada tinggalkan surat untuk kita. Dia memang dah tahu dia tak akan hidup lama. Rupa-rupanya dia menghidap barah otak. Dia minta maaf segala salah silap dan berpesan supaya kita jangan sedih atas pemergiannya. Dia minta kita doakan dia," Pak Uwei menepuk lembut bahu Mak Pah yang tersedu. "Bila dia meninggal? Siapa yang mengadap masa nazaknya?" tanya Mak Pah. "Kami semua ada mak. Dia begitu tabah menanti detik kematiannya mak. Sebenarnya dia ajak kami balik ini, katanya nak kemaskan rumah. Mak dan abah nak balik. Masa sampai tu dia sihat lagi tiba-tiba malam Khamis tu lepas solat Isya` dia sakit kepala teruk sampai tak boleh bangun. Az nak hantar ke hospital tapi katanya masa dia dah tiba. Masa tulah baru dia ceritakan sakitnya. Dia meninggal subuh hari Jumaat mak... tiga hari lepas. Dia pergi dalam keadaan yang cukup tenang mak," cerita Muaz.

Mak Pah mengenggam erat tangan suaminya, terkenangkan bagaimana Intan memeluk erat mereka sebelum melepaskan pemergian mereka. Dan ketika itu bagai terdengar-dengar suara Intan berpesan,"Intan tak nak mak dan abah belikan satu apa pun dari sana. Hanya satu yang Intan mahu, mak dan abah doakan Intan bahagia di dunia dan akhirat.."

#134 Guest_Johore_*

  • Tetamu

Posted 15 December 2003 - 10:07 AM

Assalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Ingin berkongsi sedikit ilmu....

Dipetik dari buku 111 Wasiat Rasulullah SAW untuk Wanita Solehah ditulis oleh Dr Kasmuri selamat. Moga dapat memberi manfaat.

Redha Terhadap Qada' dan Qadar Allah.

Rela terhadap ketentuan, kehendak dan kekuasaan Allah adalah wajib hukumnya dan merupakan tandanya iman didalam hati seseorang. Dalam sebuah hadis qudsi dijelaskan bahawa Allah berfirman:

"Barangsiapa yang tidak meredhai qada'-Ku dan tidak bersabar atas bencana yang Aku timpakan atasnya, maka carilah Tuhan yang lain selain daripada-Ku" (HR Tabrani)

Dalam Al-Quran Allah berfirman:

Maksudnya: "Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan "Kami telah beriman" sedang mereka tidak diuji? Dan susungguhnya kami telah menguji orang orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang orang yang berdusta (dalam keimanannya)"

Dengan berdasarkan ayat diatas, Rasulullah SAW telah bersabda:

"Bahawasanya Allah akan mencuba salah seorang kamu dengan sesuatu bencana (bala), sebagaimana seorang kamu mencuba (menguji) emas dengan api. Maka diantara mereka ada yang keluar seperti emas asli, iaitu mereka yang dilindungi dan dipimpin oleh Allah dari perkara shubahat, dan ada diantara mereka yang keluar seperti emas hitam (palsu), iaitu bagi mereka yang mendapat fitnah." (HR Tabrani)

------------------------------------------------------------
Nota kaki:

Ada masa dalam kehidupan dugaan datang melanda dan bertimpa-timpa sehinggakan kita rasa tak mampu nak menghadapinya...terasa hampir putus asa. Pada ketika tu..ingatlah selalu bahawa apabila kita diduga, ia juga bermaksud Allah sedang dan selalu memerhatikan kita. Dia ingin kita menjadi yang terbaik, Dia ingin kita memperbaiki diri kita dan Dia mahu kita kembali memohon dan berdoa pada Dia. Dia sedang memberi kita peluang untuk memperbaiki hubungan kita dengan Dia. Dugaan datang dengan sebab...bukan kebetulan. Tabahkan hati..kuatkan semangat..dan kukuhkan iman. Berdoa dan berharap agar Allah sentiasa membantu kita untuk kembali ke jalan yang benar...jalan yang diredhai dengan dia. Sesungguhnya setiap penyakit, bala dan dugaan merupakan kiffarat dosa kita yang lalu. Moga Allah sentiasa melindungi dan membimbing kita ke jalan-Nya

Saya ingatkan diri saya lebih dari orang lain. Perbetulkan saya jika saya salah. Sesungguhnya yang baik itu dari Allah, dan yang buruk itu berlaku dengan izinNya tapi diatas kelemahan diri saya sendiri. Doakan agar kita sama sama berjaya dunia akhirat. Amiin

8) laugh.gif

#135 Guest_Johore_*

  • Tetamu

Posted 16 December 2003 - 11:11 AM

Agama - Fikrah: Antara mukmin sejati dan munafik

AKHLAK dan perangai seseorang itu mencerminkan peribadi seorang mukmin
beriman. Ini sejajar dengan hadis Rasulullah saw yang bermaksud: *Orang
mukmin paling sempurna imannya ialah yang paling elok akhlaknya.*

Petanda akhlak elok ialah merendah diri, lemah lembut, bersih daripada
perbuatan maksiat, tidak menyakiti hati orang lain, tidak menyeleweng,
kurang bercakap sesuatu yang tidak perlu dan perkataannya sentiasa benar.

Akhlak dan budi pekerti yang baik juga ada kaitan dengan sikap pemurah,
berwajah manis dan sentiasa tersenyum apabila menemui atau berhadapan dengan
seseorang, tidak ada hasad dengki dan tidak berdendam.

Rasulullah ditanya mengenai tanda orang mukmin dan munafik.

Sabda Baginda, yang bermaksud : *Orang mukmin keinginannya ialah pada
sembahyang, puasa dan suka beribadat manakala orang munafik pula
keinginannya pada makan dan minum seperti haiwan.

Selain itu, perbezaan orang mukmin dan munafik ialah, orang mukmin
menyerahkan hartanya, tidak agamanya manakala orang munafik menyerahkan
agamanya, bukan hartanya.

Orang mukmin melakukan kebaikan dan menangis, manakala orang munafik
melakukan kejahatan sambil ketawa.

Orang mukmin suka bercucuk tanam dan menjaga tanamannya agar tidak rosak,
manakala orang munafik mencabut tanaman dan mengharap untuk menuai saja.

Ujian utama yang dihadapi oleh mukmin berakhlak baik ialah kesabaran memikul
penderitaan dan kesakitan. Sesiapa yang mengadu mengenai keburukan orang
lain, dia sebenarnya menunjukkan keburukan akhlaknya sendiri kerana
ketahanan menanggung penderitaan dan kesakitan ialah akhlak yang baik.

Mukmin sejati juga mempunyai iman teguh, cita-cita yang sentiasa mengerjakan
kebajikan, selalu dalam perjuangan, tidak melakukan kejahatan, sabar dan
menunjukkan peribadi baik. Apabila ditimpa musibah dia sabar dan jika
mendapat nikmat dia bersyukur. Dalam hidupnya, sentiasa terbayang kedamaian.
Orang beriman sentiasa berbuat baik untuk dirinya sendiri mahupun terhadap
orang lain. Islam melarang melakukan kerosakan, baik terhadap peribadi
mahupun masyarakat umpamanya berzina, berjudi, meminum minuman keras dan
sebagainya. Justeru, orang yang lemah imannya tidak mampu mengendalikan diri
terhadap larangan itu, walaupun sedar akibatnya. Mukmin yang kuat imannya
sentiasa menghindarkan perbuatan yang merugikan terhadap dirinya dan orang
lain.

Begitu juga, orang mukmin hanya meminta pertolongan daripada Allah. Dalam
menghadapi sesuatu kesulitan, orang yang lemah imannya selalu gelisah. Dia
mencari pertolongan kepada sesiapa saja yang dianggapnya dapat meringankan
kesulitan yang dideritai itu, walaupun pertolongan itu sifatnya hanya
sebagai sementara.

Mukmin yang sejati hanya meminta pertolongan kepada Allah. Dia memohon terus
kepada Allah, tanpa ada perantaraan orang lain.

Mukmin sejati tidak bersikap lemah sama ada fizikal atau tubuh badan.
Rohaniah dan semangatnya kental dan tidak dipatahkan, sekalipun jiwanya
terancam dan terkorban. Orang beriman mempunyai pengharapan dan tidak mudah
menyerah kalah. Dia percaya bahawa setiap perbuatan yang baik akan diberi
pahala dan ini memberi semangat kepadanya untuk berusaha.

Diriwayatkan bahawa seorang ahli sufi terkenal, Ibrahim Adham ke padang
pasir dan bertemu seorang askar yang bertanya kepadanya: *Engkau seorang
hamba?* Jawab Ibrahim: *Ya*

*Di mana tempat yang makmur?* tanya askar itu.

Ibrahim menunjukkan tanah perkuburan tidak jauh dari situ. Askar itu marah
sambil berkata: *Yang aku mahu ialah tempat yang makmur. Tempat yang kau
tunjuk itu adalah tanah perkuburan.*

Askar itu marah sambil mengambil cemati dan memukulnya. Dia kemudian membawa
Ibrahim ke pekan. Di sana, kawan-kawannya bertanya apa yang berlaku. Selepas
askar itu bercerita, kawan-kawannya memberitahu bahawa orang yang dipukulnya
ialah Syeikh Ibrahim bin Adham, seorang sufi terkenal.

Askar itu kemudian melompat turun dari kudanya dan terus mengucup tangan dan
kaki Ibrahim sambil meminta maaf dan menyesal. Ibrahim kemudiannya ditanya
oleh kawan askar itu mengapa dia mengaku dirinya hamba.

Jawab Ibrahim: *Askar itu tidak bertanya: Engkau hamba siapa. Dia hanya
bertanya engkau seorang hamba. *Kerana itulah aku menjawab *ya* kerana aku
adalah hamba Allah. Apabila dia menyebat kepalaku, aku memohon agar Allah
memasukkannya ke dalam syurga.

Tanya kawan askar itu: *Mengapa begitu, bukankah dia memukulmu?*

Jawab Ibrahim: *Aku tahu bahawa aku diberi pahala kerana perbuatannya itu ke
atas diriku. Aku tidak mahu diriku saja mendapat kebaikan, sementara dia
sendiri yang mendapat keburukan.*

Begitulah sifat mukmin sejati. Akhlaknya mulia walaupun dihina dan disakiti
oleh orang lain, dan di dalam hatinya, tidak terdetik untuk membalas dendam,
sebaliknya mendoakan kesejahteraan terhadap orang yang menganiyainya.

8) biggrin.gif smile.gif

#136 Guest_Johore_*

  • Tetamu

Posted 17 December 2003 - 10:40 AM

RUPA MANUSIA YANG DI HALAU DI PADANG MAHSYAR...

- Ditukar rupa menjadi wajah kera. Mereka itu adalah manusia yang suka
mengumpat.

- Ditukar rupa menjadi wajah babi. Mereka adalah kalangan mereka yang suka
memakan harta anak-anak yatim.

- Dihalau dalam keadaan terbalik, kakinya di atas dan kepala di bawah.
Mereka itu adalah manusia yang suka memakan riba.

- Dihalau dalam keadaan buta dan dituntun (diiring). Mereka adalah daripada
kalangan manusia yang curang dalam menerapkan hukum.

- Ditukar menjadi bisu dan tuli serta tidak berakal. Mereka itu adalah
kalangan yang bangga dengan amalannya sendiri.

- Dihalau dalam keadaan mengoyak lidah sendiri, sedangkan lidah itu terjulur
hingga ke paras dada dan mulutnya pula keluar nanah yang menjijikkan. Mereka
adalah ahli pidato yang mana ucapannya berlainan dengan perbuatannya.

- Dihalau dalam keadaan terpotong kedua-dua kaki dan tangan. Mereka itu
terdiri daripada yang suka mengganggu tetangga.

- Diiring ke Padang Mahsyar dalam keadaan tersalib pada pokok kurma neraka.
Mereka itu adalah kalangan mereka yang suka berusaha mengajak orang ramai
supaya membela pemerintah yang tidak jujur kepemimpinannya.

- Dikumpulkan dalam keadaan menggunakan pakaian yang panas. Mereka itu
adalah manusia yang takbur, sombong dan bongkak.

Daripada perbezaan kumpulan itu, jelaslah bahawa walaupun ketika berada di
dalam dunia dalam keadaan normal, tiada cacat cela, tetap akan ditukar oleh
Allah mengikut amalan yang dilakukan di dunia. Sebelum sampai hari
pengadilan di Padang Mahsyar yang maha luas itu.

Allah telah berfirman dalam Surah Taha ayat 124-126 bermaksud: "Dan barang
siapa berpaling daripada peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya
penghidupan yang sempit dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat
dalam keadaan buta. Berkatalah ia: Ya Tuhanku, mengapakah Engkau
menghimpunkan aku dalam keadaan buta, pada hal aku dahulunya adalah seorang
yang melihat? Allah berfirman: "Demikianlah telah datang kepadamu ayat-ayat
Kami maka kau melupakannya dan begitu pula pada hari ini kamu pun
dilupakan."

Begitu juga dengan pengiringan dan penghalauan manusia ke Padang Mahsyar,
jangan sekali-kali menganggap ringan kerana memikirkan perkara itu belum
pernah berlaku. Bagaimanapun Allah telah berfirman dalam al-Quran ia pasti
berlaku. Firman itu bermaksud: "Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu)
Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan melihat bumi itu datar dan akan
Kami kumpulkan seluruh manusia dan tidak Kami tinggalkan seorang pun
daripada mereka."

Umat Islam sekarang harus ingat bahawa kematian adalah wajib dan mesti tiba
apabila sampai waktunya. Setelah manusia dibangkitkan dari kubur
masing-masing, maka semua manusia itu dihalau menuju ke Padang Mahsyar.

Keadaan mereka ketika itu berbeza-beza. Ada yang berjalan kaki, berkenderaan
dan ada juga yang berjalan menggunakan mukanya. Pendek kata semua mengikut
amal perbuatan ketika hidup dulu.

Seperkara lagi yang harus ditempuh oleh manusia di Padang Mahsyar ialah
tidak akan mendapat perlindungan. Matahari terlalu hampir dengan ubun
kepala. Maka tidak hairan ada yang berpeluh kerana terlalu kepanasan
sehingga terasa seperti terbakar itu hingga sampai ke kaki, lutut, dada,
leher mahupun sekadar bahagian muka saja.

Sewaktu dalam penantian persidangan itu, kelihatanlah wajah mereka yang
tunduk cemas, kelihatan muram dan hitam kelam. Keadaan itu samalah seperti
kita melihat pesalah yang akan dibawa ke muka pengadilan. Takut serta
bimbang sentiasa bermain-main pada fikiran.

Bagaimana ketika di Padang Mahsyar tidak siapa yang dapat melepaskan diri.
Bukan itu saja, malah untuk mencari pohon tempat berteduh juga tidak ada.
Siapa saja akan tetap diadili dan bergantunglah betapa taatnya dia dengan
perintah Allah swt.

Allah berfirman yang bermaksud: "Dan (ingatlah) hari (ketika) Kami kumpulkan
daripada setiap umat segolongan orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, iaitu
mereka dibahagi-bahagi (dalam kelompok-kelompok)." – (surah An-Naml:83).
Hantar pada kawan!


BERSAMA-SAMALAH KITA BERDOA MOGA KITA TIDAK TERGOLONG DALAM KALANGAN
TERSEBUT........

Insyaallah..

biggrin.gif tongue.gif

#137 Guest_StarGate_*

  • Tetamu

Posted 21 December 2003 - 03:06 PM

Assalamualaikum WBT .......

Dibawah ni merupakan email yg diforward kpd saya.... semoga kita sama² menghayati apa yg ditulis oleh pengarang.

QUOTE
SEORANG wanita berusia dalam lingkungan 70-an tinggal berseorangan di rumahnya di sebuah pekan tidak jauh dari Kuala Lumpur. Anak-anaknya yang masing-masing mempunyai keluarga sendiri, tinggal berjauhan termasuk beberapa orang di ibu negara.

Tidak tahu mengapa wanita itu enggan tinggal bersama anaknya. Mungkin dia tidak selesa tinggal bersama mereka kerana tiada kebebasan seperti di rumah sendiri.

Anak-anak beliau pula jarang menjenguknya kerana masing-masing kesibukan dengan urusan kerja dan hal-ehwal keluarga.

Pada suatu hari, entah bagaimana salah seorang anak menelefon si ibu. Disebabkan telefon tidak diangkat, dia terus bergegas ke rumah ibunya. Alangkah terkejutnya si anak apabila mendapati si ibu sudah tidak bernyawa lagi di atas katilnya. Menurut doktor, si ibu telah meninggal dunia tiga hari sebelum ditemui.

Ini kisah benar yang diceritakan kepada Mualim oleh seorang rakan yang mempunyai pertalian keluarga dengan wanita berkenaan.

Mualim percaya anak-anak Allahyarham menyesal tidak sudah kerana membiarkan si ibu hidup sebatang kara. Apa salahnya pujuk si ibu supaya tinggal bersama salah seorang daripada mereka. Orang tua memang sensitif. Jika diajak sambil lewa, mereka tidak akan meninggalkan rumah sendiri sekalipun menghadapi pelbagai kesusahan hidup bersendirian.

Andainya si ibu masih berkeras tidak mahu meninggalkan rumah di kampung, apa salah menggaji seorang pembantu untuk menjaganya. Tentulah ada saudara-mara atau jiran yang sanggup menjenguknya setiap hari.

Paling tidak, jika ibu sudah tua dan uzur, pastikan menelefonnya setiap hari. Benarlah kata pujangga bahawa seorang ibu boleh menjaga 10 anak, tetapi 10 anak tidak boleh menjaga seorang ibu.

Sebenarnya kisah ibu tinggal sebatang kara bukanlah fenomena yang luar biasa pada zaman sekarang. Ini zaman anak-anak tidak lagi tinggal bersama ibu bapa apabila dewasa, apatah lagi apabila sudah berumah tangga.

Ini juga zaman anak-anak kadang kala terlupa kepada ibu bapa, pada hal sebagai umat Islam mereka sentiasa diperingatkan supaya menjaga ibu bapa.

``Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua-dua ibu bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyusukannya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapamu, hanya kepada-Ku kamu kembali.'' 31:14

Jika difahami maksud ayat ini, barang siapa yang tidak berbuat baik kepada kedua-dua ibu bapa ertinya mereka juga tidak bersyukur kepada Allah.

Perubahan cara hidup ekoran kemajuan pendidikan dan pembangunan yang merubah pertanian kepada industri dan mendorong perpindahan dari desa ke bandar, turut mengubah struktur kekeluargaan besar di kampung kepada famili kecil di bandar.

Di kampung dulu, tali persaudaraan amat kukuh walaupun hubungan darah sudah agak jauh. Saudara dua pupu dirasai bagaikan adik-beradik. Seorang tua yang sakit di kampung akan dirawat oleh ramai sanak-saudara. Di bandar kini, seorang lelaki atau wanita tua yang kehilangan pasangan akan hidup kesunyian jika tidak tinggal bersama anak-anak.

Sepatutnya anak lelaki yang bertanggung jawab menjaga si ibu atau bapa, tetapi lebih lumrah anak perempuan yang memikul tanggung jawab ini.

Rasulullah s.a.w telah bersabda bahawa lelaki sentiasa bertanggungjawab terhadap ibunya, tetapi wanita pula mestilah mengutamakan suami apabila berkahwin. Entah di mana silapnya, kita dapati pada zaman ini anak perempuan pula yang lebih bertanggungjawab terhadap ibu bapa.

Barangkali kaum lelaki lebih mentaati isteri daripada ibu bapa setelah berkahwin. Si isteri pula mudah merajuk jika suami memberikan lebih perhatian kepada ibu.

Keadaan ini amat pincang. Sepatutnya wanita mestilah memberikan layanan baik kepada ibu mertua kerana ia merupakan sebahagian daripada tanggungjawab mentaati suami. Si ibu yang dilayani menantu perempuan dengan baik, hendaklah membalas dengan kasih sayang sama seperti yang diberikan kepada anak lelakinya.

Namun perkara ini hanya mudah dicakap, tetapi sukar untuk dilaksanakan kerana kebanyakan manusia beriman kepada Allah dan Rasul hanya di bibir sahaja. Kepercayaan kepada kitab Allah (al-Quran) hanya bersifat ilmiah, iaitu sekadar untuk mengetahui isi kandungannya. Mengamalkan apa yang dipelajari jauh sekali.

Malahan lebih ramai yang menjaga hubungan dengan ibu bapa berdasarkan norma yang tidak berasaskan agama. Ini bukan sahaja berlaku di kalangan yang tidak berilmu agama, malah di kalangan orang-orang yang bergelar ustaz.

Jika berilmu tetapi tidak melaksanakannya, ertinya seorang itu sudah fasik. Lama kelamaan dia boleh kehilangan iman yang masih ada sedikit dalam dirinya.

Mualim tidak sengaja mengada-adakan cerita sebagai bahan ruangan ini. Seorang rakan Mualim yang berkelulusan Al-Azhar telah tidak bertegur sapa dengan ibu bapanya sendiri kerana perselisihan faham mengenai isterinya.

Akhirnya si ibu rakan Mualim itu meninggal dunia sebelum anaknya sempat menuntut maaf. Menangis air mata darah sekalipun, Mualim pasti si ustaz itu tetap melakukan satu dosa besar yang tidak patut dilakukannya. Nauzubillah






8)

#138 Ridsclan

    Leftenan Muda

  • Ahli
  • 599 posts
  • Gender:Male
  • Location:Tanah Semenanjung
  • Kepakaran:Joomla
  • Freelance:Ya

Posted 24 December 2003 - 10:42 AM

INDAHNYA cinta jika bersulam keikhlasan. moleknya cinta andai setia yang dipertaruhkan dan untungnya bercinta jika berkekalan sampai bila-bila.

Namun panas yang diharapkan sampai ke petang, siapa sangka hujan turun di tengah hari. Puas sudah membajai cinta, dibumbui dengan kasih dan sayang, membelai dan memupuknya dengan penuh tanggungjawab namun pasangan yang bertakhta di sanubari tetap berubah hati. Terlalu sukarkah mencintai isteri atau sememangnya si suami tidak pernah mensyukuri?

Datuk Ustaz Ismail Kamus membincangkan. "Perempuan umpama cermin, mesti cermat dan halus bila berhadapan dengan mereka. Lebih-lebih yang bergelar isteri. Sensitif, cepat kecil hati, merajuk dan minta dipujuk memang sifat wanita. Sebenarnya bukan susah melayan isteri. Seorang suami yang pandai mengambil hati, memujuk rayu jika diperlukan, bercakap lemah lembut dan rajin bergurau senda, ia sudah cukup dan memadai. Perhatikan Hasilnya, si isteri akan sanggup bersusah payah menyediakan makan dan minum di samping menguruskan rumah tangga, malah sanggup pula ke hulu ke hilir menambah pendapatan suami. Walaupun hidup dalam serba kekurangan, insya-Allah hidup pasangan begini akan rukun damai sampai bila-bila. Bagaimanapun hal ini merujuk kepada wanita yang melimpah ruah dengan kasih dan sayang. Mengutamakan rumah tangga dan berusaha menceriakannya walaupun si suami bukan berpangkat besar atau mempunyai wang yang banyak. Apabila ditujukan kepada wanita yang memegang prinsip, ada wang abang sayang, tak ada duit abang melayang lain pula penyudahnya.

Jika yang dicintai itu adalah wang, yang disayang itu adalah kemewahan, memang rumah tangga tidak bahagia dan aman. Kerana yang diburu adalah wang dan harta, maka bila ada kedua-duanya di depan mata, si isteri akan berasa nikmat kebahagiaan namun bila semuanya melayang, wanita begini akan berasa erlalu kecewa dan bersusah hati, ujarnya. Beliau menambah, "Bagaimanapun kalau dikatakan, peranan wang membeli kasih dan sayang, ia memang berkait antara satu dengan yang lain. Namun wang itu sekadar dijadikan sebagai alat dan bukan matlamat. Wang berperanan menyenangkan pasangan membina rumah tangga. Mendapatkan sebuah rumah untuk keluarga, memiliki kenderaan dan apabila berlaku sebarang bencana, wang dapat merungkai masalah yang melingkari.

Jika mengandaikan wang untuk membeli cinta dan mengeratkan kasih dan sayang, tandanya kita sudah tersilap menafsir. Sepatutnya utamakan nilai kasih dan sayang yang diberikan oleh suami atau isteri, justeru andai suatu hari kita ditimpa musibah dan hidup dalam serba kekurangan, tidaklah cepat melatah. Cuba perhatikan mereka yang tinggal di kampung. Ada pasangan yang hidup melarat dan menderita kerana tidak mempunyai wang yang banyak, namun ikatan kekeluargaan erat dan sendat dengan kasih dan sayang,''jelasnya. Beliau tidak menafikan, wanita sekarang lebih ramai yang celik mata dan sedar tentang perlunya membelai cinta sampai ke tua, sedangkan lelaki asal ada orang yang menguruskan rumah tangga sudah memadai. Golongan begini, malas hendak memupuk atau membajainya walaupun mereka mampu melakukan. Wanita ketara sudah celik mata. Ini dapat diperhatikan dalam ceramah atau syarahan. Mereka lebih banyak jika dibandingkan dengan kaum Adam.

Sekiranya intipati ceramah mengenai pasangan, pihak si isteri akan mudah terima dan berusaha berubah apatah lagi jika kena dengan cara dan pendekatan yang betul. Sebaliknya si lelaki yang turut mendengar tetapi kurang menghayati. Jika terima pun dengan perasaan sombong dan egonya dan memang sukar mengubah kesilapan.

WANITA - TULANG RUSUK YANG BENGKOK

Walaupun hakikatnya bahtera rumah tangga itu sepatutnya dikemudikan oleh si suami namun era kini menyaksikan lebih banyak wanita yang lebih sensitive mengekalkan kerukunan. Maknanya wanitalah yang lebih banyak bersabar, menelan pahit maung kekurangan pendapatan atau menghadapi kerenah suami yang kadang kala membosankan. Wanita sepatutnya berbangga dengan kejayaan ini walaupun asalnya daripada tulang rusuk kiri lelaki yang bengkok. "Nabi bersabda, wanita itu dicipta daripada tulang rusuk kiri lelaki yang bengkok, maknanya jika dibiarkan sikapnya yang tidak elok, maka begitulah ia kekal selama-lamanya. Lantaran itu andai si suami ingin memberi nasihat, hendaklah secara psikologi dan lemah lembut sehingga yang bengkok itu akan lurus.

Sebaliknya jika menggunakan kekerasan, maka tulang yang bengkok itu akan mudah patah atau pecah.

Misalnya jika isteri pemarah, membebel dan cakap banyak, si suami anggap sahaja ia cubaan yang amat kecil. Allah berfirman, "Apa yang kamu tidak suka, itu adalah yang terbaik untuk kamu.'' Namun dengan perkembangan hari ini, nampaknya dunia sudah terbalik, si lelaki pula nampak gayanya banyak yang bengkok, selarnya.

CINTA DAHULU SEBELUM KAHWIN?

Memang ramai yang membincangkan dua perkara ini sama ada cinta dahulu sebelum berkahwin atau berkahwin dahulu baru bercinta. Ada orang bercinta lama, selepas kahwin berasa jemu pula. Mulanya pasangan masing-masing buat perangai. Ada pula sarankan, lepas kahwin baru bercinta, mereka dakwa pula lepas kahwin baru pecah tembelang pasangan masing-masing. Maknanya, tidak ada kaedah khusus, ia bergantung kepada jodoh masing-masing, dedahnya.

Beliau menam-bah, "Contohnya pasangan orang tua dahulu. Masing-masing tidak kenal tetapi keluarga aturkan perkahwinan. Lepas kahwin kita lihat mereka kekal sampai berpuluh-puluh tahun dan orang tua-tua dakwa cara begitu lebih baik. Sebenarnya itu bukan formula tetapi kebetulan. Maklumlah tinggal di kampung, pergaulan bukanlah seluas atau semoden golongan yang tinggal di bandar. Jika berlaku pergaduhan, si suami tidak sampai hati menceraikan isteri, begitu juga si isteri jika minta cerai pun ke mana diri hendak dibawa?'' soalnya.

Sambungnya lagi, kedamaian hidup berumah tangga mesti dicatur sejak di awal perkenalan. "Mesti diselidik latar belakang pasangan kala

Peringkat pemilihan pasangan. Sekiranya pihak lelaki atau wanita mengikut criteria yang dianjurkan oleh Islam, insya-Allah akan ada kerukunan dalam perkahwinan. Namun jangan tersilap memilih, konon berkenan pasangan yang kuat agamanya. Kita hendaklah memandang dengan pandangan yang luas, bukan setakat sembahyang, puasa atau berzakat sahaja yang patut diambil kira. Antaranya hendaklah menjurus kepada nilai peribadi seseorang. Misalnya kesanggupan penerimaan kita kepada kerenah, gelagat atau tingkah laku pasangan. Kadang kala perangai lelaki membosankan dan tidak kurang ada yang menyejukkan, jika kita terima daripada awal maka redhalah sehingga akhirnya, kerana itulah suami atau isteri kita yang sebenar-benarnya.

LEPAS KAHWIN TERBONGKAR RAHSIA

Ditanya bagaimana mahu membelai cinta seandainya selepas berkahwin baru terbongkar rahsia keburukan pasangan, beliau mengulas. Memang sukar menelah kebaikan individu meskipun seseorang itu taat kepada ibadatnya. Pernah suatu ketika seorang lelaki menemui Saidina Omar dan berkata, bahawa dia telah memilih seorang lelaki untuk menjadi saksi. Lantas Saidina Omar bertanya, "Apakah engkau kenal lelaki itu?'' Pemuda itu menjawab, "Tidak ya amirul mukmimin.'' Saidina Omar bertanya lagi. "Apakah engkau pernah bermusafir dengannya?'' Orang itu jawab, "Tidak pernah,'' Bertanya lagi Saidina Omar, "Apakah engkau pernah berjiran dengannya? Orang itu menjawab, Tidak pernah. Lantas ditanya Omar lagi, "Macam mana engkau kenal dia? Dijawab si pemuda. "Saya selalu tengok dia sembahyang maka yakinlah dia memang baik. Omar berkata, "Engkau pergi dan selidiki lagi kerana engkau sebenarnya belum betul kenal kepadanya.'' Daripada kisah yang diriwayatkan maknanya, sekadar tengok seseorang sembahyang, berulang alik ke masjid atau membaca al-Quran belum bererti kita tahu perangai yang sebenar. "Seeloknya ajak dia bermusafir, baru tahu kedekut atau tidak. Berjiran dengannya, baru tahu perangai peribadi, dan jika berniaga bersama-samanya baru tahu amanah atau sebaliknya diri seseorang. Jika sudah kenal hati budinya barulah boleh dia dijadikan kawan atau saksi. Begitu juga apabila mencari pasangan, selidik dahulu latar belakang dan nilai peribadinya. Caranya dengan menghantar wakil atau orang tengah yang boleh diharapkan,'' sarannya. Namun tidak dinafikan, apabila suami berubah sikap misalnya tidak lagi mesra seperti dahulu, tidak mahu bergurau senda apatah lagi memupuk kasih dan sayang si isteri akan makan hati dan menderita. Namun jangan sesekali dibiarkan sehingga meresap ke dalam hati dan perasaan yang akhirnya menjadi kebiasaan.

Apabila suami buat perangai, cepat-cepat ditegur. Supaya dia segera sedar yang perbuatannya itu salah. Jika isteri terlalu sabar dan Redha dibimbangi akan meresap ke dalam hati dan menjadi kesedapan kepadanya. Memang kenyataannya apabila menegur atau melembutkan hati suami, mereka akan lebih keras dan kasar. Gelagat perubahan ini lebih ketara apabila si suami sudah mula senang sedikit. Balik lewat malam, bersenang-senang dan makan-makan dengan teman-teman atau pergi berpoya-poya. Sebab itu dikatakan orang, wang bukan sahaja membawa kebahagiaan tetapi mengheret kepada kecelakaan. "Cara untuk mengatasi masalah suami yang berubah hati, si isteri tidak boleh membentak. Kerana lelaki yang berperangai begini, hatinya sudah keras. Si isteri mesti menggunakan pendekatan dengan cara yang paling lembut sehingga mereka sedar.

"Tidak dinafikan apabila si isteri berlembut, perangai suami semakin menjadi-jadi. Bagaimanapun cuba kita fikirkan, kalau membentak akan timbul pula permusuhan yang berpanjangan. Silap hari bulan, si suami memukul atau mendera si isteri. Diam isteri bukan bererti redha dan bersetuju dengan perangainya cuma sekasar mana pun lelaki, namun jauh di sudut hati pasti mempunyai belas. Kasihan dengan si isteri yang cukup tenang, sabar dengan perangainya yang buruk,'' ujarnya. Tambahnya lagi, "Ada masanya suami mesti disentak dengan perkara-perkara yang tidak dijangka. Misalnya seorang isteri yang sebelum ini banyak cakap tiba-tiba mogok. Lepas masak diam, lepas makan diam, hendak tidur pun diam, maknanya perangainya berubah menjadi pendiam. Mungkin dengan cara itu dia mampu meluahkan perasaannya daripada marah tidak tentu pasal kemudian dicop suami, dia derhaka. "Seperti kisah seorang pemuda yang menyatakan hasrat mahu berkahwin tetapi dihalang oleh emaknya. Jadi dia mogok, kalau melawan, bimbang menderhaka kepada orang tua dan dia takut masuk ke dalam api neraka. Lantas dia diam sahaja sepanjang masa. Tidak makan, tidak minum, tidak tidur, sembahyang sahaja yang dilakukan. Lama-kelamaan ibunya bertanya, "Engkau sakit ke, asyik diam aja.'' Si anak menggelengkan kepala. Oleh sebab emak sayangkan anak, lantas disuruhnya si anak berkahwin. Barulah si anak bersemangat dan bahagia. Dalam kes ini si anak terselamat, tidak menderhaka kepada ibunya dan dapat pula berkahwin,'' ceritanya.

TEGUR CARA BERHIKMAH

Ismail Kamus menambah, jika sukar atau tidak sampai hati menegur suami yang buat perangai, gunakan orang tengah. "Memang susah mencari yang boleh dipercayai tetapi itulah cabaran yang mesti dihadapi. Bagaimanapun cara penyampaian orang tengah itu biar betul dan kena caranya sehingga suami tidak menyalahkan si isteri. "Selain memberi nasihat, isteri hendaklah mohon kepada Allah dan bermunajat kepada-Nya tanpa jemu. Di samping itu bacalah surah Ali-Imran, ayat 83 yang maksudnya: "Apakah selain daripada agama Allah mereka cari, dan baginya, menyerahlah sesiapa yang di langit dan yang di bumi, secara sukarela dan terpaksa dan kepada-Nya jua mereka dikembalikan. Ayat ini hendaklah dibaca sebanyak1,000 kali sehari. Apabila hendak digunakan baca tiga kali dan tiup kepada orang yang berkenaan atau ditiupkan ke dalam air untuk diminum oleh orang tersebut. Mudah-mudahan, berkat doa dan air itu akan lembut hatinya.'' Menjawab persoalan, bagaimana membelai cinta jika si suami asyik panas baran beliau menjelaskan. "Apabila suami baran, isteri kena sabar dan redha kerana itulah suami kita. Orang yang baran sebenarnya ada masalah. Jiwanya sakit tenat dan perlu diubati.

"Perhatikan di mana kelemahan suami dan cari punca kenapa dia marah. Kemudian kita cari jalan supaya dia tidak marah. Umpamanya kalau isteri lambat masak, sua-mi akan marah, jadi si isteri hendaklah menyegerakan memasak. Ataupun setiap kali balik ke rumah, suami mesti hendak minum, jadi cari jalan cepat-cepat sediakan minuman. Ertinya kita hendaklah menutup segala punca kemarahan suami dan lama-kelamaan penyakitnya akan reda.

Kalau dia yang menyalakan api kemarahan, isteri hendaklah mendiam diri. Jangan sesekali marah kerana marah itu bukan milik kita tetapi haknya. Jika kita tentang kemarahannya, ia akan lebih cepat terbakar atau merebak. Lagipun api bukan lawannya api sebaliknya hendaklah disimbah dengan air supaya padam. "Untuk meredakan, amalkan surah Toha ayat satu hingga enam dan baca sebanyak 1,000 kali. Antara maksudnya, "Tha, Ha, (Hai manusia), tiada Kami turunkan al-Quran ini supaya engkau mendapat *tut!*. Melainkan peringatan bagi orang yang takut (kepada Tuhan). Wahyu yang diturunkan dari Tuhan yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi. Tuhan yang Pemurah berkuasa di atas singgahsana. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit, apa yang ada di bumi, apa yang ada di antara kedua-duanya dan apa yang ada di bawah tanah." Tiup kepada ubun-ubun atau mukanya sehingga ke pusat sebanyak tiga kali. Insya-Allah akan lembut hatinya.'' Sebelum mengakhiri perbualan, beliau sempat menegur sesiapa sahaja yang masih mengabaikan rumah tangga sebaliknya hanya mahu berseronok dan berserakah, hendaklah Segera bertaubat.

Nabi bersabda, Barang siapa yang telah melampaui 40 tahun namun
Kebaikannya tidak mengatasi kejahatan hendaklah dia bersiap sedia untuk
masuk api neraka.'' Dedah Ustaz penuh bermakna[/b]

#139 Ridsclan

    Leftenan Muda

  • Ahli
  • 599 posts
  • Gender:Male
  • Location:Tanah Semenanjung
  • Kepakaran:Joomla
  • Freelance:Ya

Posted 24 December 2003 - 11:01 AM

Sambungan Dari Koleksi bulan_terang,

Mungkin Tuhan sengaja mahu kita berjumpa dengan orang yang salah. Sebelum menemui insan yang betul supaya apabila kita akhirnya Menemui insan yang betul , kita akan tahu bagaimana untuk bersyukur Dengan nikmat pemberian dan hikmat di sebalik pemberian tersebut

Apabila salah satu pintu kebahagian tertutup, yang lain akan terbuka tapi Lazimnya kita akan memandang pintu yang telah tertutup itu terlalu lama
Hinggakan kita tidak nampak pintu yang telah pun dibukakan untuk kita

Kawan yang paling baik ialah seseorang yang anda boleh duduk di dalam buaian dan berbuai bersama tanpa berkata apa-apa pun dan kemudian berjalan pulang dengan perasaan bahawa itulah perbualan yang paling hebat yang pernah dialami

Memang benar yang tahu kita tidak akan tahu apa yang telah kita punyai sehinggalah kita kehilangannya dan juga benar bahawa kita tidak tahu apa yang kita rindukan sehinggalah "ia " datang.

Memberi seseorang seluruh cinta anda bukalah satu kepastian yang mereka akan menyintai anda kembali! Janganlah harapkan cinta sebagai balasan. Nantikan sahaja ia untuk mekar di dalam hati anda

Ia Cuma mengambil masa seminit untuk jatuh hati pada seseorang, satu jam untuk menyukai seseorang, satu hari untuk menyintai seseorang tetapi ia mengambil masa sepanjang hidup untuk melupakan seseorang

Jangan pandang kepada kecantikan kerana boleh jadi ianya palsu.
Jangan kejar kemewahan kerna ianya akan susut.
Carilah seseorang yang Membuatkan anda tersenyum kerana ia Cuma memerlukan sekuntum senyuman untuk mencerahkan hari yang suram. Carilah yang membuatkan hati anda tersenyum

Akan tiba satu ketika di dalam kehidupan apabila anda teramatkan rindukan seseorang sehingga anda ingin menggapainya dari mimpi anda dan memeluknya dengan sebenar

Mimpilah apa yang anda ingin,pergilah kemana-mana yang anda ingin tujui dan jadilah apa yang anda inginkan kerna anda hanya memiliki satu kehidupan dan satu peluang untuk melakukan semua perkara yang ingin anda lakukan

Semoga anda memiliki kebahagiaan yang cukup untuk membuatkan diri anda menarik, percubaan yang cukup untuk membuatkan anda kuat,
Kesedihan yang cukup untuk memastikan anda adalah seorang insan dan harapan
Yang cukup untuk membuatkan anda bahagia

Selalu bayangkan diri anda di dalam kasut seseorang. Jika anda rasa ianya menyakitkan anda, Fikirlah ia mungkin menyakitkan orang lain juga.

Kebahagian terletak kepada mereka yang menangis, mereka yang terluka, mereka yang telah mencari dan mereka yang telah mencuba. Hanya mereka yang boleh menghargai kepentingan manusia yang telah menyentuh hidup mereka

Cinta bermula dengan senyuman, mekar dengan ciuman dan berakhir dengan tangisan. Masa depan yang cerah sentiasa berteraskan kehidupan yang lalu yang telah dilupakan. Anda tidak boleh meneruskan kehidupan dengan sempurna sehingga anda lupakan kegagalan dan kekecewaan masa silam

Semasa anda dilahirkan, anda menangis dan orang di sekeliling anda tersenyum. Teruskanlah hidup anda supaya anda mati nanti, Andalah yang akan tersenyum dan orang sekeliling anda pula yang akan menangis

SENYUMAN ADALAH HADIAH YANG PALING BERHARGA OLEH ITU, BERIKANLAH HADIAH YANG BERHARGA ITU DENGAN PENUH KEIKHLASAN KERNA YANG ZAHIR DARI NURRANI ITULAH MERUPAKAN BAYANGAN DIRIMU SENDIRI

#140 Guest_george of the jungle_*

  • Tetamu

Posted 27 December 2003 - 12:08 AM

Ketika di timpa kesusahan ujian dunia seperti sakit, penderitaan, kesukaran yang kepelbagaian cuba amal baca SURAH AL-AN'BIYA : Ayat 87. Faham benar2 maksud ayat ini. Jika sedang di timpa kesusahan, baca bismillah terus zikir guna ayat ini, pendek je...mudah hafal.

InsyaAllah, jika penuh bersabar beramal dengan ayat ini dan tawakkal kepada Allah s.w.t., akan ada jalan keluar daripada masalah yang menimpa itu. Tumpukan perhatian pada maksud ayat ini sebenar-benarnya.

*Sumber : YB Ustaz Dato' Ismail Kamus

Contoh kesusahan ujian dunia : Penyakit, Kesukaran mendapat zuriat, ketiadaan pekerjaan dan macam2 lagi. Al-Q petunjuk & penawar untuk org2 beriman.

#141 Guest_george of the jungle_*

  • Tetamu

Posted 27 December 2003 - 12:19 AM

Islam memberi penyelesaian jika kita di takdirkan oleh Allah s.w.t. di uji dengan ujian dunia seperti suami atau isteri yang samseng, anak-anak nakal tak dengax kata.

Rajin-rajin membaca ayat2 dari SURAH THAHA (Ayat 1-6) dengan tartil, cuba fasihkannya dan faham maksudnya. Suatu malam sebaik-baiknya selepas sembahyang tahajjud baca ayat2 ini 3 kali dengan khusyuk dan tiupkan dari muka hingga ke pusat pasangan (sewaktu dia tidur)-sekali shj.

InsyaAllah, Dengan izin Allah s.w.t. akan ada perubahan.

*Sumber : YB Ustaz Dato' Ismail Kamus

#142 FaRiS

    Leftenan

  • Core
  • 1,046 posts
  • Gender:Male
  • Location:PrinceSuccess
  • Kepakaran:Upload dan Download Torrent
  • Freelance:Ya

Posted 31 December 2003 - 09:46 AM

Written by a Muslim brother, for a nationwide essay competition in Canada. Needless to say, he took the first prize.

A few months before I was born, my dad met a stranger who was new to our small town. From the beginning, Das was fascinated with this enchanting newcomer, and soon invited him to live with our family. The stranger was quickly accepted and was around to welcome me into the world a few months later.

As I grew up, I never questioned his place in our family. In my young mind, each member had a special niche. My brother, Bilal, five years my senior, was my example. Fatimah, my younger sister, gave me an opportunity to play big brother’ and develop the art of teasing. My parents were complementary instructors- Mom taught me to love the word of Allah, and Dad taught me to obey it.

But the stranger was our storyteller. He could weave the most fascinating tales. Adventures, mysteries, and comedies were daily conversations. He could hold our whole family spell-bound for hours each evening. If I wanted to know about politics, history, or science, he knew it.

He knew about the past, understood the present, and seemingly could predict the future. The pictures he could draw were so life like that I would often laugh or cry as I watched. He was like a friend to the whole family. He took Dad, Bilal, and me to our first major league baseball game. He was always encouraging us to see the movies and he even made arrangements to introduce us to several movie stars

The stranger was an incessant talker. Dad didn’t seem to mind but sometimes Mom would quietly get up while the rest of us were enthralled with one of his stories of faraway places, go to her room, and read her Qur’an and pray. I wonder now if she ever prayed that the stranger would leave.

You see, my dad ruled our household with certain moral convictions. But this stranger never felt an obligation to honor them. Profanity, for example, was not allowed in our house-not for some of us, from our friends, or adults.

Our longtime visitor, however, used occasional four letter words that turned my ears and made Dad squirm. To my knowledge, the stranger was never confronted. My dad was a teetotaler who didn’t permit alcohol in his home, as good Muslims should. But the stranger felt like we needed exposure and enlightened us to other ways of life. He offered us beer and other alcoholic beverages often.

He made cigarettes look tasty, cigars manly, and pipes distinguished. He talked freely (probably too much, too freely) about sex. His comments were sometimes blatant, sometimes suggestive, and generally embarrassing. I know now that the stranger influenced my early concepts of the man-woman relationship.

As I look back, I believe it was the grace of Allah that the stranger did not influence us more. Time after time, he opposed the values of my parents.

Yet, he was seldom rebuked and never asked to leave. More than thirty years have passed since the stranger moved in with the young family on Wangee Road. He is not nearly so intriguing to my Dad as he was in those early years. But if I were to walk into my parents’ den today, you would still see him sitting over in a corner, waiting for someone to listen to him talk and watch him draw his pictures…

His name you ask? We called him TV.

Our Lord! Forgive us our sins and expiate from us our evil deeds, and make us die in the state of righteousness. (Surah Al- Imran Ayat 193)

O Allah, let our last days be the best days of our life and our last deeds be the best deeds, and let the best day be the day we meet You.

#143 Guest_imperturbable_*

  • Tetamu

Posted 31 December 2003 - 04:38 PM

AssalamuAlaikum Everyone,
This is a nice short story sent to me about salat. Please take a moment to reflect.

He remembered his grandmother's warning about praying on time: "My son, you shouldn't leave prayer to this late time". His grandmother's age 70 but whenever she heard the Adhan, she got up like an arrow and performed Salah. He, however could never win over his ego to get up and pray. Whatever he did, his Salah was always the last to be offered prayed it quickly to get it in on time.

Thinking of this, he got up and realized that there were only 15
minutes left before Salat-ul Isha. He quickly made Wudhu and performed Salat-ul Maghrib. While making Tasbih, he again remembered his grandmother and was embarrassed by how he had prayed. His grandmother prayed with such tranquility and peace. He began making Dua and went down to make Sajdah and stayed like that for a while. He had been at school all day and was tired, so tired

He awoke abruptly to the sound of noise and shouting. He was sweating profusely. He looked around. It was very crowded. Every direction he looked in was filled with people. Some stood frozen looking around, some were running left and right and some were on their knees with their heads in their hands just waiting.. Pure fear and apprehension filled him as he realized where he was. His heart was about to burst.

It was the Day of Judgement. When he was alive, he had heard many things about the questioning on
the Day of Judgement, but that seemed so long ago. Could this be something his mind made up? No, the wait and the fear were so great that he could not have imagined this. The interrogation was still going on. He began moving frantically from people to people to ask if his name had been called. No one could answer him. All of a sudden his name was called and the crowd split into two and made a passageway for him. Two people grabbed his arms and led him forward. He walked with unknowing eyes through the crowd. The angels brought him to the center and left him there. His head was bent down and his whole life was passing in front of his eyes like a
movie.


He opened his eyes but saw only another world. The people were all helping others. He saw his father running from one lecture to the other, spending his wealth in the way of Islam. His mother invited guests to their house and one table was being set while the other was being cleared. He pleaded his case, "I too was always on this path. I helped others. I spread the word of Allah. I performed my Salah. I fasted in the month of Ramadan. Whatever Allah ordered us to do, I did. Whatever he ordered us not to do, I did not." He began to cry and think about how much he loved Allah.
He knew that whatever he had done in life would be less than what Allah deserved and his only protector was Allah. He was sweating like never before and was shaking all over. His eyes were fixed on the scale, waiting for the final decision.

At last, the decision was made. The two angels with sheets of paper in their hands, turned to the crowd. His legs felt like they were going to collapse. He closed his eyes as they began to read the names of those people who were to enter Jahannam. His name was read first. He fell on his knees and yelled that this couldn't be, "How could I go to Jahannam? I served others all my life, I spread the word of Allah to others". His eyes had become blurry and he was shaking with sweat. The two angels took him by the arms. As his feet dragged, they went through the crowd and advanced toward the blazing flames of Jahannam. He was yelling
and wondered if there was any person who was going to help him. He was yelling of all the good deeds he had done, how he had helped his father, his fasts, prayers, the Qur'an that he read, he was asking if none of them would help him. The Jahannam angels continued to drag him. They had gotten closer to the Hellfire. He looked back and these were his last pleas.

Had not Rasulullah [saw] said, "How clean would a person be who
bathes in a river five times a day, so too does the Salah performed five times cleanse someone of their sins"? He began yelling, "My prayers?my prayers?my prayers." The two angels did not stop, and they came to the edge of the abyss of Jahannam. The flames of the fire were burning his face. He looked back one last time, but his eyes were dry of hope and he had nothing left in him. One of the angels pushed him in.

He found himself in the air and falling towards the flames. He had
just fallen five or six feet when a hand grabbed him by the arm and pulled him back. He lifted his head and saw an old man with a long white beard. He wiped some dust off himself and asked him, "Who are you?" The old man replied, "I am your prayers". "Why are you so late! I was almost in the Fire! You rescued me at the last minute before I fell in". The old man smiled and shook his head, "You always performed me at the last minute, did you forget?" At that instant, he blinked and lifted his head from Sajdah. He was
in a sweat. He listened to the voices coming from outside. He heard the adhan for Salat-ul Isha. He got up quickly and went to perform Wudhu.

#144 Guest_imperturbable_*

  • Tetamu

Posted 03 January 2004 - 02:10 PM

Orang perempuan yang diibaratkan seperti tulang rusuk yang bengkok itu bukan bermakna satu kekurangan, tapi sebenarnya adalah satu ‘penyempurnaan’.Sepertimana juga usus manusia yang berlipat-lipat dan berlingkaran itu bukanlah satu ketidakbetulan tetapi begitulah keadaan usus yang sempurna



“Leceh betullah orang perempuan ni. Tegur sikit dah merajuk. Kena pujuk, nasihat lembut-lembut, cakap baik-baik... hai leceh betul. Tetapi kalau dibiarkan menjadi-jadi pulak! Kita punya kerja pun dia nak langgar. Buat kerja ikut semangat, tak pandang kiri kanan lagi."

"Eh, apa yang kau ngomelkan ni Fuad? Siapa yang buat hal kali ni?" "Staf aku si Lina tu lah. Baru tegur sikit, dah monyok. Hari ni dah tak datang kerja. Susahlah macam ni. Kerja pejabat akan terganggu."

"Entah-entah dia ada hal lain. Engkau belum siasat dah jump to conclusion."

"Alaah... orang perempuan memang macam tu. Kan Nabi pun kata yang orang perempuan tu ibarat tulang rusuk yang bengkok! Sebab dia bengkoklah orang perempuan suka buat perangai. Kita nak luruskan nanti takut patah pulak. Kalau dibiarkan terus, makin bengkoklah. Hai susah, susah."

"Jangan cakap macam tu, Fuad. Maksud Hadis to bukan begitu."

"Eh, kan Hadis itu sudah lumrah diperkatakan? Apa yang tak kena pulak, Naim?"

"Maksud aku begini. Menafsirkan Hadis itu seolah-olah orang perempuan tu memang Allah ciptakan sebagai satu golongan yang "disadvantaged" atau terkurang seperti yang engkau cakapkan seolah-olah mengatakan yang Allah itu berat sebelah. Walhal Allah itu Maha Adil dan Dia ciptakan lelaki dan perempuan itu sama sahaja dari segi kemampuan mereka untuk meningkatkan iman dan menjadi hamba Allah yang bertaqwa. Bengkok yang disebut di dalam Hadis itu bukan bermakna yang mereka itu sentiasa cenderung ke arah melakukan perkara-perkara yang tidak baik. "Buktinya, apabila Rasulullah s.a.w. datang membawa ajaran Islam, baginda menaikkan taraf perempuan yang sebelum itu dianggap "golongan yang tak berguna" kepada ‘sayap kiri’ kepada masyarakat. Baginda ada memberikan tugas-tugas yang penting kepada orang perempuan, terutama bila kaum lelaki keluar berperang. Sebagai sayap kiri,
tentulah mereka diiktiraf seimbang dengan sayap kanan.”

"Tapi, memang orang perempuan kuat merajuk. jenuh kita nak layan dia."

"Merajuk bukan berlaku pada orang perempuan saja. Orang lelaki juga kuat merajuk. Mungkin cara merajuk atau cara ‘protes’ tu yang tak sama. Punca merajuk sebab iman lemah, bukan sebab jantina. Lagipun, apa salahnya kalau kita tegur orang perempuan dengan berlemah-lembut dan berhikmah. Bukankah begitu tuntutan Islam. Kalau kita marah-marah sehingga mereka merajuk, bukan mereka yang salah, tetapi kitalah yang salah. Entah-entah waktu itu kita lebih `bengkok' daripada mereka!"

"Eh, eh engkau ni. Asyik nak bela orang perempuan aje."

"Aku bukannya nak bela siapa-siapa. Aku cuma nak betulkan pemahaman yang tidak betul terhadap Hadis tu."

"Apa maksud sebenar Hadis tu?"

"Orang perempuan yang diibaratkan seperti tulang rusuk yang bengkok itu bukan bermakna satu kekurangan, tapi sebenarnya adalah satu ‘penyempurnaan’.Sepertimana juga usus manusia yang berlipat- lipat dan berlingkaran itu bukanlah satu ketidakbetulan tetapi begitulah keadaan usus yang sempurna. Bengkoknya tulang rusuk itu kerana ia bersifat `pelindung'. la melindungi organ-organ penting di dalam tubuh manusia seperti jantung, paru-paru, hati dan limpa. Kalau tulang kakilah yang diletakkan di dada manusia, sudah tentu ia tidak dapat berperanan sepertimana tulang rusuk yang bengkok itu "

"Oh begitu. Jadi bila Nabi katakan yang orang perempuan itu seperti tulang rusuk yang bengkok, beliau hanyalah hendak memperlihatkan perbezaan peranan mereka berbanding lelaki?"

"Begitulah. Selain itu, maksud `tulang rusuk yang bengkok' itu ialah sifat `rahmah'. “Ini bermakna bengkoknya wanita ialah sifat semulajadi yang Allah ciptakan untuk wanita agar dia dapat memainkan peranan yang tidak dapat dimainkan oleh lelaki. Orang perempuan itu sifat semula jadinya penyayang. Perasaannya halus. Kerana adanya sifat-sifat itu, orang perempuan boleh sabar menjaga dan melayan anak-anaknya yang berbagai kerenah. Mereka juga sabar dan tekun melakukan kerja-kerja rumah yang mungkin kepada kita sangat membosankan.”

"Begitu jugalah di dalam masyarakat, orang perempuan sangat sesuai menjadi guru, jururawat, dan apa juga bidang yang dalam kemampuannya. Oleh itu jangan cuba buang sifat "bengkok" ini daripada orang perempuan dengan memberikan mereka tugas-tugas yang tidak sesuai. Kalau tulang rusuk sudah patah, organ-organ yang penting tadi tidak akan selamat.

"Jadi peranan mereka sebenarnya penting. Bayangkanlah betapa besar peranan dan jasa ibu yang menjaga dan mengasuh kita dari kecil hinggalah besar"

"Hmm, betul tu Naim." "Sebenarnya tiada siapa yang 'bengkok' mengikut tafsiran yang engkau gunakan. Bengkok atau tidaknya seorang lelaki atau perempuan itu bergantung kepada iman dan akhlaknya. Orang lelaki kalau tidak berusaha untuk membuang sifat-sifat yang terkeji di dalam dirinya pun akan jadi bengkok juga, malah lebih bengkok dari orang perempuan yang ada usaha membaiki dirinya."

"Baru aku sedar, akulah yang bengkok. Asyik marah-marah dan tidak sabar"

"Memang tidak sepatutnya kita lihat orang lain itu lebih `bengkok' daripada kita. Sebaliknya kita patut sentiasa merasakan yang kitalah yang lebih `bengkok' daripada semua orang lain di muka bumi ini..."

#145 Guest_dawn_angel_*

  • Tetamu

Posted 10 January 2004 - 03:01 PM

>Majlis akad nikah itu baru sahaja selesai. Saya dan
>beberapa orang sahabat masih menikmati minuman
>ringan
>yang disediakan oleh pihak tuan rumah.
>Tiba-tiba seorang lelaki tua yang memang saya kenali
>menarik tangan saya dan bertanya, ?Kenapa orang
>sekarang kahwin lambat sangat??
>Saya lantas bertanya, ?Tuk dulu kahwin cepat??
>?Umur 15 tahun, nenek kau dah dapat anak seorang??
>
>Terbayang anak perempuan saya yang menuntut di
>tingkatan 5 sekarang. Sukar nak membayangkan
>betapalah
>di usia itu dia sudah mempunyai anak. ?Bahagia Tuk??
>
>?Tuk bahagia apa? anak Tuk 12 orang!?
>Terhibur saya berbual dengannya, semuanya diukur
>dengan angka.
>?Saya berkahwin pada umur 21 tahun. Waktu tu masih
>menuntut lagi, orang heboh saya tak sabar,? adu saya
>tanpa dipinta. Sengaja mengundang reaksi.
>
>?Tak sabar? Pelik, kalau zaman Tuk, tu kira terlajak
>dah tu!?
>?Betulkah saya tak sabar, Tuk? ? tanya saya semacam
>mengusik.
>?Eh, taklah. Kalau nak buat baik, eloklah cepat.
>Selamat dari maksiat. Kalau betul tak sabar, Tuk ni
>lagilah tak sabar? umur 17 tahun dah kahwin, heh,
>heh,
>heh??
>?Setuju tak Tuk kalau dikatakan soal kahwin ni bukan
>soal cepat lambat, tapi soal dah bersedia atau
>tidak??
>
>?Setuju. Tapi kena hurailah maksud persediaan tu??
>tajam Tuk membalas. ?Kalau ikut pandangan Tuk, apa
>agak-agaknya persediaan tu??
>?Soal ni tak boleh agak-agak? Mesti tepat.?
>Terkedu saya dibuatnya. Tuk ni bukan sebarang orang.
>
>
>?Maksud bersedia bukan sahaja dari segi umur? Asal
>akil baligh dah boleh kahwin. Bukan sahaja diukur
>oleh
>badan yang sihat, pendapatan yang cukup, tapi yang
>penting kematangan diri? Ertinya, seseorang yang nak
>kahwin mesti dah mula dapat berfikir dengan baik,
>dah
>boleh sedikit sebanyak kawal perasaan, dan jiwa tu
>sikit-sikit dah agak tenang.?
>Saya menung panjang. Tertikam di sudut hati
>petanyaan,
>sudahkah saya matang sewaktu mula berkahwin dahulu?
>
>?Jangan menung? Tuk cuma kata, dah sedikit sebanyak
>matang. Tak payah tunggu matang betul? nanti tak
>kahwin pula!? usik Tuk seperti dapat membaca fikiran
>saya. Walau tanpa ijazah, Tuk sebenarnya sedang
>menjelaskan asas kebahagiaan rumah tangga yang
>kadang
>kala tidak dapat ditimba di mana-mana menara gading.
>
>?Macam mana nak matang?? tanya saya perlahan. Malu
>rasanya untuk diajukan soalan sedemikian di usia
>40-an
>ini. Terasa terlambat!
>?Tentulah dengan ilmu. Dulu Tuk dan kawan-kawan?
>umur
>sebelas tahun dah khatam Quran. Dah selesai belajar
>ilmu fardu ain. Rukun, sah, batal dan lain-lain ilmu
>asas dah OK. Bila sudah baligh buka kitab Muhimmah,
>baik lelaki, baik perempuan. Dah diterangkan
>tanggung
>jawab suami, isteri dan asas-asas kerukunan rumah
>tangga.?
>
>?Itu sahaja? Ilmu lain?? soal saya pendek.
>?Eh, perlu. Mesti ada ilmu untuk cari rezeki. Yang
>otak baik, jadilah guru, pegawai kerajaan? ikut
>keadaan zaman tulah. Tuk ni tak nasib baik? kerja
>kampung sahaja, guna tulang empat kerat, buka tanah.
>Itulah dusun yang Tuk kutip hasilnya sampai sekarang
>ni... ?
>?Tapi sekarang Tuk dah senang. Dengarnya dah dua
>kali
>naik haji.?
>?Tak senang. Tapi mudah-mudahan? tenang. Tulah doa
>Tuk, biar hidup kita tenang.?
>
>?Agaknya sebab kurang matang nilah orang sekarang
>kahwin lambat?? cuit saya, kembali ke tajuk asal.
>?Ni agak Tuklah. Budak sekarang tak macam dulu.
>Mereka
>ni macam lambat matang. Kalau dulu umur 13 dah boleh
>pikul tugas. Dah berdikari, dah boleh harap jaga
>emak
>bapak. Setakat jadi imam dan baca berzanji tu
>lancar?
>tapi sekarang lain, umur dah 23 tahun pun masih
>bergantung kepada emak bapak. Nak jadi imam? Jauh
>sekali.?
>Terbayang kekesalan di wajahnya. Dia menyambung,
>?Sekali tu Tuk tengok betul-betul dengan mata kepala
>ni macam mana seorang bakal pengantin tersekat-sekat
>mengucap kalimah syahadah depan tuk kadhi. Bila
>tanya
>rukun sembahyang, geleng kepala. Yang dihafalnya
>rukun
>nikah saja??
>
>?Kalau macam tu macam mana??
>?Baik tak usah kahwin. Macam mana dia nak pimpin
>isteri dan anak-anaknya nanti? Tu baru ilmu yang
>paling asas, belum lagi ilmu? apa orang kata? ?
>parenting skill.?
>?Tuk pun tahu parenting skill??
>?Sekarang ni macam-macam sumber ilmu ada. Di radio,
>tv, ceramah, buku-buku? ah, macam-macam.?
>?Tapi Tuk, kalau tak kahwin pun susah juga? Nanti
>terjebak dengan maksiat,? kilas saya.
>?Tulah, ajaran Islam ni macam mata rantai. Lepas
>satu
>disambung satu. Bermula dengan yang paling utama,
>diikuti yang kedua, ketiga dan seterusnya? Ilmu
>tauhid, fekah dan akhlak perlu diasak di awal usia.
>Diiring ilmu akademik. Jadi, bila dah nak kahwin
>nanti, ilmu tu semua dah ada. Persediaan agama ada,
>persediaan material ada.?
>
>?Macam mana kalau ada yang lambat-lambatkan kahwin
>kerana katanya belum bersedia, dari segi material
>dan
>agama??
>?Apapun biarlah berpada-pada. Kalau nak diikutkan
>ilmu
>agama? sampai mati pun tak akan habis dituntut.
>Cukuplah sekadar keperluan dulu dan tambah lagi
>selepas kahwin. Begitu juga soal material, soal
>kerja,
>profesion? Ni pun tak akan habis-habis. Ukurlah ikut
>keperluan dan kemampuan diri. Jangan sampai
>terlanjut
>usia sudahlah. Jangan nanti ilmu ada, matang ada,
>duit
>ada, calon pulak tak ada??
>?Tuk lihat macam mana keadaan anak muda masa kini??
>terluncur soalan yang berbau akademik tanpa saya
>sedari.
>
>?Akibat tak ikut tertib dalam menghayati ajaran
>Islam,
>keadaan jadi agak lintang-pukang sekarang. Yang
>berkat
>jadi mudarat. Tak dikahwinkan, membuat maksiat. Bila
>dikahwinkan, tak bertanggungjawab.?
>?Antara dua keadaan ni? yang mana patut kita pilih??
>?Perlukah kita buat pilihan? Pada Tuk? pilihlah
>keadaan yang tidak memaksa kita membuat pilihan!?
>Saya terdiam. Kagum. Kata-kata tersirat itu boleh
>mengundang seribu wacana para sarjana!

#146 Guest_dawn_angel_*

  • Tetamu

Posted 10 January 2004 - 03:05 PM

Pimpinlah rumahtangga ke arah syurga

Fahamilah,
Kehidupan adalah pelayaran menuju ke destinasi yang abadi. Jika dahulukamu belayar sendirian, kini kamu berdua dalam pelayaran untuk mengharungi badai gelombang yang merbahaya dan ganas ini. Ramai yang tersungkur lantaran terpukau dengan cahaya sang suria dan keindahan wajah bulan serta kerdipan sang bintang. Mereka leka, sedang yang menunggu mereka adalah kehidupan yang amat panjang dan tidak diketahui untung nasib mereka. Janganlah kamu hidup seperti mereka, menjadikan hawa nafsu sebagai raja lalu hati menjadi gelap sehingga
tertutup ia dari pancaran Nur Allah yang terang dan nyata. Apakah pentingnya hidup ini bagimu jika kehidupan dipenuhi dengan impian yang palsu, amalan-amalan yang batil, hidup dengan ketawa keriangan, dan airmata dititis kerana dunia.

Fahamilah,
Tiada keindahan hidup ini jika amanah Allah tidak didahulukan. Amanah Allah adalah Agamanya. Hidup bukannya untuk mengutamakan nafsu perut dan kepuasan yang membutakan, tetapi hidup adalah ujian kesetiaan diri dengan Tuhan, hidup adalah untuk mendahulukan ajaran-Nya bukan ajaran nafsumu dan syaitan.

Sahabatku yang dikasihi,
Kini engkau melangkah ke dunia baru, dunia kepimpinan, dunia yang diujikan kepadamu seorang yang bernama wanita. Dia mempunyai sifat dan citarasa yang berlainan denganmu, halus perasaannya dengan satu harapan dan impian. Bimbinglah tangannya ke syurga jannah. Temukan ia dengan Tuhannya, temukan ia dengan Nabinya, temukan ia dengan hamba-hamba yang bertakwa. Peliharalah ia baik-baik kerana ia adalah hadiah
dari Tuhanmu, jangan terlalu keras dan jangan terlalu lembut.
Bertegaslah kamu dalam urusan akhirat dan berlemah lembutlah kamu dalam urusan dunianya. Isterimu adalah bakal menjadi ibu kepada anak-anakmu, sempurna engkau mendidiknya, nescaya sempurnalah anak-anakmu, sumbang engkau mendidiknya, sumbanglah anak-anakmu.

Tidak ada yang menemukan perkahwinan kamu ini melainkan dakwah yang menemukannya. Persiapkanlah dirimu dan isterimu dengan ilmu dan amal agar setiap langkah perjalanan tersusun indah dan perkasa. Orang lelaki beriman adalah impian setiap wanita yang baik, ia adalah lambang kekuatan dan kegigihan, ia adalah lambang pelindung dan penghibur. Bentuklah ia mengikut acuan yang kamu inginkan dengan kasih sayang dan ingatlah, menyalahkan kesalahan isteri apabila kamu bersalah adalah melambangkan kelemahan peribadimu. Jadikanlah dirimu
tiang yang kukuh untuk isterimu berpaut ketika ujian dan masalah menimpa rumahtanggamu. Jangan engkau tonjolkan kesusahanmu kerana isterimu tidak mampu bergembira jika engkau bersedih. Isterimu adalah teman yang terbaik dan yang paling dipercayai.

Saudari yang dikasihi,
Kini engkau melangkah ke alam dewasa. Dewasakanlah pemikiran dan jiwamu. Suami adalah hadiah dari Tuhanmu, syurga adalah dibawah keredhaannya. Bermujahadahlah terhadap nafsumu untuk melayaninya dengan baik dengan senjata kasih sayang. Di akhir zaman ini amat sedikit wanita yang solehah sehingga Nabi bersabda umatnya yang paling ramai ke neraka adalah di kalangan wanita. Nekadlah dirimu,
tundukkan khayalanmu, keredhaan Tuhan yang dicari dengan berwasilah keredhaan suamimu. Janganlah kamu layannya seperti kawanmu atau saudaramu atau keluargamu, ia adalah lebih dari mereka. Hidupmu kini bukannya untuk menyukakan hati keluarga dan saudaramu tetapi adalah untuk suamimu, ia amat berat tetapi itulah jalan ke syurga.

Hati yang mantap imannya akan merasai manis dengan ujian dan merasa sengsara dengan nafsu. Wanita yang solehah adalah wanita yang suaminya merasai puashati terhadap layanannya. Janganlah kamu angkuh dengan layananmu kerana belum tentu suami menyukainya. Hidupmu kini memasuki pelajaran yang baru iaitu pelajaran mengenali suami, apa yang ia suka dan apa yang ia benci, mengenali wataknya dan mengenali kehidupannya. Ia adalah bakal ayah kepada anak-anakmu. Kamu mestilah
juga bertindak menjadi penasihat ketika dia lupa, tegurlah dia baik-baik dan jangan sesekali merendahkannya atau membandingkannya dengan lelaki yang lain. Kerana Asiah terus berlemah lembut dengan kekejaman Firaun, maka ia menjadi wanita tauladan.

Jadikanlah keluarga kalian sebagai keluarga dakwah dimana bila
manusia melihat rumahtangga kalian, mereka bagaikan melihat cahaya Islam yang memancar indah.

Semoga berbahagia ke akhir hayat.

#147 Guest_dawn_angel_*

  • Tetamu

Posted 10 January 2004 - 03:06 PM

1. Seseorang yang masuk kerja pukul 8.35 am sedangkan waktu mula kerja adalah 8.30 am sudah dikira lewat datang kerja TETAPI jika seseorang itu sembahyang Zohor pukul 2.00 pm atau 2.30 pm masih dikira awal waktu mengikut tafsiran umum sedangkan masuknya waktu Zohor di Semenanjung Malaysia adalah sekitar 1 - 1.30 pm. Bukankah ini salah faham namanya?

2. Kita mengeji dan mengutuk Amerika terutamanya di saat perang ini TETAPI ramai daripada kita tidak boleh tinggal rokok ciptaan mereka, tinggalkan barangan keluaran mereka, makanan segera ciptaan mereka, memuja penyanyi mereka, menggilai dan membanggakan artis Hollywood dan ada antara kita menjadi peminat dan pembeli setia filem-filem Amerika yang sarat dengan propaganda terutamanya filem-filem aksi dan perang. Di satu sudut kita menentang dan di satu sudut yang lain kita penyokong dan pendokong mereka. Adakah ini maknanya benci tapi sayang?

3. Kalau ada pelancaran skim-skim amanah saham maka berduyun-duyunlah orang pergi, melabur untuk masa depan katanya TETAPI bila ada pelancaran Tabung Derma (boleh la dikira saham Akhirat) untuk membantu manusia yang memerlukan, nak mengumpukan RM1 juta pun payah dari rakyat Malaysia yang bilangannya lebih dari 22 juta orang ini malah ada yang ambil masa berbulan bulan walaupun mendapat publisiti meluas melalui media massa. Mana yang lebih kita cinta? Amanah Saham untuk masa depan di dunia atau Amanah Saham untuk masa depan di akhirat?

4. Kita sangat sensitif dan terharu bila mendengar atau melihat ibu bapa yang mendera fizikal anak-anak kecil dan membuang bayi merata-rata tempat seperti sampah TETAPI kita jarang sensitif dan terharu bila ramai ibu bapa yang mendera anak-anak secara maknawinya dengan tidak mendidik anaknya menjadi anak-anak yang soleh dan solehah (mengenalkannya Allah, mengajar sembahyang, mendidik anak menjaga aurat dan kehormatan dirinya dan sebagainya) agar tidak didera oleh malaikat di dalam kubur dan terseksa di Neraka. Bukankah penderaan bentuk ini lebih meluas di serata dunia? Bukankah ini satu perbuatan buang anak juga iaitu buang anak ke dalam api neraka? Mana lebih hina, buang anak dalam tong sampah atau buang anak dalam api neraka?

5. Kita selalunya akan mudah ucapkan terima kasih pada sesiapa yang membantu kita dan akan kenangkan budinya sampai bila-bila TETAPI dengan Allah yang memberikan kita nyawa dan segala nikmat yang tak terhitung banyaknya sehingga tak termampu untuk dibalas, setiap detik dan setiap masa kita jarang (mungkin juga tak pernah) terhutang budi dan berterima kasih kepadaNya dengan cara yang dituntutNya. Payah benarkah?

6. Kita pasti berasa malu dan terhina bila ada orang yang mendedahkan keaiban kita TETAPI kita tidak sikit pun rasa malu dengan Allah yang sudah sedia tahu kesalahan kita zahir dan batin, kecil dan besar.

7. Kita selalu rasa dia salah, dia jahat, dia tak betul, dia menyeleweng dan sebagainya TETAPI kita jarang sekali rasa aku jahat, aku berdosa, aku tidak betul, aku bersalah dan sebagainya sedangkan sikap-sikap ini sangat dianjurkan.

#148 Guest_dawn_angel_*

  • Tetamu

Posted 10 January 2004 - 03:07 PM

In the Qur'an, which was revealed 14 centuries ago at a time when science of astronomy was still primitive, the expansion of the universe was described like this :

" And it is We who constructed the heaven with might, and verily, it is We who steadily expanding it." (The Qur'an, 51:47 )

The word "heaven", as stated in this verse, is used in various places in the Qur'an with the meaning of space and universe. here again, the word is used with this meaning. In other words, in the Qur'an it is revealed that the universe "expand". And this is the very conclusion that the science has reached today.

Until the dawn of the 20th century, the only view prevailing in the world of science was that " the universe has a constant nature and it has existed since infinite time". The research, observations and calculations carried out by means of modern technology, however have revealed that the universe in fact had a beginning, and that it constantly "expands".

At the beginning of the 20th century, the Russian physicist Alexander Friedmann and the Belgian cosmologist Georges Lemaitre theoretically calculated that the universe is in constant motion and that it is expanding.

This fact was proved also by observational data in 1929. While observing the sky with telescope, Edwin Hubble the America astronomer, discovered that the star and galaxies were constantly moves away from each other. A universe where everything constantly moves away from everything else implied a constantly expanding. This fact was explained in the Qur'an when that was still unknown to anyone. This is because the Qur'an is the word of God, the Creator, and the Ruler of the entire universe.

#149 Guest_dawn_angel_*

  • Tetamu

Posted 10 January 2004 - 03:08 PM

Dari Abu Hurairah R.A, Rasulullah SAW berkata, "Seorang lelaki Israel meminta seorang Israel lain untuk meminjamkannya seribu dinar. Lelaki yg memberi pinjam meminta saksi. Si peminjam menjawab, "Allah cukup sebagai saksi." Lelaki itu berkata lagi, "Aku mahukan penjamin." Si peminjam menjawab, "Allah cukup sebagai penjamin." Lelaki itu berkata, "Betul katamu" dan meminjamkannya wang untuk satu tempoh masa.

Si peminjam belayar ke lautan. Setelah tamat pekerjaannya, dia mencari kapal supaya dia dapat sampai pada masanya untuk membayar hutang, tetapi gagal. Jadi, dia mengamil seketul kayu lalu membuat lubang pada kayu itu, lalu memasukkan seribu dinar serta sepucuk surat kepada pemberi pinjam ke dalamnya, & menutup ketat lubang itu. Dia membawa kayu itu ke laut & berkata "Ya Allah! Kau tahu yang aku meminjam seribu dinar dari si polan. Dia meminta penjamin tetapi aku memberitahu Allah cukup sebagai penjamin, & dia menerima Jaminan Mu. Dia meminta saksi & aku memberitahu Allah cukup sebagai saksi, & dia menerima Kau sebagai Saksi. Aku telah berusaha mencari kapal untuk membayar balik wangnya tetapi gagal, jadi aku menyampaikan wang ini kepada Mu." Sambil berkata, dia melontar kayu itu ke jauh lautan, dan pergi dari situ. Seterusnya dia terus mencari kapal untuk ke negara pemberi pinjam.

Suatu hari, pemberi pinjam keluar dari rumahnya untuk melihat samada kapal telah sampai membawa wangnya, dan tiba2 dia terlihat sebatang kayu. Dia membawanya pulang sebagai kayu api. Apabila dia memotongnya, dia terjumpa wangnya & surat itu.

Tak lama kemudian, peminjam datang membawa seribu dinar kepadanya dan berkata, "Dengan nama Allah, aku telah cuba mendapatkan kapal untuk memulangkan wangmu, tetapi gagal sebelum kapal yang aku naiki ini." Pemberi pinjam bertanya, "Adakah kau menghantar sesuatu untukku?" Peminjam menjawab, "Aku telah memberitahu, aku gagal mendapatkan kapal selain dari kapal yang aku naiki ini." Pemberi pinjam berkata, "Allah telah menyampaikan, atas pihakmu, wang yang kau hantar dalam sekeping kayu. Jadi, kau simpanlah seribu dinar itu & pergi dalam bimbingan jalan yang benar."


Sahih Bukhari, Vol. 3, Hadis No 488B
diambil dari : Quran terbitan King Fahd Complex, Arab Saudi

#150 Guest_dawn_angel_*

  • Tetamu

Posted 10 January 2004 - 05:30 PM

Assalammualaikum wrbt... izinkan saya kongsi sesama kisah ini dengan kenkawan semua... Insya Allah moga kita semua akan mendapat keredhaan dari ALLAH S.W.T.KEADAAN MAYAT DIDALAM KUBUR.
Mati telah memisahkan roh dan jasad manusia dengan kehendak Allah.Jasad yg dijadikan dari setitis air mani,kemudian menjadi segumpal darah dan disaluti pula oleh tulang termulang akan dikubur didalam tanah bersama amal kebajikannya dan dosa kemungkarannya.Sementara roh sebagai jisim yg halus dan ghaib akan tetap mejadi rahsia Allah(akan tempat dan darjatnya).Alam kubur merupakan alam ketiga dalam kehidupan manusia,tapi adalah tahap pertama dalammenuju alam akhirat.Ini seperti yg telah disebutkan oleh Rasulullah s.a.w.dalam sebuah hadisnya yg bermaksud, "sesungguhnya alam kubur itu adalah tahap pertama untuk alam akhirat.Bila mana sesorang itu telah selamat didalam tahap pertama ini,maka untuk tahap seterusnya akan lebih ringan lagi.tetapi jika tidak selamat dalam tahap pertama tersebut maka tahap-tahap seterusnya lebih dasyat lagi."
Setiap hari bumi(tanah)akan memanggil manusia dengan 10 panggilan:
1.Wahai anak adam!kamu berjalan diatas punggungku,tapi tempat kembalimu adalah didalam perutku.
2.Kamu melakukan maksiat diatas punggungku dan kamu diseksa didalam perutku.
3.Kamu bergurau diatas punggungku tapi kamu menangis didalam perutku.
4.Kamu makan benda haram diatas punggungku tapi seluruh cacing akan memakan kamu didalam perutku.
5.Kamu bergembira diatas punggungku tapi kamu akan susah didalam perutku.
6.Kamu mengumpul harta haram diatas punggungku tapi kamu hancur dalam perutku.
7.Kamu sombong diatas punggungku tapi kamu menjadi hina didalam perutku.
8.Kamu berjalan megah dan sukaria diatas punggungku tapi kamu jatuh kesedihan didalam perutku.
9.Kamu berjalan dalam cahaya diatas punggungku tapi kamu akan duduk dalam kegelapan didalam perutku.
10.Kamu berjalan beramai-ramai diatas punggungku tapi kamu akan sendirian dalam perutku.
Firman Allah dalam sebuah hadis Qudsi bermaksud,
"Adakah kamu dapat mengelak dari maut itu?Adakah kamu berkuasa melepaskan diri daripada masuk ke neraka?Adakah kamu sudah wajar menerima balasan syurga?Sudahkah ada hubungan kasih sayang antara kamu dengan Allah?Adakah nikmat dan kesenangan melekakan kamu?Adakah kamu telah binasa kerana kebaikan dan kamu terpedaya oleh dunia dengan panjang angan-angan?Mengapa kamu tidak mempergunakan kesihatan dan keselamatan?Tempoh kamu sudah ditentukan dan nafas kamu ada batasnya.Berbuatlah sesuatu yg memberi kebaikan bagi kamu selagi kamu mempunyai kesanggupan.Wahai sekalian manusia,sesungguhnya kamu masih leka dalam perbuatamu sedangkan setiap hari engkau terus menerus menghabiskan umurmu.Semenjak engkau keluar dari perut ibumu,setiap hari engkau semakin dekat menuju kubur dan engkau pasti memasukinya."
Begitulah dalil yg Allah tunjukkan mengenai adanya alam kubur kepada manusia.Seperti adanya mati bagi mengakhiri hayat manusia,begitu juga adanya kubur sebagai tempat menunggu untuk menerima balasan baik dan jahat dari Allah.Oleh yg demikian kubur juga akan memanggil manusia itu dengan peringatannya sebanyak 5 kali sehari:-
1.Aku rumah yg terpencil,maka hendaklah kamu senang membaca Al-Quran.
2.Aku adalah rumah yg gelap,maka terangilah aku dengan mengerjakan solat malam.
3.Aku adalah rumah berdebu,maka bawalah amal soleh.
4.Aku adalah rumah ular maka bawalah ubat iaitu bacaan BISMILLAHHIRRAHMANIRRAHIM dengan cucuran air mata.
5.Aku adalah rumah untuk pertanyaan Munkar dan Nakir,maka perbanyakkanlah membaca LAA ILAAHA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULLULLAH di atas punggungku supaya kamu dapat menjawap semuapertanyaannya.Setelah mayat dikuburkan dan semua yg mengiringi telah pulang,Allah SWT berfirman:=
"Wahai hambaku,kamu tetap terpencil dan sendirian.Semua manusia sudah pergi dan pulang meninggalkan kamu dalam kegelapan kubur.Padahal kamu telah berbuat maksiat kepadaKu kerana manusia,kerana isteri dan kerana anak.Namun aku sangat kasihan kepadamu hari ini dengan limpahan Rahmat yg denganya semua makhluk sama kagum.Dan aku kasihan kepadamu lebih daripada kasih ibu kepada anaknya."




Diriwayatkan dari Abdullah bin Salam,setelah mayat dikuburkan masuklah seorang malaikat sebelum munkar dan nakir.Malaikat itu bernama Rumman,yang mempunyai wajah yg bersinar seperti matahari.Ia akan dudk dan berkata, "Tulislah apa yg kamu telah kamu perbuat dari kebaikan dan kejahatanmu." Mayat menjawab, "Dengan apa yg hendak aku tuliskan?? Sahuut malaikat itu, "Ludahmu adalah dakwat dan jarimu adalah pena."Maka mayat berkata lagi, "Di atas apa akan aku menulis padahal aku tidak mempunyai buku Lalu malaikat memotong tali kafan dan mengoyakkan secebis kain kafan dan memberikan kepada mayat itu sambil berkata, "Inilah bukumu!Maka tulislah!"Mayat kemudian menulis semua kebaikan yg dilakukan di dunia semasa hidupnya.Bila sampai masa untuk menulis semua kejahatannya,ia merasa malu untuk menuliskannya.Maka malaikat itu akan berkata, "Wahai orang yg salah(berdosa),kenapakah kamu tidak mau kepada Zat yg menciptakan kamu(Allah) semasa kamu melakukan perbuatan didunia,dan sekarang kamu merasa malu kepada saya?" serentak dengan itu malaikat itu mengangkat tonggak pemukul dan memukulnya hingga mayat itu menulis semua kejahatannya.Setelah siap malaikay menyuruhnya melipat dan mengecapnya.Mayat lalu bertanya, "Dengan apa aku akan mengecapnya padahal aku tidak mempunyai cap.? Malaikat menjawab, ?Kamu capkan denga kukumu." Lalu mayat akan mengecapkan catitannya tadi dengan kukunya dan malaikat akan mengalungkannya di lehernya sampai hari kiamat.Hal ini ada disebutkan Allah dalam firmanNya:
"Tiap-taip manusia itu Kami ikatkan usahanya(amalanya)pada lehernya.Pada hari kiamat Kami keluarkan kepadanya sebuah kitab yg diterimanya dengan terbuka."(Surah Al-Israk:13)
Kedatangan Munkar Nakir untuk menyoalaripada Anas r.a meriwayatkan bahawa Nabi S.A.W pernah bersabda:
"Keberangkatan mayat itu akan diiringi oleh 3 perkara iaitu keluarganya,harta bendanya dan amal kebajikkannya.Yang dua (keluarga dan harta bendanya) akan pulang,sedang yg tetap tinggal adalah amalnya." Dengan amalnya yg sedikit atau yg banyak itulah manusia itu akan berhadapan dengan soalan-soalan Munkar dan Nakir.Ketika mayat diletakkan di dalam kubur,ia akan mendedngar semua yg dikatakan oleh setiap rakan dan taulan serta ahli keluarganya dan juga ia akan mendengar gesekan bunyi langkah orang-orang yg mengiringinya meninggalkan kawasan perkuburan.Apabila ia mayat seorang mukmin,semua amalnya berkumpul di sekelilingnya.Solatnya berada disamping kepalanya,puasanya akan berada disebelah kanannya,zakat disebelah kirinya,dihujung kedua kakinya pula akan berkumpul semua kebaikanya berupa sedekah,silatulrahim dan kebajikannya yg lain.Ketika Munkar dan Nakir mendatangi kepala mayat itu,berkatalah solatnya: "Janganlah kamu berdua mendatangi mayat disekitarku,kerana bukan sedikit solat yg dilakukan setiap siang dan malam kerana takutkan tempat ini.Kemudian kedua malaikat itu akan mendatangi sebelah kanan mayat itu.Puasa pula akan berkata, "Tidak ada jalan dari arahku,kerana ia letih dan dahaga kerana takutkan tempat ini."Mereka mendatangi pula dari arah kiri.Zakat akan berkata, "Tidak ada tempat dari arahku."Lalu mereka akan mendatangi kedua kakinya yg mengumpulkan semua kebajikannya semasa didunia.Sedekah,silatulrahim dan kebajikan-kebajikannya itu akan berkata kepada Munkar dan Nakir, "Janganlah kamu mendatnginya sekitar kami,kerana ia berjalan bersama kami untuk melakukan perkara-perkara yg baik." Lalu Munkar dan Nakir akan berkata, "Duduklah!" Maka mayat itu akan duduk.Kepadanya ditunjukkan seolah-olah matahari yg hampir terbenam.Kemudian kedua malaikat itu mula menanyakan beberapa perkara dalam bahasa Arab(setiap mayat orang-orang mukmin akan mendapat menjawapnya walaupun dia tidak fasih berbahsa Arab).Mayat itu berkata, "Tinggalkan aku dahulu kerana aku hendak sembahyang.? Dijawab oleh malaikat, "Engkau nanti akan dapat sembahyang,jawablah dulu beberapa perkara dari kami.? Maka malaikat Munkar dan Nakir akan bertanya, "Siapa Tuhanmu?" Mayat akan menjawab, "Tuhanku adalah Allah." Malaikat bertanya lagi, "Apa agamamu?? Mayat menjawab lagi, "Agamaku adalah Islam."Kemudian malaikat bertanya lagi, "Siapakah lelakim yg disifatkan begini?.begini?yg diutuskan kepada kamu?" Mayat menjawab, "Dia adalah Rasulullah s.a.w." Akhirnya malaikat itu akan bertanya, "Dari mana kamu tahu?" Mayat menjawab, "Aku tahu dari kitab Allah(Al-Quran),kemudian aku beriman kepadanya.? Serentak dengan itu akan terdengarlah satu seruan dari langit, "Benarlah hambaKu itu.Berikan dia permaidani syurga dan bukkan kepadanya permandangan dari syurga." Lalu bertipulah angin dari syurga dan diluaskan pemandangan kuburnya seluas mata memandang.Dari tepi kepalanya akan dibukakan satu lubang.Dari lubang itulah mayat akan dapat melihat keindahan syurga selama ia berada dikubur sampai hari kiamat. Malaikat Munkar dan Nakir akan berkata kepada mayat itu, "Tidurlah kamu sebagaimana tidurnya mempelai."Kemudian mayat itu berkata, "Izikan aku pulang menemuui keluargaku supaya aku dapat bercerita kepada mereka.? Malaikat akan menjawab, "Tidurlah??.?Kemudian akan dating seorang lelaki yg tampan dan berpakaian kemas dengan bauan yg harum.Mayat itu akan bertanya, "Siapakah engkau?Engkau sungguh baik dan tampan.? Lelaki itu menjawab, "Aku adalah amalan baikmu semasa didunia." Lalu mayat itu berdoa kepada Allah, "Ya Tuhanku,kiamatkanlah dunia ini supaya aku segera mendapat kesenangan dan berjumpa dengan keluargaku." Maka mayat itu akan tidur dengan penuh ketenangan sehingga dibangkitkan Allah pada hari kiamat nanti.Sementara rohnya pula akan mengikut darjat amalan mereka.Bagi orang kafir dan munafik pula,keadaan sebaliknya akan berlaku.Ia tidak akan dapat menjawab semua perkara yg diajukan kepadanya dengan hanya berkata, "Aku tidak tahu!"Lalu ia dipukul oleh kedua malaikat itu terus menerus sehingga ia dapat menjawab soalan-soalan itu.Kertika itu akan kedengaran seruian dari langit, "Bohong dia!Berikan dia tempat di neraka dan bukakan kepadanya pintu ke neraka."Kemudian terasalah semburan panas api neraka kepadanya dan kubur itupun menghimpitnya sehingga patah tulang-tulang rusuknya.Lalu akan dating seorang lelaki yg buruk dan busuk dengan berkata, "Rasakanlah!Akibat amal buruklmu itu dan inilah hari yg telah dijanjikan kepadamu."Mayat itu bertanya, "Siapakah kamu,engkau cukup busuk dan kotor.Tidak pernah aku melihatnya semasa di dunia?" Lelaki itu menjawab, "Akulah amal jahatmu itu."Maka mayat itu berdoa, ?Ya Tuhanku,janganlah dulu kiamatkan dunia ini.? Lalu tinggallah mayat itu dalam keadaan azab dan sengsara.Begitulah keadaannya yg berlaku di dalam kubur.Rasulullah s.a.w. pernah bersabda, "Sesungguhnya kubur itu adalah merupakan satu taman dari taman-taman syurga dan merupakan lulbang dari lubang-lubang neraka." Wallahualam.





1 user(s) are reading this topic

0 members, 1 guests, 0 anonymous users